Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ratusan Miliar Dana Desa Tahap Dua 2025 Hangus

H
Ketua Komisi I DPRD Sampang Muhammad Salim.
Ketua Komisi I DPRD Sampang Muhammad Salim.

SAMPANG, RadarMadura.id – Sebanyak 137 desa di Kabupaten Sampang tidak bisa mencairkan dana desa (DD) tahap dua.


Advertisement

Akibatnya, terdapat ratusan miliar DD yang tidak terserap.

Hal itu dampak dari terbitnya Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) 81/2025 yang membatalkan pencairan untuk kegiatan non earmark.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Yudhi Adidarta mengatakan, pencairan DD pada tahun ini dipastikan kembali normal.

Advertisement

Tapi, dia mengakui ada masalah dalam pencairan DD tahap dua pada tahun 2025.

"Itu sudah positif, sisa dana tidak bisa dicairkan atau tidak tersalurkan. Artinya sudah hangus," katanya.

Pria asal Sumenep itu tidak menampik bahwa tidak terserapnya DD disebabkan penginputan laporan telat.

Advertisement

Pemicu lainnya, karena aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM-SPAN) tidak bisa diakses.

"Masalah itu terjadi sekitar September 2025," tuturnya.

Catatan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), yang berhasil mencairkan DD pada tahap dua tahun 2025 hanya ada 43 pemerintah desa (pemdes).

Sementara 137 pemdes lainnya tidak bisa mencairkan dana tersebut.

"Artinya, DD yang tidak terserap sekitar Rp 130 miliar dari pagu Rp 214 miliar," sambung Kabid Pemerintah Desa DPMD Sampang Iwan Boediman.

Ketua Komisi I DPRD Sampang Muhammad Salim menyampaikan, tidak cairnya DD tahap II pada tahun 2025 mengindikasikan pemdes lalai.

Sebab, 43 pemdes lainnya terbukti bisa mencairkan DD.

Karena itu, dia meminta pemdes lebih serius mengelola dan melaporkan penggunaan anggaran.

"Ke depan, kami berharap anggaran dapat terserap maksimal. Pemdes bisa mengakselerasi pengajuan dan pencairan DD," tandasnya. (ay/yan)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Transfer Pusat Berpeluang Naik, Keuangan Pamekasan 2027 Lebih Longgar

Transfer Pusat Berpeluang Naik, Keuangan Pamekasan 2027 Lebih Longgar

Kepala BPKPD Pamekasan Sahrul Munir menjelaskan, akan ada banyak perubahan terkait sisi pendapatan, karena sudah ada kepastian bahwa dana transfer ke daerah pada 2027 sudah ada dan naik dari tahun lalu.

Polisi dan Inspektorat Saling Lempar

Polisi dan Inspektorat Saling Lempar

Inspektur Inspektorat Bangkalan Ach. Hafid tak menampik bahwa penanganan dugaan penyimpangan keuangan negara tersebut belum menunjukkan progres signifikan.

Penanganan Kasus Penyelewengan DD Tak Jelas, Polisi Berdalih Tunggu Rekomendasi Inspektorat

Penanganan Kasus Penyelewengan DD Tak Jelas, Polisi Berdalih Tunggu Rekomendasi Inspektorat

Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama menyatakan, penyidik telah mengajukan fasilitasi dan surat permintaan resmi dari inspektorat terkait pemenuhan dokumen yang dibutuhkan ke Inspektorat Bangkalan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer