alexametrics
20.9 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Sektor Pariwisata Masuk Skala Prioritas Pembangunan

SAMPANG – Sampang memiliki potensi wisata yang cukup melimpah. Baik di sektor wisata pantai, hutan, dan religi. Tak heran bila kabupaten yang dipimpin Slamet Junaidi dan Abdullah Hidayat ini menempatkan pariwisata sebagai sektor prioritas pembangunan.

Pj Sekkab Sampang Yuliadi Setiawan mengutarakan, banyak agenda pembangunan yang akan digelar ke depan. Tetapi, pemkab juga menempatkan skala prioritas. Salah satunya sektor pariwisata.

”Kami akan semakin serius lagi dalam menggarap sektor pariwisata,” kata Yuliadi Setiawan kepada RadarMadura.id kemarin (26/11).

Dijelaskan, sektor pariwisata memiliki banyak manfaat. Selain bisa menopang pendapatan asli daerah (PAD), juga mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung, otomatis akan menghidupkan industri-industri kecil dan usaha kecil menengah di area wisata. ”Semakin banyak wisatawan berkunjung, roda perekonomian di area wisata akan semakin berjalan maju. Itu yang kita harapkan,” terangnya.

Baca Juga :  MK Terima Hasil PSU Pilkada Sampang

Sektor pariwisata yang akan digarap cukup beragam. Ada beberapa pantai yang kini mulai bersolek. Selain Pantai Camplong, ada pula Pantai Lon Malang, Hutan Kera Nepa, dan beberapa wisata religi.

Termasuk wisata mangrove di Kecamatan Sreseh ke depan juga akan dikelola dengan baik. ”Wisata mangrove di Sreseh itu cukup potensial. Apalagi, kalau jalan lingkar selatan Sreseh–Sampang sudah terbangun,” jelasnnya.

Pihaknya meminta agar masyarakat bisa menyambut baik rencana pengembangan pariwisata tersebut. Sebab, dampak positifnya juga akan kembali kepada warga. ”Harus ada dukungan dari warga,” tegasnya.

Dari sisi legislasi, saat ini DPRD Sampang memang telah menetapkan rencana induk pariwisata sebagai salah satu raperda yang akan dibahas tahun depan. Rancangan peraturan daerah (raperda) itu telah masuk pada program pembentukan peraturan daerah (propemperda) 2020.

Baca Juga :  Lima Bulan, 25 Pengendara Tewas

”Raperda rencana induk pariwisata merupakan usulan eksekutif,” kata anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sampang Agus Husnul Yakin. 

SAMPANG – Sampang memiliki potensi wisata yang cukup melimpah. Baik di sektor wisata pantai, hutan, dan religi. Tak heran bila kabupaten yang dipimpin Slamet Junaidi dan Abdullah Hidayat ini menempatkan pariwisata sebagai sektor prioritas pembangunan.

Pj Sekkab Sampang Yuliadi Setiawan mengutarakan, banyak agenda pembangunan yang akan digelar ke depan. Tetapi, pemkab juga menempatkan skala prioritas. Salah satunya sektor pariwisata.

”Kami akan semakin serius lagi dalam menggarap sektor pariwisata,” kata Yuliadi Setiawan kepada RadarMadura.id kemarin (26/11).


Dijelaskan, sektor pariwisata memiliki banyak manfaat. Selain bisa menopang pendapatan asli daerah (PAD), juga mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung, otomatis akan menghidupkan industri-industri kecil dan usaha kecil menengah di area wisata. ”Semakin banyak wisatawan berkunjung, roda perekonomian di area wisata akan semakin berjalan maju. Itu yang kita harapkan,” terangnya.

Baca Juga :  Dinkes Sampang Gelar Lomba Lansia Sehat, Ini Alasannya

Sektor pariwisata yang akan digarap cukup beragam. Ada beberapa pantai yang kini mulai bersolek. Selain Pantai Camplong, ada pula Pantai Lon Malang, Hutan Kera Nepa, dan beberapa wisata religi.

Termasuk wisata mangrove di Kecamatan Sreseh ke depan juga akan dikelola dengan baik. ”Wisata mangrove di Sreseh itu cukup potensial. Apalagi, kalau jalan lingkar selatan Sreseh–Sampang sudah terbangun,” jelasnnya.

Pihaknya meminta agar masyarakat bisa menyambut baik rencana pengembangan pariwisata tersebut. Sebab, dampak positifnya juga akan kembali kepada warga. ”Harus ada dukungan dari warga,” tegasnya.

Dari sisi legislasi, saat ini DPRD Sampang memang telah menetapkan rencana induk pariwisata sebagai salah satu raperda yang akan dibahas tahun depan. Rancangan peraturan daerah (raperda) itu telah masuk pada program pembentukan peraturan daerah (propemperda) 2020.

Baca Juga :  Kejari Selidiki Pokmas Fiktif Proyek Tahun 2016–2018

”Raperda rencana induk pariwisata merupakan usulan eksekutif,” kata anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sampang Agus Husnul Yakin. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/