alexametrics
21 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Larangan Satpol PP Tak Bertaji, Marak Warung Buka Siang Hari

SAMPANG – Beberapa hari menjelang Ramadan, Satpol PP Sampang telah melakukan razia ke sejumlah warung makan di Terminal Trunojoyo. Dalam kegiatan tersebut, penegak peraturan daerah (perda) melarang pemilik warung buka siang selama bulan puasa. Namun, larangan itu tidak digubris. Mereka tetap melayani pembeli.

Mulai pagi hingga sore rata-rata warung tetap buka. Mereka memasang kelambu di bagian depan sebagai penutup. Sementara satpol PP juga belum melakukan penyisiran ke lokasi.

Anggota Komisi I DPRD Sampang Agus Husnul Yakin mengatakan, kinerja satpol PP belum maksimal mengawasi dan menindak warung makan. Operasi hanya dilakukan menjelang puasa. Sementara, pada saat bulan puasa tidak pernah dilakukan.

Meskipun sampai sekarang belum ada peraturan khusus yang melarang warung buka siang di bulan puasa, bukan berarti aktivitas tersebut dilegalkan. Satpol PP tetap harus aktif melaksanakan pengawasan.

Baca Juga :  Hadiah Utama BRI Simpedes 1 Unit Mobil

 Apalagi, kata Agus, sebelumnya pemkab, polisi, dan ulama di Kota Bahari sudah mengeluarkan instruksi dan larangan sejumlah aktivitas selama bulan puasa. Salah satunya, melarang warung makan buka siang. ”Kami minta agar selama bulan satpol PP intens melakukan pengawasan dan penyisiran ke semua lokasi. Jangan hanya selalu menunggu laporan masyarakat. Apalagi untuk giat operasi sudah dianggarkan,” katanya.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang Chairijah mengaku belum mengetahui warung makan buka siang. Pihaknya mengklaim sudah menyebarkan pengumuman kepada pemilik warung di terminal dan pedagang kaki lima (PKL) agar tidak berjualan.

Chairijah berjanji segera melakukan operasi. Namun, pihaknya tidak akan langsung menyita barang makanan yang dijual. Melainkan hanya membuka kelambu yang digunakan sebagai penutup.

Baca Juga :  Lima Warga Sumenep Mengemis di Sampang, Ini Yang Dilakukan Satpol PP

”Menindak dengan menyita barang dagangan kurang efektif. Kami hanya membuka kelambunya agar masyarakat yang menilai bagaimana moral pemilik warung dan warga yang makan di situ,” tukasnya.

SAMPANG – Beberapa hari menjelang Ramadan, Satpol PP Sampang telah melakukan razia ke sejumlah warung makan di Terminal Trunojoyo. Dalam kegiatan tersebut, penegak peraturan daerah (perda) melarang pemilik warung buka siang selama bulan puasa. Namun, larangan itu tidak digubris. Mereka tetap melayani pembeli.

Mulai pagi hingga sore rata-rata warung tetap buka. Mereka memasang kelambu di bagian depan sebagai penutup. Sementara satpol PP juga belum melakukan penyisiran ke lokasi.

Anggota Komisi I DPRD Sampang Agus Husnul Yakin mengatakan, kinerja satpol PP belum maksimal mengawasi dan menindak warung makan. Operasi hanya dilakukan menjelang puasa. Sementara, pada saat bulan puasa tidak pernah dilakukan.


Meskipun sampai sekarang belum ada peraturan khusus yang melarang warung buka siang di bulan puasa, bukan berarti aktivitas tersebut dilegalkan. Satpol PP tetap harus aktif melaksanakan pengawasan.

Baca Juga :  Lima Warga Sumenep Mengemis di Sampang, Ini Yang Dilakukan Satpol PP

 Apalagi, kata Agus, sebelumnya pemkab, polisi, dan ulama di Kota Bahari sudah mengeluarkan instruksi dan larangan sejumlah aktivitas selama bulan puasa. Salah satunya, melarang warung makan buka siang. ”Kami minta agar selama bulan satpol PP intens melakukan pengawasan dan penyisiran ke semua lokasi. Jangan hanya selalu menunggu laporan masyarakat. Apalagi untuk giat operasi sudah dianggarkan,” katanya.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang Chairijah mengaku belum mengetahui warung makan buka siang. Pihaknya mengklaim sudah menyebarkan pengumuman kepada pemilik warung di terminal dan pedagang kaki lima (PKL) agar tidak berjualan.

Chairijah berjanji segera melakukan operasi. Namun, pihaknya tidak akan langsung menyita barang makanan yang dijual. Melainkan hanya membuka kelambu yang digunakan sebagai penutup.

Baca Juga :  Rekrutmen CPNS Tunggu Juknis Kemen PAN-RB

”Menindak dengan menyita barang dagangan kurang efektif. Kami hanya membuka kelambunya agar masyarakat yang menilai bagaimana moral pemilik warung dan warga yang makan di situ,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/