alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Dana Tak Cukup, Diskan Cicil Pengerjaan Saluran

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Realisasi program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang di setiap OPD tidak sama. Misalnya, kegiatan pokir di dinas perikanan (diskan) dicicil sejak tahun lalu. Artinya, pengerjaan proyek normalisasi saluran tambak digarap dalam dua tahun.

Kabid Perikanan dan Budi Daya Diskan Sampang Moh. Mahfud menuturkan, program pokir di institusinya hanya ada satu paket. Kegiatannya berupa normalisasi saluran tambak. Kegiatan tersebut melanjutkan pokir tahun lalu. ”Kegiatan pokir sekarang dengan tahun lalu sama. Yang mengusulkan satu orang,” katanya.

Mahfud menyebutkan, saluran tambak yang akan dinormalisasi cukup panjang. Diperkirakan lebih 200 meter. Jika melihat anggaran yang tersedia 2020 tidak cukup. ”Karena itu, harus dilanjutkan tahun ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Tak Sesuai RAB dan tanpa Papan Nama

Menurut dia, pengerjaan proyek normalisasi saluran tambak di Dusun Gubbu Timur cukup dilakukan dalam dua tahap. ”Kalau untuk ruas saluran yang diusulkan sudah cukup karena sudah dilanjutkan tahun ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, program pokir diusulkan anggota DPRD Sampang atas permintaan konstituen di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Setelah usulan masuk di diskan, institusinya langsung memproses. ”Jika tidak memenuhi syarat bisa ditolak,” ungkap Mahfud.

Mahfud menambahkan, progress pengerjaannya sudah berjalan sekitar 30 persen. Mekanisme penentuan rekanan pelaksana proyek melalui penunjukan langsung karena anggarannya di bawah Rp 200 juta. ”Sudah cukup memenuhi syarat kita sudah cek ke lapangan sebelum pembahasan,” paparnya.

Sementara itu, Jalil selaku rekanan pelaksana proyek program pokir mengaku sudah mendapatkan surat perintah kerja (SPK) dari diskan pada pertengahan Agustus. Menurut dia, waktu pengerjaan masih lama karena masa kontrak selama 90 hari kerja.

Baca Juga :  DPRD Sampang Desak Pemanfaatan Fasilitas PPI

Proses pengerjaan normalisasi saluran tambak sudah dimulai. Dari pemasangan gedek di tebing tambak. Kalau tidak dipasang gedek, khawatir lonsong,” ungkapnya.

Untuk pengerukan, kata Jalil, dia mengakui belum dimulai. Pasalnya, pada pagi hari air sedang pasang dan bisa menghambat proses pengerjaan. Kemungkinan pengerukan bisa dimulai pekan depan. ”Tidak ada kendala di lapangan. Kita sambil lalu menyiapkan peralatan agar segera melakukan pengerukan sebelum musim hujan,” tuturnya. 

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Realisasi program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang di setiap OPD tidak sama. Misalnya, kegiatan pokir di dinas perikanan (diskan) dicicil sejak tahun lalu. Artinya, pengerjaan proyek normalisasi saluran tambak digarap dalam dua tahun.

Kabid Perikanan dan Budi Daya Diskan Sampang Moh. Mahfud menuturkan, program pokir di institusinya hanya ada satu paket. Kegiatannya berupa normalisasi saluran tambak. Kegiatan tersebut melanjutkan pokir tahun lalu. ”Kegiatan pokir sekarang dengan tahun lalu sama. Yang mengusulkan satu orang,” katanya.

Mahfud menyebutkan, saluran tambak yang akan dinormalisasi cukup panjang. Diperkirakan lebih 200 meter. Jika melihat anggaran yang tersedia 2020 tidak cukup. ”Karena itu, harus dilanjutkan tahun ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Terkendala Dana, DLH Ubah Rencana

Menurut dia, pengerjaan proyek normalisasi saluran tambak di Dusun Gubbu Timur cukup dilakukan dalam dua tahap. ”Kalau untuk ruas saluran yang diusulkan sudah cukup karena sudah dilanjutkan tahun ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, program pokir diusulkan anggota DPRD Sampang atas permintaan konstituen di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Setelah usulan masuk di diskan, institusinya langsung memproses. ”Jika tidak memenuhi syarat bisa ditolak,” ungkap Mahfud.

Mahfud menambahkan, progress pengerjaannya sudah berjalan sekitar 30 persen. Mekanisme penentuan rekanan pelaksana proyek melalui penunjukan langsung karena anggarannya di bawah Rp 200 juta. ”Sudah cukup memenuhi syarat kita sudah cek ke lapangan sebelum pembahasan,” paparnya.

Sementara itu, Jalil selaku rekanan pelaksana proyek program pokir mengaku sudah mendapatkan surat perintah kerja (SPK) dari diskan pada pertengahan Agustus. Menurut dia, waktu pengerjaan masih lama karena masa kontrak selama 90 hari kerja.

Baca Juga :  Lakukan Pengeboran Baru, Ini yang Akan Dilakukan Petronas

Proses pengerjaan normalisasi saluran tambak sudah dimulai. Dari pemasangan gedek di tebing tambak. Kalau tidak dipasang gedek, khawatir lonsong,” ungkapnya.

Untuk pengerukan, kata Jalil, dia mengakui belum dimulai. Pasalnya, pada pagi hari air sedang pasang dan bisa menghambat proses pengerjaan. Kemungkinan pengerukan bisa dimulai pekan depan. ”Tidak ada kendala di lapangan. Kita sambil lalu menyiapkan peralatan agar segera melakukan pengerukan sebelum musim hujan,” tuturnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/