alexametrics
28.5 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

Revitalisasi Pasar Belum Terlaksana

SAMPANG – Pasar Krampon dan Pasar Torjun, Kecamatan Torjun, masuk daftar revitalisasi tahun ini. Anggaran yang dialokasikan Rp 2,2 miliar dari dana alokasi khusus (DAK). Namun, program Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagprin) Sampang itu belum terlaksana hingga Sabtu (26/5).

Kasi Pengawasan Pasar Disperdagprin Sampang Damanhuri mengatakan, sejatinya  revitalisasi dua pasar sudah harus terlaksana bulan ini. Sebab, pertengahan Juni serapan anggaran harus sudah 25 persen. Namun, hingga saat ini program tersebut belum dilelang.

Anggaran itu dibagi menjadi dua. Pengerjaan Pasar Krampon Rp 395 juta. Sedangkan Pasar Torjun Rp 1,9 miliar. Berkas lelang sudah dilengkapi. Namun, Damanhuri mengaku tidak kendala hingga program itu belum dilelang.

Baca Juga :  Dipotong hingga Rp 1 Juta Per KPM

”Secara teknis, kami sudah siap melaksanakan program tersebut. Tapi, program tidak akan pernah bisa dimulai jika lelang belum dilakukan,” ucapnya.

Program revitalisasi tersebut bertujuan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas pasar agar lebih baik. Baik dari kondisi infrastruktur maupun lingkungan pasar.

Dengan begitu, pedagang dan pengunjung pasar lebih aman dan nyaman saat melakukan aktivitas jual beli. ”Secara bertahap, kami akan melakukan program renovasi atau perbaikan di semua pasar tradisional di Sampang. Agar pasar bisa semakin maju dan bersaing dengan pasar modern,” katanya.

Kabag Pembangunan Setkab Sampang Ach. Hafi belum bisa dimintai keterangan terkait proses lelang program tersebut. Nomor telepon yang biasa digunakan juga tidak aktif.

Baca Juga :  Program Pokir di Dishub Berjalan 50 Persen

SAMPANG – Pasar Krampon dan Pasar Torjun, Kecamatan Torjun, masuk daftar revitalisasi tahun ini. Anggaran yang dialokasikan Rp 2,2 miliar dari dana alokasi khusus (DAK). Namun, program Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagprin) Sampang itu belum terlaksana hingga Sabtu (26/5).

Kasi Pengawasan Pasar Disperdagprin Sampang Damanhuri mengatakan, sejatinya  revitalisasi dua pasar sudah harus terlaksana bulan ini. Sebab, pertengahan Juni serapan anggaran harus sudah 25 persen. Namun, hingga saat ini program tersebut belum dilelang.

Anggaran itu dibagi menjadi dua. Pengerjaan Pasar Krampon Rp 395 juta. Sedangkan Pasar Torjun Rp 1,9 miliar. Berkas lelang sudah dilengkapi. Namun, Damanhuri mengaku tidak kendala hingga program itu belum dilelang.

Baca Juga :  Sembilan Kades Dijabat Pj


”Secara teknis, kami sudah siap melaksanakan program tersebut. Tapi, program tidak akan pernah bisa dimulai jika lelang belum dilakukan,” ucapnya.

Program revitalisasi tersebut bertujuan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas pasar agar lebih baik. Baik dari kondisi infrastruktur maupun lingkungan pasar.

Dengan begitu, pedagang dan pengunjung pasar lebih aman dan nyaman saat melakukan aktivitas jual beli. ”Secara bertahap, kami akan melakukan program renovasi atau perbaikan di semua pasar tradisional di Sampang. Agar pasar bisa semakin maju dan bersaing dengan pasar modern,” katanya.

Kabag Pembangunan Setkab Sampang Ach. Hafi belum bisa dimintai keterangan terkait proses lelang program tersebut. Nomor telepon yang biasa digunakan juga tidak aktif.

Baca Juga :  Program Pokir di Dishub Berjalan 50 Persen

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/