alexametrics
21.2 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Dua Taman Kota tanpa Pos Penjagaan

SAMPANG – Kabupaten Sampang memiliki enam taman di wilayah perkotaan. Yakni, Taman Pemkab, Monumen Trunojoyo, Wijaya Kusuma, Wiyata Bahari, SMKN 2 Sampang, dan Taman Duren di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sampang.

Namun, hingga saat ini Taman Wiyata Bahari dan SMKN 2 Sampang tidak dilengkapi dengan pos penjagaan. Warga khawatir lokasi ruang terbuka hijau (RTH) itu disalahgunakan oknum tak bertanggung jawab.

Tihori, warga yang tinggal di sekitar Taman Wiyata Bahari menuturkan, setiap tahun Taman Wiyata Bahari terus berkembang. Misalnya pengelolaan kebersihan lingkungan dan penyediaan fasilitas bermain untuk anak. Kurangnya hanya belum ada pos jaga di area taman tersebut.

”Keberadaan pos jaga sangat penting. Tujuannya, meminimalkan segala bentuk tindakan yang melanggar norma dan peraturan,” ujarnya Senin (24/12).

Pria 33 tahun itu mengaku khawatir Taman Wiyata Bahari disalahgunakan warga sebagai tempat kegiatan yang tidak semestinya dilakukan. Apalagi, taman itu berada di lokasi yang cukup jauh dari keramaian dan minim lampu penerangan.

Baca Juga :  Dinkes Apresiasi Kinerja Kader Posyandu dan Pendamping

”Di perayaan malam pergantian tahun sebelumnya terjadi aksi tawuran remaja di taman itu. Beruntung warga segera melapor ke petugas dan membubarkan aksi tersebut,” ungkap Tihori.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang Misdi mengatakan, secara bertahap pembangunan pos jaga di taman kota terus dilakukan. Sebab, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Selain itu, jumlah personel atau petugas jaga minim. Akibatnya, tidak semua taman ada petugas yang berjaga.

 Saat ini baru ada enam orang yang berjaga di tiga taman. Yakni Taman Pemkab, Wijaya Kusuma, dan Monumen Trunojoyo. ”Tiap taman dijaga dua petugas,” terangnya.

Misdi menegaskan, penjagaan taman dilakukan pada siang dan malam hari. Saat siang hari dari pukul 13.00–17.00. Sementara malam harinya, mulai pukul 19.00–23.00. Selama ini petugas sudah berjaga dengan baik.

Baca Juga :  30 Januari, Gubernur Lantik Bupati dan Wakil Bupati Sampang

Penjagaan dan pengawasan yang dilakukan difokuskan terhadap fasilitas dan tanaman taman sehingga tidak dirusak pengunjung. Selain itu, untuk lebih mengantisipasi tindakan tidak senonoh di area taman.

”Selama ini kami berkoordinasi dengan satpol PP dalam melakukan pengawasan dan penyisiran di lokasi taman. Pengawasan intensif dilakukan utamanya saat malam hari,” katanya.

Anggota Komisi III DPRD Sampang Shohebus Sulton meminta agar dinas terkait menganggarkan dana untuk program pembangunan pos jaga di taman tersebut tahun depan. Sebab, pos jaga masuk dalam standar operasional prosedur (SOP) tentang pengembangan dan pemeliharaan taman.

”Kalau sudah dibangun, pos jaga harus dimanfaatkan dengan baik. Jangan malah dibiarkan kosong tanpa ada petugas,” saran politikus Gerindra itu. 

SAMPANG – Kabupaten Sampang memiliki enam taman di wilayah perkotaan. Yakni, Taman Pemkab, Monumen Trunojoyo, Wijaya Kusuma, Wiyata Bahari, SMKN 2 Sampang, dan Taman Duren di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sampang.

Namun, hingga saat ini Taman Wiyata Bahari dan SMKN 2 Sampang tidak dilengkapi dengan pos penjagaan. Warga khawatir lokasi ruang terbuka hijau (RTH) itu disalahgunakan oknum tak bertanggung jawab.

Tihori, warga yang tinggal di sekitar Taman Wiyata Bahari menuturkan, setiap tahun Taman Wiyata Bahari terus berkembang. Misalnya pengelolaan kebersihan lingkungan dan penyediaan fasilitas bermain untuk anak. Kurangnya hanya belum ada pos jaga di area taman tersebut.


”Keberadaan pos jaga sangat penting. Tujuannya, meminimalkan segala bentuk tindakan yang melanggar norma dan peraturan,” ujarnya Senin (24/12).

Pria 33 tahun itu mengaku khawatir Taman Wiyata Bahari disalahgunakan warga sebagai tempat kegiatan yang tidak semestinya dilakukan. Apalagi, taman itu berada di lokasi yang cukup jauh dari keramaian dan minim lampu penerangan.

Baca Juga :  Tahun Depan, YPI Al Hadiriyah Sampang Buka SD Islam Terpadu

”Di perayaan malam pergantian tahun sebelumnya terjadi aksi tawuran remaja di taman itu. Beruntung warga segera melapor ke petugas dan membubarkan aksi tersebut,” ungkap Tihori.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang Misdi mengatakan, secara bertahap pembangunan pos jaga di taman kota terus dilakukan. Sebab, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Selain itu, jumlah personel atau petugas jaga minim. Akibatnya, tidak semua taman ada petugas yang berjaga.

 Saat ini baru ada enam orang yang berjaga di tiga taman. Yakni Taman Pemkab, Wijaya Kusuma, dan Monumen Trunojoyo. ”Tiap taman dijaga dua petugas,” terangnya.

Misdi menegaskan, penjagaan taman dilakukan pada siang dan malam hari. Saat siang hari dari pukul 13.00–17.00. Sementara malam harinya, mulai pukul 19.00–23.00. Selama ini petugas sudah berjaga dengan baik.

Baca Juga :  Pengiriman Logistik Pemilu di Sampang Tuntas 15 April

Penjagaan dan pengawasan yang dilakukan difokuskan terhadap fasilitas dan tanaman taman sehingga tidak dirusak pengunjung. Selain itu, untuk lebih mengantisipasi tindakan tidak senonoh di area taman.

”Selama ini kami berkoordinasi dengan satpol PP dalam melakukan pengawasan dan penyisiran di lokasi taman. Pengawasan intensif dilakukan utamanya saat malam hari,” katanya.

Anggota Komisi III DPRD Sampang Shohebus Sulton meminta agar dinas terkait menganggarkan dana untuk program pembangunan pos jaga di taman tersebut tahun depan. Sebab, pos jaga masuk dalam standar operasional prosedur (SOP) tentang pengembangan dan pemeliharaan taman.

”Kalau sudah dibangun, pos jaga harus dimanfaatkan dengan baik. Jangan malah dibiarkan kosong tanpa ada petugas,” saran politikus Gerindra itu. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/