alexametrics
21.2 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Target Produksi Tembakau 18 Ribu Ton di Sampang

SAMPANG – Hujan yang sesekali turun di beberapa wilayah membuat masa tanam tembakau terhambat. Namun, bukan berarti pemerintah tidak menarget jumlah produksi. Pemkab Sampang mematok masa panen daun emas tahun ini 18 ribu ton.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Sampang Hary Soeyanto mengatakan, tahun ini petani dirundung kekhawatiran. Itu wajar karena kondisi cuaca masih tidak menentu. Apalagi tembakau sangat dipengaruhi kondisi cuaca.

Cauca yang tidak menentu menjadi kendala utama bagi para petani dalam menanam tembakau. Andai tidak terkendala hujan, mungkin saat ini sudah mulai masa panen. ”Seharusnya, petani tembakau sudah melakukan panen,” katanya Selasa (25/7).

Mengaca pada 2016, produksi tembakau tahun ini sulit mencapai target. Tahun lalu pemkab menargetkan bisa memproduksi 16 ribu ton. Namun, yang terealisasi hanya tiga ribu ton. ”Kami pesimistis hasil pertanian tembakau tahun ini bisa mencapai target dan sesuai harapan. Yakni, 18 ribu ton,” ujarnya.

Baca Juga :  Kado Pahit Hari Tani 2019 bagi Petani Tembakau

Meskipun demikian, pihaknya tetap meyakini sebagian petani sudah menanam tembakau. Sebab, mereka bisa memprediksi dan memperhitungkan kondisi cuaca. Kalaupun tidak, dia mengimbau petani menanam padi.

”Kami tidak memaksa petani untuk tetap menanam tembakau. Namun, sebagai langkah antisipasi kondisi cuaca, petani bisa beralih ke tanaman padi agar tetap mempunyai pengahasilan,” sarannya.

Uswatun, 54, warga Desa Kamoning, Kecamatan Kota, mengaku sempat khawatir untuk menanam tembakau karena hujan kerap turun. Karena itu, mteasa pembibitan dan penanaman terpaksa diundur. ”Semoga cuaca bisa terus normal sehingga kami tidak gagal panen,” harapnya.

SAMPANG – Hujan yang sesekali turun di beberapa wilayah membuat masa tanam tembakau terhambat. Namun, bukan berarti pemerintah tidak menarget jumlah produksi. Pemkab Sampang mematok masa panen daun emas tahun ini 18 ribu ton.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Sampang Hary Soeyanto mengatakan, tahun ini petani dirundung kekhawatiran. Itu wajar karena kondisi cuaca masih tidak menentu. Apalagi tembakau sangat dipengaruhi kondisi cuaca.

Cauca yang tidak menentu menjadi kendala utama bagi para petani dalam menanam tembakau. Andai tidak terkendala hujan, mungkin saat ini sudah mulai masa panen. ”Seharusnya, petani tembakau sudah melakukan panen,” katanya Selasa (25/7).


Mengaca pada 2016, produksi tembakau tahun ini sulit mencapai target. Tahun lalu pemkab menargetkan bisa memproduksi 16 ribu ton. Namun, yang terealisasi hanya tiga ribu ton. ”Kami pesimistis hasil pertanian tembakau tahun ini bisa mencapai target dan sesuai harapan. Yakni, 18 ribu ton,” ujarnya.

Baca Juga :  Program Asuransi Usaha Petani Padi Tidak Diminati

Meskipun demikian, pihaknya tetap meyakini sebagian petani sudah menanam tembakau. Sebab, mereka bisa memprediksi dan memperhitungkan kondisi cuaca. Kalaupun tidak, dia mengimbau petani menanam padi.

”Kami tidak memaksa petani untuk tetap menanam tembakau. Namun, sebagai langkah antisipasi kondisi cuaca, petani bisa beralih ke tanaman padi agar tetap mempunyai pengahasilan,” sarannya.

Uswatun, 54, warga Desa Kamoning, Kecamatan Kota, mengaku sempat khawatir untuk menanam tembakau karena hujan kerap turun. Karena itu, mteasa pembibitan dan penanaman terpaksa diundur. ”Semoga cuaca bisa terus normal sehingga kami tidak gagal panen,” harapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/