Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Metode Pengadaan Konsultan Berbeda, Dishub Pecah Perencanaan PJU, Tapi Pengawasan Dikonsolidasi

A
Penulis: Anis Billah❯
Grafik Pengadaan konsultan perencanaan dan pengawasan PJU 2026.
Grafik Pengadaan konsultan perencanaan dan pengawasan PJU 2026.

Advertisement

SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang terkesan tidak konsisten dalam menentukan metode pengadaan konsultan pada kegiatan pembangunan penerangan jalan umum (PJU) 2026. Pasalnya, metode pengadaan yang diterapkan untuk konsultan perencana dan pengawas tidak sama.

Pada pengadaan konsultan perencana, dishub memecah menjadi empat paket. Sementara, pada pengadaan konsultan pengawas dikonsolidasi menjadi satu paket. Padahal, semula pengadaan konsultan pengawas dipecah menjadi empat paket (selengkapnya lihat grafik).

Kabid Hubungan Darat Khotibul Umam melalui Kasi Teknis Sarana Prasarana Jalan Khoirul menyampaikan, sejak awal pihaknya merencanakan pengadaan konsultan perencana dan pengawas PJU dipecah menjadi empat paket. Belakangan, ada perubahan pada metode pengadaan salah satu paket konsultan.

Advertisement

Paket pengadaan konsultan pengawas dikonsolidasi dari empat menjadi satu kegiatan. Perubahan ini terjadi pada awal Agustus 2026. Saat itu, konsultan perencana sudah ditetapkan untuk menggunakan metode pengadaan langsung.

”Konsolidasi pemaketan jasa konsultan pengawas karena pekerjaannya sama,” katanya Rabu (2/9).

Advertisement

Khairul menjelaskan, kebijakan konsolidasi pamaketan konsultan pengawas bagian dari hasil koordinasi dan evaluasi dari kegiatan tahun lalu. Dia mengeklaim telah melakukan evaluasi sebelum penyusunan dokumen perencanaan.

Dia menyebut, ada imbauan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait proses pengadaan. Di antaranya, KPK menyarankan agar paket yang pekerjaannya sama dikonsolidasikan.

”Kami sudah evaluasi untuk PL (pengadaan langsung) ini. Tapi, perencanaan sudah jalan saat ada imbauan konsolidasi pamekatan ini (konsultan pengawas),” terangnya.

Koordinator Bemsa Sampang Iftitahul Elmy menilai, perubahan pemaketan konsultan pengawas berpotensi berdampak pada kinerja di lapangan. Sebab, bisa mengurangi efektivitas kinerja konsultan pengawas. Apalagi, jumlah lokasi pekerjaan yang akan diawasi mencapai 60 titik.

”Efektivitas dan dampaknya pada akuntabilitas hasil pengawasan, apalagi hanya satu penyedia. Saya kira lebih check and balance ada empat konsultan seperti semula,” tandansya. (ay/bil)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Konsolidasi Paket Pengawasan PJU tanpa Kajian Teknis

Konsolidasi Paket Pengawasan PJU tanpa Kajian Teknis

Menurut Kabid Hubungan Darat Dishub Sampang Khotibul Umam, konsolidasi pemaketan tersebut dipastikan tidak menabrak aturan LKPP. Sebab, telah melalui koordinasi dengan bagian barang dan jasa (barjas).

Mendadak Ubah Paket Pengawasan PJU, Dishub Klaim Sudah Lakukan Kajian Teknis

Mendadak Ubah Paket Pengawasan PJU, Dishub Klaim Sudah Lakukan Kajian Teknis

Kabid Hubungan Darat Dishub Sampang Khotibul Umam mengeklaim, konsolidasi paket konsultan pengawas sebesar Rp 372 juta itu sudah melalui kajian teknis.

Dishub Sampang Ubah Pemaketan Pengawasan PJU,  Klaim Atas Saran dari Barjas

Dishub Sampang Ubah Pemaketan Pengawasan PJU,  Klaim Atas Saran dari Barjas

Dishub Sampang mengubah pemaketan jasa konsultan pengawasan pembangunan penerangan jalan umum (PJU).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer