alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Sebelas Ribu Warga Sampang Menganggur

SAMPANG – Jumlah pengangguran di Sampang masih tinggi. Hingga saat ini, terdapat 11 ribu warga yang tidak memiliki pekerjaan. Hal itu menjadi tugas penting bagi dinas koperasi usaha mikro dan tenaga kerja (diskumnaker).

Bupati Sampang Slamet Junaidi meminta diskumnaker memaksimalkan job fair untuk menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya. Job fair dilaksanakan dari tahun lalu. Tahun ini diskumnaker kembali mengajukan. ”Kesempatan ini harus benar-benar dimaksimalkan untuk menyerap tenaga kerja,” katanya kemarin (26/6).

Bupati meminta data perusahaan yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut untuk mengetahui potensi peluang kesempatan kerja di perusahaan-perusahaan yang mengikuti job fair. Pihaknya juga akan memantau perkembangan tenaga kerja yang direkrut oleh masing-masing perusahaan.

Dengan begitu, pihaknya bisa mengetahui nasib tenaga kerja yang sudah mendapatkan pekerjaan. ”Kami akan evaluasi, berapa tenaga yang terserap dan berapa perusahaan yang terlibat. Kemudian akan disesuaikan dengan anggaran yang dikeluarkan. Kami akan terus berupaya bagaimana mengurangi tingkat pengangguran,” ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan Warga Sampang Masih Terpasung

Plt Kepala Diskumnaker Sampang Choirul Anwar menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa perusahaan terkait pelaksanaan job fair. Kegiatan tersebut akan digelar pada 17 dan 18 Juli mendatang. Terdapat 32 perusahaan yang terdaftar.

Pihaknya terus berusaha menyasar perusahaan-perusahaan besar di Nusantara. Kemungkinan, jumlah perusahaan bisa meningkat. Perusahaan yang ikut bermacam-macam. Ada yang bergerak di bidang garmen, produksi, jasa keuangan, jasa tenaga kerja, perdagangan, dan lembaga keuangan. ”Kami mengupayakan agar perusahaan-perusahaan besar juga ikut dalam kegiatan ini,” tuturnya.

Dalam job fair kali ini, pihaknya memiliki target tenaga kerja yang harus terserap. Namun, jumlahnya jauh di bawah pengangguran terbuka yang mencapai 11 ribu orang. Target serapan tenaga kerja hanya 600 orang.

Baca Juga :  Bawa SS, Warga Sampang Dicokok

Hal itu bergantung pada kebutuhan perusahaan dan kondisi riil. Jumlah perusahaan dengan pencari kerja ada kesesuaian, baik dari keterampilan dan persyaratan. Keinginan perusahaan dengan pencari kerja harus seimbang.

”Berdasarkan realisasi tahun lalu kami menargetkan minimal 600 pekerja bisa terserap tahun ini. Kalau bisa lebih, kami bersyukur. Makanya, kesiapan dari pencari kerja juga penting agar bisa memenuhi kebutuhan dari perusahaan,” tandasnya. (bil)

SAMPANG – Jumlah pengangguran di Sampang masih tinggi. Hingga saat ini, terdapat 11 ribu warga yang tidak memiliki pekerjaan. Hal itu menjadi tugas penting bagi dinas koperasi usaha mikro dan tenaga kerja (diskumnaker).

Bupati Sampang Slamet Junaidi meminta diskumnaker memaksimalkan job fair untuk menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya. Job fair dilaksanakan dari tahun lalu. Tahun ini diskumnaker kembali mengajukan. ”Kesempatan ini harus benar-benar dimaksimalkan untuk menyerap tenaga kerja,” katanya kemarin (26/6).

Bupati meminta data perusahaan yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut untuk mengetahui potensi peluang kesempatan kerja di perusahaan-perusahaan yang mengikuti job fair. Pihaknya juga akan memantau perkembangan tenaga kerja yang direkrut oleh masing-masing perusahaan.


Dengan begitu, pihaknya bisa mengetahui nasib tenaga kerja yang sudah mendapatkan pekerjaan. ”Kami akan evaluasi, berapa tenaga yang terserap dan berapa perusahaan yang terlibat. Kemudian akan disesuaikan dengan anggaran yang dikeluarkan. Kami akan terus berupaya bagaimana mengurangi tingkat pengangguran,” ujarnya.

Baca Juga :  Curi Motor di Pamekasan, Polisi Sergap Warga Sampang

Plt Kepala Diskumnaker Sampang Choirul Anwar menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa perusahaan terkait pelaksanaan job fair. Kegiatan tersebut akan digelar pada 17 dan 18 Juli mendatang. Terdapat 32 perusahaan yang terdaftar.

Pihaknya terus berusaha menyasar perusahaan-perusahaan besar di Nusantara. Kemungkinan, jumlah perusahaan bisa meningkat. Perusahaan yang ikut bermacam-macam. Ada yang bergerak di bidang garmen, produksi, jasa keuangan, jasa tenaga kerja, perdagangan, dan lembaga keuangan. ”Kami mengupayakan agar perusahaan-perusahaan besar juga ikut dalam kegiatan ini,” tuturnya.

Dalam job fair kali ini, pihaknya memiliki target tenaga kerja yang harus terserap. Namun, jumlahnya jauh di bawah pengangguran terbuka yang mencapai 11 ribu orang. Target serapan tenaga kerja hanya 600 orang.

Baca Juga :  Caleg Ngaku Dibacok Tetangga

Hal itu bergantung pada kebutuhan perusahaan dan kondisi riil. Jumlah perusahaan dengan pencari kerja ada kesesuaian, baik dari keterampilan dan persyaratan. Keinginan perusahaan dengan pencari kerja harus seimbang.

”Berdasarkan realisasi tahun lalu kami menargetkan minimal 600 pekerja bisa terserap tahun ini. Kalau bisa lebih, kami bersyukur. Makanya, kesiapan dari pencari kerja juga penting agar bisa memenuhi kebutuhan dari perusahaan,” tandasnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/