alexametrics
21 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Komisi II Sarankan Perbaiki Sistem Pendistribusian Air

SAMPANG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang perlu memperbaiki pengelolaan sistem distribusi air ke sambungan rumah (SR) pelanggan. Sebab, selama ini badan usaha milik daerah (BUMD) itu selalu menggunakan sistem jaringan bypass atau langsung.

Sistem bypass justru mengakibatkan pelayanan tak masimal. Tingkat kehilangan air cukup besar. BUMD itu selalu kehilangan air sekitar 1.600 kubik per tahun. Akibatnya, PDAM  mengalami kerugian hingga Rp 5,1 miliar per tahun.

Kabag Hubungan Langganan (Hublang) PDAM Trunojoyo Sampang Yazid Solihin mengakui PDAM tidak menggunakan tandon. Karenanya, jaringan transmisi langsung berfungsi sebagai jaringan distribusi yang mengalirkan ke rumah pelanggan.

”Yang sudah menggunakan tandon hanya pelanggan di Ketapang. Kalau untuk di kota belum ada,” akunya kemarin (26/1).

Penggunaan sistem jaringan tersebut mengakibatkan tingkat kehilangan air cukup tinggi. Apalagi, selama ini banyak sambungan pipa liar. Dampaknya, air yang mengalir ke pelanggan tidak merata.

Baca Juga :  Rumdin Kepala Disperta Terbakar

”Debit air dari sejumlah sumber yang ada cukup banyak. Pipa transmisi tidak bisa diganggu gugat atau digunakan untuk keperluan yang lain,” kata dia.

Sistem pengelolaan yang selama ini diterapkan perlu segera diganti atau diperbarui. PDAM Trunojoyo sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampamg untuk memperbaiki sistem pendistribusian air ke pelanggan. Yakni, dengan memaksimalkan program pemasangan pipa distribusi.

Dengan pemasangan yang tepat sasaran, pendistribusian air kepada pelanggan akan kembali normal. Tingkat kehilangan air juga bisa diminimalkan.

”Selama 2017–2018 kami sudah menertibkan 500 sambungan liar atau tidak terdeteksi. Saat ini, tingkat kehilangan air berkurang, dari 49 persen menjadi 34 persen,” ungkap dia.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin mengatakan, sistem pendistribusian dengan jaringan bypass sudah lama diterapkan PDAM. Sistem tersebut sudah tidak maksimal. Apabila tetap dipertahankan, perusahaan tersebut terus rugi.

Baca Juga :  Puteri Cilik Indonesia Bangga Kenakan Batik Madura

Sebab, selain banyak kehilangan air, pelayanan hanya bisa dirasakan pelanggan yang rumahnya dekat dengan sumber air. Sebaliknya, suplai air ke pelanggan yang berlokasi jauh tidak lancar.

PDAM perlu banyak belajar tentang pengelolaan air ke kabupaten lain yang sudah maju dan maksimal dalam mengelola agar tidak selalu mengalami kerugian. Sistem pendistribusian air ke pelanggan yang selama ini diterapkan harus diperbaiki. Yakni, dengan cara air dari sumber atau pompa pengeboran ditransmisikan ke tandon.

Kemudian, dari tandon tersebut air dialirkan ke pipa distribusi untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan. ”Pelanggan yang tidak menggunakan water meter, jelas penggunaan air tidak bisa diukur. Nah, di situlah sumber kerugian PDAM,” kata dia. 

SAMPANG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang perlu memperbaiki pengelolaan sistem distribusi air ke sambungan rumah (SR) pelanggan. Sebab, selama ini badan usaha milik daerah (BUMD) itu selalu menggunakan sistem jaringan bypass atau langsung.

Sistem bypass justru mengakibatkan pelayanan tak masimal. Tingkat kehilangan air cukup besar. BUMD itu selalu kehilangan air sekitar 1.600 kubik per tahun. Akibatnya, PDAM  mengalami kerugian hingga Rp 5,1 miliar per tahun.

Kabag Hubungan Langganan (Hublang) PDAM Trunojoyo Sampang Yazid Solihin mengakui PDAM tidak menggunakan tandon. Karenanya, jaringan transmisi langsung berfungsi sebagai jaringan distribusi yang mengalirkan ke rumah pelanggan.


”Yang sudah menggunakan tandon hanya pelanggan di Ketapang. Kalau untuk di kota belum ada,” akunya kemarin (26/1).

Penggunaan sistem jaringan tersebut mengakibatkan tingkat kehilangan air cukup tinggi. Apalagi, selama ini banyak sambungan pipa liar. Dampaknya, air yang mengalir ke pelanggan tidak merata.

Baca Juga :  5 Tahun Tak Dipakai, Tandon SPAM Rusak

”Debit air dari sejumlah sumber yang ada cukup banyak. Pipa transmisi tidak bisa diganggu gugat atau digunakan untuk keperluan yang lain,” kata dia.

Sistem pengelolaan yang selama ini diterapkan perlu segera diganti atau diperbarui. PDAM Trunojoyo sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampamg untuk memperbaiki sistem pendistribusian air ke pelanggan. Yakni, dengan memaksimalkan program pemasangan pipa distribusi.

Dengan pemasangan yang tepat sasaran, pendistribusian air kepada pelanggan akan kembali normal. Tingkat kehilangan air juga bisa diminimalkan.

”Selama 2017–2018 kami sudah menertibkan 500 sambungan liar atau tidak terdeteksi. Saat ini, tingkat kehilangan air berkurang, dari 49 persen menjadi 34 persen,” ungkap dia.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin mengatakan, sistem pendistribusian dengan jaringan bypass sudah lama diterapkan PDAM. Sistem tersebut sudah tidak maksimal. Apabila tetap dipertahankan, perusahaan tersebut terus rugi.

Baca Juga :  Puteri Cilik Indonesia Bangga Kenakan Batik Madura

Sebab, selain banyak kehilangan air, pelayanan hanya bisa dirasakan pelanggan yang rumahnya dekat dengan sumber air. Sebaliknya, suplai air ke pelanggan yang berlokasi jauh tidak lancar.

PDAM perlu banyak belajar tentang pengelolaan air ke kabupaten lain yang sudah maju dan maksimal dalam mengelola agar tidak selalu mengalami kerugian. Sistem pendistribusian air ke pelanggan yang selama ini diterapkan harus diperbaiki. Yakni, dengan cara air dari sumber atau pompa pengeboran ditransmisikan ke tandon.

Kemudian, dari tandon tersebut air dialirkan ke pipa distribusi untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan. ”Pelanggan yang tidak menggunakan water meter, jelas penggunaan air tidak bisa diukur. Nah, di situlah sumber kerugian PDAM,” kata dia. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/