alexametrics
29.5 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Pembaca Mengira Malaikat Itu Penulis Luar Negeri

SAMPANG – Perempuan bernama lengkap Syarifah Wardatul Hasanah Cheried atau Srf. Wardatul Hasanah Ch. ini bukan keturunan keluarga penulis. Tapi, perempuan yang biasa dipanggil Ana itu lihai merangkai cerita. Novel pertama yang ditelurkan berjudul Misteri Rumah Tua Berdarah.

Saat itu dia masih kelas 5 SDN Tambelangan 1. Saat itu dia selalu ikut lomba karya tulis. Pada 2004 dia melanjutkan pendidikan ke MTs Darwa, Ambunten, Sumenep, hingga lulus 2008.

Ketika duduk di bangku SMKN 1 Tambelangan banyak apresiasi dari guru dan teman-temannya. Sementara kondisi kesehatan Ana mulai terganggu sejak kelas 2 SMK. Oleh dokter tidak diperbolehkan kelelahan. Dia divonis mengidap kanker getah bening. Tapi, semangat untuk berkarya tidak pernah kendur.

Setelah itu, dia melanjutkan studi ke STAIN Pamekasan. Karena kondisi kesehatan terus melemah, dia pindah ke STAI Al-Hamidiyah (Stamidiya) Konang, Bangkalan.

Perempuan yang berulang tahun tiap 29 Oktober itu tak ingin melewatkan kelebat setiap inspirasi. Dia mencatatnya di buku tulis. Karena itu, pergi ke mana pun selalu membawa catatan. Awalnya, hasil karangannya tidak mau dicetak. Hanya menulis di buku tulis dan laptop.

Nah, sejak akhir 2015 bergabung di salah satu aplikasi Wattpad. Ana tambah semangat berkarya. Dalam sehari bisa menulis dua judul novel atau 2.500–3.000 karakter. Beberapa karyanya antara lain Mr. Elegant, The Lord N series, Soul Horror series, Note Of Memories, dan Princes Blue Safir (PBS). PBS sudah beredar di Gramedia beberapa minggu lalu.

”Alhamdulillah, semua karangan saya banyak ditawarkan oleh penerbit ternama. Biasanya sulit lho. Saya hanya ingin terus berkarya. Saya juga ingin mengajak generasi muda untuk meningkatkan minat baca dan menulis. Karena di Madura, khususnya Sampang, sudah minim,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura di Desa/Kecamatan Tambelangan, Sampang, Sabtu (22/7).

Baca Juga :  Harga Murah, Bantuan Produksi Buram

Novel lain yang telah digarap adalah The Angel’s Husband, I love You, Soul Horror 2, dan BAH. Paling tebal dan lama Mr. Elegant. Hampir 1.000 halaman. Karya pertama yang naik cetak ini digarap sekitar dua bulan.

Paling tipis dan cepat selesai Note of Memories. Hanya 200 halaman dikerjakan 1,3 bulan.  Prince Blue Safir dan The Black Shadow hasil tahun ini. Yang lain terbit 2016. ”Ada fantasi, horor, roman, religi, science fiction, teenlit, dan misteri,” jelas gadis yang saat itu berkerudung hitam itu.

The Black Shadow merupakan karya roman fantasi. Novel ini menceritakan tokoh Vallen yang memiliki karakter kejam, dingin, keras atau psikopat. Sedangkan tokoh Alice seolah-olah setia, pengorbanannya sangat besar karena ketulusan untuk mencintai Vallen.

”Mungkinkah rumah tangga mereka bertahan? Baca saja novelnya,” pancing Ana ketika diminta menceritakan salah satu isi novelnya.

Ana juga sering mengisi official account (OA) di grup kepenulisan. Dia tetap semangat dan tidak ingin menampakkan kepada orang lain bahwa dirinya sedang sakit. ”Saya menulis bukan hobi, tapi suka. Makanya, saya sering menulis meskipun sakit,” ucapnya.

Selama ini dia tidak menunjukkan profil asli. Bahkan, nama penulis yang tertera di novelnya bukan Syarifah Wardatul Hasanah Cheried atau Srf. Wardatul Hasanah Ch. Di buku-buku itu tercantum nama Angel El-Cheried.

Dia juga tidak menyebutkan daerah asal dan wajahnya. Karena itu, banyak penggemar penasaran ingin bertemu. Cuma kondisi kesehatan yang membuatnya harus meminta maaf.

Baca Juga :  Dishub Pastikan Tambatan Perahu Dianggarkan 2018

”Penggemar dan pembaca tahunya hanya Angel. Entah perempuan atau laki-laki. Ada pembaca yang mengira saya dari luar negeri. Padahal dari desa di Sampang,” ceritanya lantas tertawa.

Ana merupakan sareyang empat bersaudara pasangan Habib Mustofa El-Cheried dan Zulaiha Assegaf. Tidak ada kata lelah selama menekuni dunia tulis-menulis.

Soal nama pena, pernah akan menggunakan Annamus Cheried. Singkatan dari Anna Mustofa. ”Angel adalah malaikat, kata pembaca. Sedangkan Cheried nama keluarga dari abi,” tutur Ana.

Dia mengaku beberapa judul novelnya berbahasa Inggris. Kebanyakan pembaca dari  luar Madura. Sedangkan karya berjudul berbahasa Indonesia Di Persimpangan Cinta dan Iman sudah dicetak. Tinggal menunggu waktu terbit.

Suatu ketika keluarganya mengaku bangga. Bahkan, mereka tidak pernah menyangka Ana bisa menulis cerita. Sebab, dia merupakan pribadi tertutup. Karena itu, dia membiarkan keluarga tahu sendiri tanpa diberi tahu.

Pembaca menjadi bagian terpenting dalam proses kreatif Ana. Kalau banyak komentar, semangat menggebu-gebu untuk menulis lebih banyak. Kalau dari keluarga tidak ada yang fokus menulis. Kadang ditegur kalau sering menulis. ”Kadang juga ditanya, apa gak capek?”

”Saya (menulis) bukan karena soal penghasilan. Tapi, bagaimana fokus menuangkan imajinasi dan mengajak orang yang masuk pada cerita novel yang saya tulis,” tutupnya.

Khanza Nabila, salah satu penggemar Ana, tidak menyangka novel yang dirinya baca adalah karya orang desa. Dia menyukai novel karya Angel El-Cheried. ”Setelah itu saya selalu update membaca karyanya,” ucap vokalis itu.

- Advertisement -

SAMPANG – Perempuan bernama lengkap Syarifah Wardatul Hasanah Cheried atau Srf. Wardatul Hasanah Ch. ini bukan keturunan keluarga penulis. Tapi, perempuan yang biasa dipanggil Ana itu lihai merangkai cerita. Novel pertama yang ditelurkan berjudul Misteri Rumah Tua Berdarah.

Saat itu dia masih kelas 5 SDN Tambelangan 1. Saat itu dia selalu ikut lomba karya tulis. Pada 2004 dia melanjutkan pendidikan ke MTs Darwa, Ambunten, Sumenep, hingga lulus 2008.

Ketika duduk di bangku SMKN 1 Tambelangan banyak apresiasi dari guru dan teman-temannya. Sementara kondisi kesehatan Ana mulai terganggu sejak kelas 2 SMK. Oleh dokter tidak diperbolehkan kelelahan. Dia divonis mengidap kanker getah bening. Tapi, semangat untuk berkarya tidak pernah kendur.


Setelah itu, dia melanjutkan studi ke STAIN Pamekasan. Karena kondisi kesehatan terus melemah, dia pindah ke STAI Al-Hamidiyah (Stamidiya) Konang, Bangkalan.

Perempuan yang berulang tahun tiap 29 Oktober itu tak ingin melewatkan kelebat setiap inspirasi. Dia mencatatnya di buku tulis. Karena itu, pergi ke mana pun selalu membawa catatan. Awalnya, hasil karangannya tidak mau dicetak. Hanya menulis di buku tulis dan laptop.

Nah, sejak akhir 2015 bergabung di salah satu aplikasi Wattpad. Ana tambah semangat berkarya. Dalam sehari bisa menulis dua judul novel atau 2.500–3.000 karakter. Beberapa karyanya antara lain Mr. Elegant, The Lord N series, Soul Horror series, Note Of Memories, dan Princes Blue Safir (PBS). PBS sudah beredar di Gramedia beberapa minggu lalu.

”Alhamdulillah, semua karangan saya banyak ditawarkan oleh penerbit ternama. Biasanya sulit lho. Saya hanya ingin terus berkarya. Saya juga ingin mengajak generasi muda untuk meningkatkan minat baca dan menulis. Karena di Madura, khususnya Sampang, sudah minim,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura di Desa/Kecamatan Tambelangan, Sampang, Sabtu (22/7).

Baca Juga :  Pelecehan Seksual Kian Marak, Mahasiswa Psikologi Edukasi Anak SD

Novel lain yang telah digarap adalah The Angel’s Husband, I love You, Soul Horror 2, dan BAH. Paling tebal dan lama Mr. Elegant. Hampir 1.000 halaman. Karya pertama yang naik cetak ini digarap sekitar dua bulan.

Paling tipis dan cepat selesai Note of Memories. Hanya 200 halaman dikerjakan 1,3 bulan.  Prince Blue Safir dan The Black Shadow hasil tahun ini. Yang lain terbit 2016. ”Ada fantasi, horor, roman, religi, science fiction, teenlit, dan misteri,” jelas gadis yang saat itu berkerudung hitam itu.

The Black Shadow merupakan karya roman fantasi. Novel ini menceritakan tokoh Vallen yang memiliki karakter kejam, dingin, keras atau psikopat. Sedangkan tokoh Alice seolah-olah setia, pengorbanannya sangat besar karena ketulusan untuk mencintai Vallen.

”Mungkinkah rumah tangga mereka bertahan? Baca saja novelnya,” pancing Ana ketika diminta menceritakan salah satu isi novelnya.

Ana juga sering mengisi official account (OA) di grup kepenulisan. Dia tetap semangat dan tidak ingin menampakkan kepada orang lain bahwa dirinya sedang sakit. ”Saya menulis bukan hobi, tapi suka. Makanya, saya sering menulis meskipun sakit,” ucapnya.

Selama ini dia tidak menunjukkan profil asli. Bahkan, nama penulis yang tertera di novelnya bukan Syarifah Wardatul Hasanah Cheried atau Srf. Wardatul Hasanah Ch. Di buku-buku itu tercantum nama Angel El-Cheried.

Dia juga tidak menyebutkan daerah asal dan wajahnya. Karena itu, banyak penggemar penasaran ingin bertemu. Cuma kondisi kesehatan yang membuatnya harus meminta maaf.

Baca Juga :  Dishub Pastikan Tambatan Perahu Dianggarkan 2018

”Penggemar dan pembaca tahunya hanya Angel. Entah perempuan atau laki-laki. Ada pembaca yang mengira saya dari luar negeri. Padahal dari desa di Sampang,” ceritanya lantas tertawa.

Ana merupakan sareyang empat bersaudara pasangan Habib Mustofa El-Cheried dan Zulaiha Assegaf. Tidak ada kata lelah selama menekuni dunia tulis-menulis.

Soal nama pena, pernah akan menggunakan Annamus Cheried. Singkatan dari Anna Mustofa. ”Angel adalah malaikat, kata pembaca. Sedangkan Cheried nama keluarga dari abi,” tutur Ana.

Dia mengaku beberapa judul novelnya berbahasa Inggris. Kebanyakan pembaca dari  luar Madura. Sedangkan karya berjudul berbahasa Indonesia Di Persimpangan Cinta dan Iman sudah dicetak. Tinggal menunggu waktu terbit.

Suatu ketika keluarganya mengaku bangga. Bahkan, mereka tidak pernah menyangka Ana bisa menulis cerita. Sebab, dia merupakan pribadi tertutup. Karena itu, dia membiarkan keluarga tahu sendiri tanpa diberi tahu.

Pembaca menjadi bagian terpenting dalam proses kreatif Ana. Kalau banyak komentar, semangat menggebu-gebu untuk menulis lebih banyak. Kalau dari keluarga tidak ada yang fokus menulis. Kadang ditegur kalau sering menulis. ”Kadang juga ditanya, apa gak capek?”

”Saya (menulis) bukan karena soal penghasilan. Tapi, bagaimana fokus menuangkan imajinasi dan mengajak orang yang masuk pada cerita novel yang saya tulis,” tutupnya.

Khanza Nabila, salah satu penggemar Ana, tidak menyangka novel yang dirinya baca adalah karya orang desa. Dia menyukai novel karya Angel El-Cheried. ”Setelah itu saya selalu update membaca karyanya,” ucap vokalis itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/