alexametrics
21.2 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Terkendala Anggaran, Satu Puskesmas Belum Dilengkapi IPAL

SAMPANG – Instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) menjadi salah satu syarat untuk akreditasi puskesmas. Jika tidak memiliki IPAL, puskesmas tersebut tidak bisa mengikuti akreditasi. Sayangnya, tidak semua puskesmas di Sampang memilikinya.

Plt Kepala Dinkes Sampang Agus Mulyadi menyatakan, sampai saat ini baru 21 puskesmas yang memiliki IPAL. Di Kota Bahari total ada 22 puskesmas. Dengan demikian, tersisa satu puskesmas yang tidak dilengkapi IPAL.

Yang belum memiliki IPAL, menurut dia, saat ini hanya Puskesmas Mandangin. Puskesmas tersebut, kata dia, baru dibangun tahun lalu. Dengan demikian, fasilitas yang dibutuhkan belum lengkap secara keseluruhan.

”Dari 22 puskesmas, hanya Puskesmas Mandangin yang tidak punya IPAL,” kata Agus Mulyadi kemarin (26/5). ”Itu kan baru kemarin diresmikan,” tegasnya.

Baca Juga :  Rp 26 M untuk Empat Puskesmas

Pihaknya menargetkan, pada 2020 semua puskesmas punya IPAL. Sebab, IPAL menjadi syarat akreditasi puskesmas. Dinkes menginginkan layanan kesehatan di wilayah Sampang berjalan dengan baik dan optimal.

Ditanya mengapa masih menunggu tahun depan? Alasannya, tahun ini anggarannya terbatas. Karena itu, pihaknya masih perlu menunggu anggaran tahun depan agar semua puskesmas bisa dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai.

Pekerjaan tahun depan bukan hanya soal IPAL. Banyak puskesmas yang belum dilengkapi sarana penunjang. Salah satunya, Puskesmas Camplong yang sampai hari ini belum dilengkapi pagar. Termasuk, halaman puskesmas itu juga belum dipaving.

Namun, semuanya bergantung anggaran. Seandainya anggaran tahun ini memadai, semua kebutuhan kesehatan akan dipenuhi. Tetapi karena pembangunan bukan hanya urusan kesehatan, pemkab perlu membagi anggaran ke instansi lain. ”Ya bertahap lah. Kita kedepankan dulu yang prioritas,” tukasnya. 

Baca Juga :  Pemasangan PJU di Tujuh Kecamatan Belum Dilelang

 

SAMPANG – Instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) menjadi salah satu syarat untuk akreditasi puskesmas. Jika tidak memiliki IPAL, puskesmas tersebut tidak bisa mengikuti akreditasi. Sayangnya, tidak semua puskesmas di Sampang memilikinya.

Plt Kepala Dinkes Sampang Agus Mulyadi menyatakan, sampai saat ini baru 21 puskesmas yang memiliki IPAL. Di Kota Bahari total ada 22 puskesmas. Dengan demikian, tersisa satu puskesmas yang tidak dilengkapi IPAL.

Yang belum memiliki IPAL, menurut dia, saat ini hanya Puskesmas Mandangin. Puskesmas tersebut, kata dia, baru dibangun tahun lalu. Dengan demikian, fasilitas yang dibutuhkan belum lengkap secara keseluruhan.


”Dari 22 puskesmas, hanya Puskesmas Mandangin yang tidak punya IPAL,” kata Agus Mulyadi kemarin (26/5). ”Itu kan baru kemarin diresmikan,” tegasnya.

Baca Juga :  Aktivitas Reklamasi Serobot Lahan Negara

Pihaknya menargetkan, pada 2020 semua puskesmas punya IPAL. Sebab, IPAL menjadi syarat akreditasi puskesmas. Dinkes menginginkan layanan kesehatan di wilayah Sampang berjalan dengan baik dan optimal.

Ditanya mengapa masih menunggu tahun depan? Alasannya, tahun ini anggarannya terbatas. Karena itu, pihaknya masih perlu menunggu anggaran tahun depan agar semua puskesmas bisa dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai.

Pekerjaan tahun depan bukan hanya soal IPAL. Banyak puskesmas yang belum dilengkapi sarana penunjang. Salah satunya, Puskesmas Camplong yang sampai hari ini belum dilengkapi pagar. Termasuk, halaman puskesmas itu juga belum dipaving.

Namun, semuanya bergantung anggaran. Seandainya anggaran tahun ini memadai, semua kebutuhan kesehatan akan dipenuhi. Tetapi karena pembangunan bukan hanya urusan kesehatan, pemkab perlu membagi anggaran ke instansi lain. ”Ya bertahap lah. Kita kedepankan dulu yang prioritas,” tukasnya. 

Baca Juga :  Pemasangan PJU di Tujuh Kecamatan Belum Dilelang

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/