alexametrics
19 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Puluhan Pengendara Nunggak Pajak Kendaraan

SAMPANG – Satlantas Polres Sampang bersama UPT Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim menggelar razia di Jalan Jaksa Agung Suprapto Selasa (27/2). Terungkap, mayoritas pengendara yang mendapat bukti pelanggaran (tilang) karena nunggak pajak kendaraan.

Operasi gabungan dilaksanakan sejak pukul 07.00 hingga 09.00. Sedikitnya ada 57 pengendara roda dua dan roda empat yang mendapat tilang, dan 40 di antaranya tidak membayar pajak kendaraan.

KBO Satlantas Polres Sampang Iptu Moh. Mohni mengatakan, operasi gabungan tersebut menjadi agenda rutin setiap bulan. Tujuannya, menertibkan atau menindak semua jenis kendaraan yang menunggak pajak.

”Nama kegiatan ini yaitu Operasi 21. Atau, disebut dengan penertiban dan pelunasan pajak kendaraan,”  jelas Mohni kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin.

Baca Juga :  Melanggar, Satlantas Polres Sampang Tilang 2.454 Pengemudi Kendaraan

Selain menindak kendaraan yang nunggak pajak, tim operasi gabungan juga mengamankan pengendara yang terbukti melanggar lalu lintas (lalin). Misalkan, tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM), tidak memakai helm, dan menerobos traffic light.

”Pengendara yang melanggar lalin akan ditilang dan disidang pada 9 Maret nanti. Kalau pengendara yang nunggak pajak diharuskan membayar atau melunasinya di tempat,” katanya.

Perwira dengan tanda pangkat polisi dua balok di pundaknya itu menambahkan, pengendara kurang memperhatikan administrasi dan masa berlaku surat-surat kendaraan dan SIM. ”Pajak STNK dan masa berlaku SIM harus dikroscek tiap enam bulan sekali. Kalau sudah mati, segera diurus,” imbaunya.

Sementara itu, Kasi Penagihan dan Pembayaran UPT Bapenda Provinsi Jatim di Sampang Arief Hariadi menilai, kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan tepat waktu rendah. Setiap tahun jumlah tunggakan pajak kendaraan bermotor di kota relatif tinggi.

Baca Juga :  Dinsos, DPRKP, dan BPBD Saling Lempar

”Mayoritas tunggakan terjadi di wilayah pantura. Di sana banyak kendaraan yang tidak bayar pajak hingga bertahun-tahun,” ungkap dia.

Pihaknya mengklaim sudah melakukan beberapa upaya untuk mendorong dan meningkatkan kesadaran masyarakat tertib pajak. Di antaranya, dengan menyosialisasikan program wajib bajak, membuka pelayanan gateway atau perpanjangan pajak kendaraan lewat short message service (SMS), pajak kaki lima, dan samsat keliling.

”Kami juga menjalin kerja sama dengan bank di kecamatan agar masyarakat bisa lebih mudah saat ingin membayar pajak,” tanasnya.

 

SAMPANG – Satlantas Polres Sampang bersama UPT Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim menggelar razia di Jalan Jaksa Agung Suprapto Selasa (27/2). Terungkap, mayoritas pengendara yang mendapat bukti pelanggaran (tilang) karena nunggak pajak kendaraan.

Operasi gabungan dilaksanakan sejak pukul 07.00 hingga 09.00. Sedikitnya ada 57 pengendara roda dua dan roda empat yang mendapat tilang, dan 40 di antaranya tidak membayar pajak kendaraan.

KBO Satlantas Polres Sampang Iptu Moh. Mohni mengatakan, operasi gabungan tersebut menjadi agenda rutin setiap bulan. Tujuannya, menertibkan atau menindak semua jenis kendaraan yang menunggak pajak.


”Nama kegiatan ini yaitu Operasi 21. Atau, disebut dengan penertiban dan pelunasan pajak kendaraan,”  jelas Mohni kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin.

Baca Juga :  Amankan Arus Mudik, Satlantas Siagakan Puluhan Personel

Selain menindak kendaraan yang nunggak pajak, tim operasi gabungan juga mengamankan pengendara yang terbukti melanggar lalu lintas (lalin). Misalkan, tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM), tidak memakai helm, dan menerobos traffic light.

”Pengendara yang melanggar lalin akan ditilang dan disidang pada 9 Maret nanti. Kalau pengendara yang nunggak pajak diharuskan membayar atau melunasinya di tempat,” katanya.

Perwira dengan tanda pangkat polisi dua balok di pundaknya itu menambahkan, pengendara kurang memperhatikan administrasi dan masa berlaku surat-surat kendaraan dan SIM. ”Pajak STNK dan masa berlaku SIM harus dikroscek tiap enam bulan sekali. Kalau sudah mati, segera diurus,” imbaunya.

Sementara itu, Kasi Penagihan dan Pembayaran UPT Bapenda Provinsi Jatim di Sampang Arief Hariadi menilai, kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan tepat waktu rendah. Setiap tahun jumlah tunggakan pajak kendaraan bermotor di kota relatif tinggi.

Baca Juga :  Ban Belakang Selip, Truk Tabrak Pohon

”Mayoritas tunggakan terjadi di wilayah pantura. Di sana banyak kendaraan yang tidak bayar pajak hingga bertahun-tahun,” ungkap dia.

Pihaknya mengklaim sudah melakukan beberapa upaya untuk mendorong dan meningkatkan kesadaran masyarakat tertib pajak. Di antaranya, dengan menyosialisasikan program wajib bajak, membuka pelayanan gateway atau perpanjangan pajak kendaraan lewat short message service (SMS), pajak kaki lima, dan samsat keliling.

”Kami juga menjalin kerja sama dengan bank di kecamatan agar masyarakat bisa lebih mudah saat ingin membayar pajak,” tanasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/