alexametrics
22.2 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Angka Pengangguran Tetap 11 Ribu

SAMPANG – Angka pengangguran di Sampang tidak banyak mengalami perubahan. Warga yang tidak punya pekerjaan belum beranjak dari angka 11 ribu. Hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi dinas koperasi usaha mikro dan tenaga kerja (diskumnaker).

Kasi Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja Diskumnaker Sampang Agus Sumarso mengatakan, pengangguran masih tinggi. Hal tersebut didasarkan pada ketidakseimbangan ketersediaan lapangan pekerjaan dengan tenaga kerja. Setiap tahun pencari kerja berpotensi bertambah. Sementara serapan tenaga kerja minim.

”Kalau mengandalkan perusahaan yang ada di Sampang, sulit untuk mem-back up pengangguran,” katanya kemarin (25/12). Selama ini pihaknya menjalankan beberapa program untuk menekan angka pengangguran. Di antaranya dengan menggelar job fair dan pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang tidak punya pekerjaan.

Baca Juga :  Pemerintah Harus Perluas Lapangan Kerja

Tahun ini pihaknya sudah menggelar job fair. Terdapat 42 perusahaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Perusahaan-perusahaan itu diperkirakan bisa menyerap 2.819 tenaga kerja. ”Sayangnya, yang mendaftar hanya 900 orang. Mungkin karena informasi kepada masyarakat lambat atau mungkin juga ada faktor lain,” tuturnya.

Pihaknya belum bisa memastikan apakah 900 pelamar tersebut diterima perusahaan atau tidak. Pasalnya, meski sudah mendaftar, banyak pelamar yang menolak karena ditempatkan di luar daerah. Mayoritas pencari kerja menginginkan untuk ditempatkan di Sampang.

”Ada dua pelamar yang mengundurkan diri. Padahal sudah diterima di Indomaret. Hanya karena ada pelatihan selama satu minggu di Gresik, pelamar ini tidak mau dan mengundurkan diri,” ungkap pria berkumis tipis itu.

Agus menyampaikan, pelatihan keterampilan digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Sampang. Masyarakat mengikuti pelatihan sesuai dengan potensi masing-masing. Di antaranya menjahit, servis kendaraan roda dua, las listrik, dan keterampilan lainnya. ”Mereka ini diharapkan bisa menciptakan usaha baru di desanya,” jelasnya.

Baca Juga :  Langgar Prokes, Polisi Bubarkan Lomba Kelereng

Meski belum maksimal dalam menyerap pengangguran, Diskumnaker Sampang tetap berupaya menekan angka pengangguran. Tahun depan, diskumnaker menargetkan bisa menyaring 500–600 orang yang tidak punya pekerjaan. ”Kita akan maskimalkan dua program ini untuk menyaring pengangguran,” imbuhnya.

Ketua DPRD Sampang Fadol akan mencoba untuk berkomunikasi dengan OPD terkait. Jika terdapat kekurangan, pihaknya akan meminta pemerintah untuk mengevaluasi program-program yang sudah direalisasikan. ”Mengapa program itu belum bisa menurunkan angka pengangguran secara signifikan?” tukasnya. (bil)

- Advertisement -

SAMPANG – Angka pengangguran di Sampang tidak banyak mengalami perubahan. Warga yang tidak punya pekerjaan belum beranjak dari angka 11 ribu. Hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi dinas koperasi usaha mikro dan tenaga kerja (diskumnaker).

Kasi Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja Diskumnaker Sampang Agus Sumarso mengatakan, pengangguran masih tinggi. Hal tersebut didasarkan pada ketidakseimbangan ketersediaan lapangan pekerjaan dengan tenaga kerja. Setiap tahun pencari kerja berpotensi bertambah. Sementara serapan tenaga kerja minim.

”Kalau mengandalkan perusahaan yang ada di Sampang, sulit untuk mem-back up pengangguran,” katanya kemarin (25/12). Selama ini pihaknya menjalankan beberapa program untuk menekan angka pengangguran. Di antaranya dengan menggelar job fair dan pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang tidak punya pekerjaan.

Baca Juga :  Kabutuhan Lapangan Kerja Meningkat

Tahun ini pihaknya sudah menggelar job fair. Terdapat 42 perusahaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Perusahaan-perusahaan itu diperkirakan bisa menyerap 2.819 tenaga kerja. ”Sayangnya, yang mendaftar hanya 900 orang. Mungkin karena informasi kepada masyarakat lambat atau mungkin juga ada faktor lain,” tuturnya.

Pihaknya belum bisa memastikan apakah 900 pelamar tersebut diterima perusahaan atau tidak. Pasalnya, meski sudah mendaftar, banyak pelamar yang menolak karena ditempatkan di luar daerah. Mayoritas pencari kerja menginginkan untuk ditempatkan di Sampang.

”Ada dua pelamar yang mengundurkan diri. Padahal sudah diterima di Indomaret. Hanya karena ada pelatihan selama satu minggu di Gresik, pelamar ini tidak mau dan mengundurkan diri,” ungkap pria berkumis tipis itu.

Agus menyampaikan, pelatihan keterampilan digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Sampang. Masyarakat mengikuti pelatihan sesuai dengan potensi masing-masing. Di antaranya menjahit, servis kendaraan roda dua, las listrik, dan keterampilan lainnya. ”Mereka ini diharapkan bisa menciptakan usaha baru di desanya,” jelasnya.

Baca Juga :  Langgar Prokes, Polisi Bubarkan Lomba Kelereng

Meski belum maksimal dalam menyerap pengangguran, Diskumnaker Sampang tetap berupaya menekan angka pengangguran. Tahun depan, diskumnaker menargetkan bisa menyaring 500–600 orang yang tidak punya pekerjaan. ”Kita akan maskimalkan dua program ini untuk menyaring pengangguran,” imbuhnya.

Ketua DPRD Sampang Fadol akan mencoba untuk berkomunikasi dengan OPD terkait. Jika terdapat kekurangan, pihaknya akan meminta pemerintah untuk mengevaluasi program-program yang sudah direalisasikan. ”Mengapa program itu belum bisa menurunkan angka pengangguran secara signifikan?” tukasnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/