alexametrics
21.7 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Pelabuhan Taddan Butuh Ruang Tunggu Penumpang

SAMPANG – Pelabuhan Taddan memang sudah bisa digunakan untuk bersandar kapal komersial. Bahkan sejak 12 September lalu, kapal dengan rute Taddan–Probolinggo beroperasi. Tetapi, fasilitas untuk penumpang di pelabuhan yang terletak di Desa Taddan, Kecamatan Camplong itu belum memadai.

Salah satu fasilitas yang belum tersedia yakni ruang tunggu atau terminal penumpang. Saat ini belum ada tempat tunggu bagi penumpang. Akibatnya, penumpang yang hendak bepergian menggunakan kapal di Pelabuhan Taddan, tidak memiliki tempat berteduh atau tempat istirahat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Moh. Zuhri mengakui belum adanya fasilitas tersebut. Fasilitas seperti ruang tunggu penumpang akan dibangun. Tetapi, belum tahu pasti kapan pembangunan bisa dilakukan. Termasuk, dari mana sumber dananya juga masih buram.

Baca Juga :  Kanstin Dermaga Taddan Bakal Dibongkar

Zuhri mengaku belum berkoordinasi dengan pihak terkait, baik dengan pihak syahbandar atau dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. ”Kami belum tahu itu anggarannya dari mana. Apakah dari APBD atau dari APBN kami belum bisa memastikan,” katanya kemarin (25/9).

Sementara itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Branta Edi Kuswanto mengaku juga belum bisa memastikan dari mana sumber anggaran untuk terminal penumpang. Sebab, saat ini rencana induk pelabuhan (RIP) belum selesai. Pihak ketiga tengah menyusun dokumen induk tersebut.

Menurut Edi, jika dalam RIP terminal atau ruang tunggu penumpang dimasukkan, kemungkinan pembangunannya menjadi wewenang syahbandar. Tetapi manakala ruang tunggu penumpang itu harus dibangun di luar area pelabuhan, maka menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Baca Juga :  Tagihan Listrik PJU Sedot Rp 6,4 Miliar

”Wewenang kami hanya boleh membangun di dalam area pelabuhan. Untuk di luar pelabuhan itu menjadi wewenang pemerintah daerah,” paparnya.

Karena itulah, pihaknya berharap agar ruang tunggu penumpang berada di area pelabuhan. Dengan begitu, nantinya ruang tunggu itu masih menjadi wewenang syahbandar. ”Tapi tetap harus menunggu selesainya RIP,” tukasnya.

SAMPANG – Pelabuhan Taddan memang sudah bisa digunakan untuk bersandar kapal komersial. Bahkan sejak 12 September lalu, kapal dengan rute Taddan–Probolinggo beroperasi. Tetapi, fasilitas untuk penumpang di pelabuhan yang terletak di Desa Taddan, Kecamatan Camplong itu belum memadai.

Salah satu fasilitas yang belum tersedia yakni ruang tunggu atau terminal penumpang. Saat ini belum ada tempat tunggu bagi penumpang. Akibatnya, penumpang yang hendak bepergian menggunakan kapal di Pelabuhan Taddan, tidak memiliki tempat berteduh atau tempat istirahat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Moh. Zuhri mengakui belum adanya fasilitas tersebut. Fasilitas seperti ruang tunggu penumpang akan dibangun. Tetapi, belum tahu pasti kapan pembangunan bisa dilakukan. Termasuk, dari mana sumber dananya juga masih buram.

Baca Juga :  Setahun, Anggaran Listrik PJU Capai Rp 6,4 Miliar

Zuhri mengaku belum berkoordinasi dengan pihak terkait, baik dengan pihak syahbandar atau dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. ”Kami belum tahu itu anggarannya dari mana. Apakah dari APBD atau dari APBN kami belum bisa memastikan,” katanya kemarin (25/9).

Sementara itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Branta Edi Kuswanto mengaku juga belum bisa memastikan dari mana sumber anggaran untuk terminal penumpang. Sebab, saat ini rencana induk pelabuhan (RIP) belum selesai. Pihak ketiga tengah menyusun dokumen induk tersebut.

Menurut Edi, jika dalam RIP terminal atau ruang tunggu penumpang dimasukkan, kemungkinan pembangunannya menjadi wewenang syahbandar. Tetapi manakala ruang tunggu penumpang itu harus dibangun di luar area pelabuhan, maka menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Baca Juga :  Kasus Kekerasan yang Melibatkan Anak di Bawah Umur

”Wewenang kami hanya boleh membangun di dalam area pelabuhan. Untuk di luar pelabuhan itu menjadi wewenang pemerintah daerah,” paparnya.

Karena itulah, pihaknya berharap agar ruang tunggu penumpang berada di area pelabuhan. Dengan begitu, nantinya ruang tunggu itu masih menjadi wewenang syahbandar. ”Tapi tetap harus menunggu selesainya RIP,” tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/