alexametrics
24.6 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Pasar Hewan Aeng Sareh Digerojok Rp 872,5 Juta

SAMPANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang mengalokasikan dana cukup besar untuk Pasar Hewan Aeng Sareh. Pasar di Desa Aeng Sareh, Kecamatan Sampang tersebut digerojok Rp 872.500.000.

Dana itu awalnya untuk pembangunan pagar, kios, dan los. Itu bisa dilihat di daftar paket pembangunan yang diunggah di laman sistem informasi rencana umum pengadaan lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah (SIRUP-LKPP). Sesuai di laman tersebut mestinya sejak Mei 2019 proyek tersebut sudah digelar. Tapi, sampai saat ini anggaran tersebut belum terealisasi. Proses pelelangannya pun belum dilakukan. Bentuk kegiatan di Pasar Hewan Aeng Sareh juga akan mengalami perubahan. Jika awalnya akan dibangun pagar, kios, dan los, belakangan diubah oleh disperdagprin menjadi proyek pemasangan paving. Hal itu disampaikan Kabid Pengelolaan Pasar Disperdagprin Sampang Sapta N. Ramlan kemarin (26/6). Menurut Sapta, anggaran Rp 872,5 juta itu akan dimasukkan dalam kegiatan mendahului perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2019. Namun pihaknya belum bisa memastikan proyek tersebut kapan akan dilaksanakan. Sebab, hingga saat ini belum ada petunjuk dari bagian pembangunan setkab. ”Kami belum bisa menentukan kapan akan digelar kegiatannya. Kata bagian pembangunan suruh nunggu dulu,” jelasnya. Perubahan kegiatan dari pagar menjadi pemasangan paving karena disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Saat musim hujan awal tahun lalu, kondisi di pasar tersebut sangat becek. Karena itulah, pemerintah berinisiatif untuk melakukan perubahan kegiatan. ”Para pedagang di sana juga mengeluh karena lokasinya becek saat musim penghujan,” tambahnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan Pasar Hewan Aeng Sareh becek. Salah satunya yakni karena lokasi pasar lebih rendah dari jalan raya. Akibatnya, air yang di jalan raya langsung masuk dan menggenang di lokasi tempat penjualan hewan. ”Karena itulah, di sana nanti akan dipaving biar kalau musim penghujan tidak becek,” imbuhnya. Rencana pembangunan paving ini mendapat respons positif dari pedagang. Salah seorang pedagang hewan ternak Sarif Hidayatullah menyambut baik bila Pasar Aeng Sareh dipaving. Sebab kondisinya memang becek ketika turun hujan. ”Banyak pedagang yang enggan masuk ke dalam saat musim hujan,” katanya.

Baca Juga :  Baru 38 Produk IKM Masuk Pemasaran Digital

- Advertisement -

SAMPANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang mengalokasikan dana cukup besar untuk Pasar Hewan Aeng Sareh. Pasar di Desa Aeng Sareh, Kecamatan Sampang tersebut digerojok Rp 872.500.000.

Dana itu awalnya untuk pembangunan pagar, kios, dan los. Itu bisa dilihat di daftar paket pembangunan yang diunggah di laman sistem informasi rencana umum pengadaan lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah (SIRUP-LKPP). Sesuai di laman tersebut mestinya sejak Mei 2019 proyek tersebut sudah digelar. Tapi, sampai saat ini anggaran tersebut belum terealisasi. Proses pelelangannya pun belum dilakukan. Bentuk kegiatan di Pasar Hewan Aeng Sareh juga akan mengalami perubahan. Jika awalnya akan dibangun pagar, kios, dan los, belakangan diubah oleh disperdagprin menjadi proyek pemasangan paving. Hal itu disampaikan Kabid Pengelolaan Pasar Disperdagprin Sampang Sapta N. Ramlan kemarin (26/6). Menurut Sapta, anggaran Rp 872,5 juta itu akan dimasukkan dalam kegiatan mendahului perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2019. Namun pihaknya belum bisa memastikan proyek tersebut kapan akan dilaksanakan. Sebab, hingga saat ini belum ada petunjuk dari bagian pembangunan setkab. ”Kami belum bisa menentukan kapan akan digelar kegiatannya. Kata bagian pembangunan suruh nunggu dulu,” jelasnya. Perubahan kegiatan dari pagar menjadi pemasangan paving karena disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Saat musim hujan awal tahun lalu, kondisi di pasar tersebut sangat becek. Karena itulah, pemerintah berinisiatif untuk melakukan perubahan kegiatan. ”Para pedagang di sana juga mengeluh karena lokasinya becek saat musim penghujan,” tambahnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan Pasar Hewan Aeng Sareh becek. Salah satunya yakni karena lokasi pasar lebih rendah dari jalan raya. Akibatnya, air yang di jalan raya langsung masuk dan menggenang di lokasi tempat penjualan hewan. ”Karena itulah, di sana nanti akan dipaving biar kalau musim penghujan tidak becek,” imbuhnya. Rencana pembangunan paving ini mendapat respons positif dari pedagang. Salah seorang pedagang hewan ternak Sarif Hidayatullah menyambut baik bila Pasar Aeng Sareh dipaving. Sebab kondisinya memang becek ketika turun hujan. ”Banyak pedagang yang enggan masuk ke dalam saat musim hujan,” katanya.

Baca Juga :  Hanya Satu Pasar yang Terapkan E-Retribusi

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/