21 C
Madura
Saturday, December 10, 2022

Diskoprindag Nilai Cukai Terlalu Tinggi

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Sampang marak. Selain karena ada yang memproduksi, banyaknya peminat juga membuat rokok ini digandrungi. Sebab, harga yang ditawarkan jauh di bawah rokok yang berpita cukai.

Analisis Kebijakan Muda Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Sampang Abd. Barri Salam mengatakan, banyaknya rokok ilegal merupakan dampak nilai pita cukai yang cukup tinggi. Akibatnya, harga rokok juga ikut naik.

”Kalau nilai pita cukai naik, otomatis harga rokok juga ikut naik. Sementara masyarakat tetap menginginkan rokok yang murah,” jelasnya kemarin (26/9).

Pemberantasan rokok ilegal tersebut cukup melalui sosialisasi dan pengumpulan informasi. Menurut Barri, selain sosialisasi, seharusnya ada pos pantau di setiap kabupaten. Termasuk wilayah yang dinilai rawan peredaran rokok ilegal.

Baca Juga :  Lahir Prematur, Bayi Dibuang

Nilai pita cukai juga berpengaruh terhadap peredaran rokok ilegal. Sebab, kemampuan masyarakat menengah ke bawah juga terbatas sehingga tetap memilih rokok tanpa pita cukai. Sebab, harganya lebih murah.

”Rata-rata masyarakat kita tidak mau ambil pusing. Mau rokok ilegal ataupun legal yang penting berbentuk rokok dan harganya murah,” urainya.

Penurunan nilai cukai juga pernah diusulkan Barri kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dengan tujuan menurunkan peredaran rokok ilegal. Menurut dia, kenaikan pita cukai awalnya ingin membatasi konsumsi rokok. Namun, di satu sisi negara juga ingin mendapat penghasilan dari bea cukai sehingga hal itu dinilai tidak relevan.

”Kalau nilai cukai turun, otomatis harga rokok juga rendah. Pasti yang rokok ilegal tidak akan bergerak,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kualitas Pengecoran Instalasi Rumah Pompa Disoal

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sampang Suryanto mengatakan, penertiban rokok yang menjadi sasaran adalah pasar. Sebab, banyak rokok bodong yang diperjualbelikan di pasar secara sembunyi-sembunyi. Selain itu, penindakan merupakan hasil deteksi dini. ”Kami pasang intelijen untuk mendeteksi di mana saja wilayah yang meredarkan rokok ilegal tersebut,” ungkapnya.

Meski begitu, dia enggan menyebutkan wilayah mana saja yang terdeteksi memproduksi, mengedarkan, menjual, dan melakukan pengiriman rokok ilegal. Dia berdalih penggalian informasi masih dalam tahap pelaksanaan. ”Sementara waktu masih konsumsi di internal saja. Kami menunggu informasi valid atau tidaknya,” tuturnya. (za/luq)

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Sampang marak. Selain karena ada yang memproduksi, banyaknya peminat juga membuat rokok ini digandrungi. Sebab, harga yang ditawarkan jauh di bawah rokok yang berpita cukai.

Analisis Kebijakan Muda Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Sampang Abd. Barri Salam mengatakan, banyaknya rokok ilegal merupakan dampak nilai pita cukai yang cukup tinggi. Akibatnya, harga rokok juga ikut naik.

”Kalau nilai pita cukai naik, otomatis harga rokok juga ikut naik. Sementara masyarakat tetap menginginkan rokok yang murah,” jelasnya kemarin (26/9).


Pemberantasan rokok ilegal tersebut cukup melalui sosialisasi dan pengumpulan informasi. Menurut Barri, selain sosialisasi, seharusnya ada pos pantau di setiap kabupaten. Termasuk wilayah yang dinilai rawan peredaran rokok ilegal.

Baca Juga :  Abd. Faqih: Selamat Bupati dan Wakil Bupati Sampang Terpilih

Nilai pita cukai juga berpengaruh terhadap peredaran rokok ilegal. Sebab, kemampuan masyarakat menengah ke bawah juga terbatas sehingga tetap memilih rokok tanpa pita cukai. Sebab, harganya lebih murah.

”Rata-rata masyarakat kita tidak mau ambil pusing. Mau rokok ilegal ataupun legal yang penting berbentuk rokok dan harganya murah,” urainya.

Penurunan nilai cukai juga pernah diusulkan Barri kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dengan tujuan menurunkan peredaran rokok ilegal. Menurut dia, kenaikan pita cukai awalnya ingin membatasi konsumsi rokok. Namun, di satu sisi negara juga ingin mendapat penghasilan dari bea cukai sehingga hal itu dinilai tidak relevan.

- Advertisement -

”Kalau nilai cukai turun, otomatis harga rokok juga rendah. Pasti yang rokok ilegal tidak akan bergerak,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kecamatan Waru Terluas Lahan Tanam

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sampang Suryanto mengatakan, penertiban rokok yang menjadi sasaran adalah pasar. Sebab, banyak rokok bodong yang diperjualbelikan di pasar secara sembunyi-sembunyi. Selain itu, penindakan merupakan hasil deteksi dini. ”Kami pasang intelijen untuk mendeteksi di mana saja wilayah yang meredarkan rokok ilegal tersebut,” ungkapnya.

Meski begitu, dia enggan menyebutkan wilayah mana saja yang terdeteksi memproduksi, mengedarkan, menjual, dan melakukan pengiriman rokok ilegal. Dia berdalih penggalian informasi masih dalam tahap pelaksanaan. ”Sementara waktu masih konsumsi di internal saja. Kami menunggu informasi valid atau tidaknya,” tuturnya. (za/luq)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/