Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Seniman Sampang Belum Mendapatkan Bantuan Dana Hibah

A
Penulis: Amin Basiri❯
LUWES: Peserta saat menampilkan tari tradisional dari Tim Sanggar Tari Sukma Wijaya di Pendopo Trunojoyo, Sampang, Senin (17/8).
LUWES: Peserta saat menampilkan tari tradisional dari Tim Sanggar Tari Sukma Wijaya di Pendopo Trunojoyo, Sampang, Senin (17/8).

Advertisement

 

SAMPANG, RadarMadura.id – Pengembangan seni tari di Kabupaten Sampang sampai saat ini masih belum optimal. Pasalnya, seniman yang tergabung dalam sanggar itu belum pernah mendapatkan suntikan dana hibah.

Kabid Kebudayaan Disporabudpar Sampang Abdul Basith mengatakan, Pemkab Sampang telah melakukan pembinaan dan memfasilitasi seniman, khususnya seni tari karena sering dilibatkan dalam berbagai event. "Seperti melibatkan mereka dalam combo duk dan mengutus seniman ke sejumlah event di luar kota," katanya.

Advertisement

Selain itu, lanjut dia, fasilitas yang diberikan kepada sanggar tari adalah legalitas berupa nomor induk kesenian (NIK). Setidaknya ada sekitar 25 sanggar yang sudah mengantongi NIK dan menjadi binaan Disporabudpar Sampang.

"Kalau bantuan dana hibah untuk sanggar tari memang belum ada, seharusnya memang ada. Tetapi kondisi fiskal belum memungkinkan," paparnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Budayawan Sampang Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo menyampaikan, atensi dari pemkab terhadap seniman sangat penting. Tidak cukup jika hanya memberikan NIK, namun diharapkan juga ada bantuan dana hibah. Kalau tidak ada anggaran, Pemkab Sampang bisa mengajukan bantuan kepada pusat.

Advertisement

"Tidak semua seniman mapan secara finansial. Oleh karena itu, Pemkab Sampang harus hadir dengan memberikan motivasi berupa bantuan dana hibah. Ada program Dana Indonesiana dari pemerintah pusat yang pernah saya dapatkan, semoga Pemkab Sampang bisa mengusulkannya untuk seniman," tandasnya. (ay/yan)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hibah dari DKPP Sumenep untuk Poktan Sedot Anggaran Rp 7,8 M, Besaran Bantuan Berbeda-beda

Hibah dari DKPP Sumenep untuk Poktan Sedot Anggaran Rp 7,8 M, Besaran Bantuan Berbeda-beda

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menyatakan, hibah yang disiapkan diproyeksikan sebagai bantuan untuk poktan. Namun syaratnya, poktan penerima bantuan harus memiliki sertifikat.

Pencairan Dana Hibah Kelembagaan Di-Pending

Pencairan Dana Hibah Kelembagaan Di-Pending

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos P3A Sumenep Agus Boedyanto menyatakan, dana hibah kelembagaan tersebut disalurkan kepada masjid, musala, yayasan, organisasi keagamaan, hingga organisasi kemasyarakatan (ormas).

Gagal Bangun Gedung SPPG, Jatah Hibah Polres Dialihkan

Gagal Bangun Gedung SPPG, Jatah Hibah Polres Dialihkan

Kabid Penataan Bangunan dan Gedung DPUTR Sumenep Indra Aprianto menyatakan, untuk pembangunan SPPG ditunda terlebih dahulu, usulannya dialihkan ke pembangunan SPKT.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer