Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ra Huda Ajak Masyarakat Rawat Kesenian dan Budaya

A
Penulis: Amin Basiri❯
SUKSES: Peserta saat mengikuti sosialisasi demokrasi tanpa sekat di RB Café, Jalan Bahagia, Sampang, Minggu (9/8).
SUKSES: Peserta saat mengikuti sosialisasi demokrasi tanpa sekat di RB Café, Jalan Bahagia, Sampang, Minggu (9/8).

Advertisement

 

SAMPANG, RadarMadura.id – Anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) Nurul Huda mengajak masyarakat untuk terus merawat tradisi dan budaya yang diwariskan para pendahulu. Karena itu, pihaknya menggelar sosialisasi demokrasi tanpa sekat, saat seni dan tradisi merawat toleransi.

Kegiatan ini diikuti sejumlah jurnalis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang digelar di RB Café, Jalan Bahagia, Sampang, Minggu (9/8). Tujuannya, diskusi bersama dan menjadikan forum tersebut sebagai ruang memahami demokrasi lebih terbuka sekaligus memperkuat toleransi melalui seni dan tradisi.

Advertisement

Pria yang akrab disapa Ra Huda itu mengutarakan, demokrasi tidak hanya berkaitan dengan politik dan pemerintahan saja. Lebih dari itu, demokrasi juga harus diwujudkan dalam kehidupan sosial masyarakat di Kabupaten Sampang.

”Bisa diimplementasikan melalui sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, serta memberikan ruang bagi setiap kelompok untuk berekspresi,” katanya.

Dia menyampaikan, seni dan tradisi memiliki peran penting dalam menjaga keberagaman di tengah masyarakat. Sebab, keduanya bisa menjadi media yang mampu mempertemukan berbagai latar belakang masyarakat tanpa melihat perbedaan suku dan budaya.

Advertisement

”Demokrasi jangan sampai menjadi sesuatu yang berjarak dengan masyarakat. Demokrasi harus hadir di tengah kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui seni dan tradisi yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, masyarakat Indonesia dikenal dengan keberagaman dan kekayaan tradisi dan harus dijaga bersama. Karena itu, masyarakat perlu terus membangun komunikasi dan ruang dialog agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan.

”Seni dan tradisi mengajarkan kita untuk hidup bersama. Di dalamnya ada nilai kebersamaan, gotong royong, saling menghargai dan menghormati. Nilai-nilai inilah yang harus terus dirawat,” ajaknya.

Ra Huda berharap, masyarakat Sampang ikut serta menjaga seni dan tradisi lokal. Pelestarian budaya bukan hanya tentang mempertahankan warisan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter masyarakat yang toleran dan menghargai keberagaman.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Indriani Ajak Lintas Sektor Bersinergi demi Wujudkan Jatim Layak Anak

Indriani Ajak Lintas Sektor Bersinergi demi Wujudkan Jatim Layak Anak

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, kata Indriani, semestinya dijadikan momentum untuk mengevaluasi sederet persoalan yang masih dihadapi anak-anak.

Kepala Dispendik Buka FLS3N Sampang,  Dorong Dewan Juri Jaga Komitmen dan Netralitas 

Kepala Dispendik Buka FLS3N Sampang, Dorong Dewan Juri Jaga Komitmen dan Netralitas 

Kepala Dispendik Sampang Nor Alam mengatakan, tema FLS3N tahun ini mengangkat tema menumbuhkan karakter bangsa melalui kreativitas dan apresiasi seni budaya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer