alexametrics
20.7 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Siapkan Rp 1,6 M untuk Pengembangan Sarpras Wisata

SAMPANG – Kabupaten Sampang sudah menetapkan empat destinasi wisata yang masuk dalam program Visit Madura. Anggaran yang disiapkan untuk menunjang sarana prasarana (sarpras) tersebut sebesar Rp 1,6 miliar. Sayangnya, disporabudpar belum mempunyai konsep yang matang untuk menyambut Visit Madura tersebut.

Disporabudpar Sampang menyebut, ada empat lokasi wisata di Kota Bahari yang masuk dalam program Visit Madura. Yakni, wisata Hutan Kera Nepa di Kecamatan Banyuates, Air Terjun Toroan di Kecamatan Ketapang, Pantai Lon Malang di Kecamatan Sokobanah, dan Makam Rato Ebu di Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang.

Disporabudpar menyiapkan anggaran Rp 1,6 miliar untuk program pengembangan sarpras di tempat wisata tersebut. Dana tersebut ditentukan dari hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kecamatan dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013–2018 pada sektor pariwisata.

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo mengatakan, program Visit Madura merupakan program jangka panjang yang akan melibatkan empat kabupaten di Pulau Garam. Mulai Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep.

Baca Juga :  Pemkab-Kejari Bersinergi Sukseskan Vaksinasi Pesantren

Pihaknya tidak menampik jika hingga saat ini belum mempunyai konsep matang untuk menyambut program tersebut. Sejauh ini pihaknya masih fokus pada perencanaan sekretariat bersama (Sekber). ”Karena Sampang ditetapkan sebagai pusat Sekber penyelenggaraan Visit Madura,” ucapnya Senin (26/2).

Menurut dia, daerah yang sudah siap menyambut Visit Madura baru Kabupaten Sumenep. Tiga kabupaten lain termasuk Sampang lebih konsentrasi untuk segera mengembangkan infrastruktur penunjang di sejumlah lokasi wisata.

”Sebelum menentukan konsep yang akan ditonjolkan dari wisata, ketersediaan fasilitas dan infrastruktur harus lengkap,” katanya.

Pada 2019 mendatang, Sekber Madura akan menyusun sejumlah program kerja sama yang dibentuk destinasi wisata, kalender wisata, event, dan pameran wisata. Dengan demikian, tempat wisata yang ada bisa menarik untuk dikunjungi.

Baca Juga :  Tak Bisa Nyoblos di TPS Asal, Jangan Cemas. Ini yang Harus Dilakukan

Program Visit Madura, kata Aji Waluyo, bertujuan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Selain itu juga mendorong perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi wisata.

Hanya, pihaknya mengaku kesulitan mencari mitra dari kalangan masyarakat untuk  menjalankan program pengembangan wisata. ”Sebagian kalangan masyarakat belum setuju jika wisata tersebut dimasukkan ke Visit Madura. Mereka khawatir nantinya budaya lokal akan terpengaruh budaya yang dibawa pengunjung,” tambahnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana mengatakan, untuk menyukseskan program Visit Madura, perlu adanya dukungan dari semua elemen, baik pemerintah dan masyarakat. Sebab program tersebut untuk kepentingan bersama.

”Kalau pemerintah dan masyarakat bisa kompak, pengembangan wisata di Kota Bahari bisa berjalan maksimal. Suksesi Visit Madura merupakan tanggung jawab bersama,” terangnya.  

 

SAMPANG – Kabupaten Sampang sudah menetapkan empat destinasi wisata yang masuk dalam program Visit Madura. Anggaran yang disiapkan untuk menunjang sarana prasarana (sarpras) tersebut sebesar Rp 1,6 miliar. Sayangnya, disporabudpar belum mempunyai konsep yang matang untuk menyambut Visit Madura tersebut.

Disporabudpar Sampang menyebut, ada empat lokasi wisata di Kota Bahari yang masuk dalam program Visit Madura. Yakni, wisata Hutan Kera Nepa di Kecamatan Banyuates, Air Terjun Toroan di Kecamatan Ketapang, Pantai Lon Malang di Kecamatan Sokobanah, dan Makam Rato Ebu di Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang.

Disporabudpar menyiapkan anggaran Rp 1,6 miliar untuk program pengembangan sarpras di tempat wisata tersebut. Dana tersebut ditentukan dari hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kecamatan dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013–2018 pada sektor pariwisata.


Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo mengatakan, program Visit Madura merupakan program jangka panjang yang akan melibatkan empat kabupaten di Pulau Garam. Mulai Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep.

Baca Juga :  Siap-Siap! Pemkab Akan Merampingkan Struktur OPD, Ini Pertimbangannya

Pihaknya tidak menampik jika hingga saat ini belum mempunyai konsep matang untuk menyambut program tersebut. Sejauh ini pihaknya masih fokus pada perencanaan sekretariat bersama (Sekber). ”Karena Sampang ditetapkan sebagai pusat Sekber penyelenggaraan Visit Madura,” ucapnya Senin (26/2).

Menurut dia, daerah yang sudah siap menyambut Visit Madura baru Kabupaten Sumenep. Tiga kabupaten lain termasuk Sampang lebih konsentrasi untuk segera mengembangkan infrastruktur penunjang di sejumlah lokasi wisata.

”Sebelum menentukan konsep yang akan ditonjolkan dari wisata, ketersediaan fasilitas dan infrastruktur harus lengkap,” katanya.

- Advertisement -

Pada 2019 mendatang, Sekber Madura akan menyusun sejumlah program kerja sama yang dibentuk destinasi wisata, kalender wisata, event, dan pameran wisata. Dengan demikian, tempat wisata yang ada bisa menarik untuk dikunjungi.

Baca Juga :  Pemkab-Kejari Bersinergi Sukseskan Vaksinasi Pesantren

Program Visit Madura, kata Aji Waluyo, bertujuan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Selain itu juga mendorong perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi wisata.

Hanya, pihaknya mengaku kesulitan mencari mitra dari kalangan masyarakat untuk  menjalankan program pengembangan wisata. ”Sebagian kalangan masyarakat belum setuju jika wisata tersebut dimasukkan ke Visit Madura. Mereka khawatir nantinya budaya lokal akan terpengaruh budaya yang dibawa pengunjung,” tambahnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana mengatakan, untuk menyukseskan program Visit Madura, perlu adanya dukungan dari semua elemen, baik pemerintah dan masyarakat. Sebab program tersebut untuk kepentingan bersama.

”Kalau pemerintah dan masyarakat bisa kompak, pengembangan wisata di Kota Bahari bisa berjalan maksimal. Suksesi Visit Madura merupakan tanggung jawab bersama,” terangnya.  

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/