alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Pelabuhan Taddan Belum Bisa Difungsikan

SAMPANG – Pelabuhan Regional di Desa Taddan, Kecamatan Camplong hingga kemarin belum difungsikan. Pembangunan pelabuhan itu memakan biaya yang relatif besar. Tahun lalu digerojok Rp 19.058.875.000.

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan dermaga terakhir. Pembangunan pelabuhan mulai dikerjakan pada 2009 lalu. Semua anggaran bersumber dari APBN.

Terhitung sejak 2009, anggaran yang digunakan dalam pembangunan pelabuhan mencapai Rp 234 miliar. Beberapa waktu lalu sempat diinformasikan pelabuhan itu akan dioperasikan. Namun, hingga kini surat izin operasinya belum turun.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, lokasi pelabuhan tertutup rapat kemarin. Pintu masuk pelabuhan ditutup dan dijaga ketat. Masyarakat setempat tidak bisa keluar-masuk areal pelabuhan seperti sebelumnya.

Baca Juga :  Minta Perkuat Nilai-nilai Kesenian di Sekolah

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas III Branta Pamekasan Edi Kuswanto mengaku, pihaknya sudah berusaha agar pelabuhan segera beroperasi. ”Kami juga menginginkan pelabuhan segera beroperasi. Kami sudah lakukan upaya untuk itu,” katanya.

Dijelaskan, saat ini yang berwenang mengeluarkan izin operasi adalah Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Dengan demikian, pihaknya masih menunggu keluarnya izin tersebut.

Edi Kuswanto menambahkan, pihaknya akan menjemput bola. Yakni, berusaha mendapatkan surat izin operasi sementara dari kementerian. Dengan demikian, pelabuhan segera dioperasikan. Hanya, hal tersebut masih dalam proses.

Jika izin operasi sudah turun, direncanakan pelabuhan akan fokus pada pelayanan shorebase. Sejumlah kapal akan dialihkan ke Pelabuhan Taddan. Saat ini sebagian masih bersandar di Pelabuhan Branta Pamekasan.

Baca Juga :  Pelabuhan Taddan Butuh Ruang Tunggu Penumpang

 

 

 

SAMPANG – Pelabuhan Regional di Desa Taddan, Kecamatan Camplong hingga kemarin belum difungsikan. Pembangunan pelabuhan itu memakan biaya yang relatif besar. Tahun lalu digerojok Rp 19.058.875.000.

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan dermaga terakhir. Pembangunan pelabuhan mulai dikerjakan pada 2009 lalu. Semua anggaran bersumber dari APBN.

Terhitung sejak 2009, anggaran yang digunakan dalam pembangunan pelabuhan mencapai Rp 234 miliar. Beberapa waktu lalu sempat diinformasikan pelabuhan itu akan dioperasikan. Namun, hingga kini surat izin operasinya belum turun.


Pantauan Jawa Pos Radar Madura, lokasi pelabuhan tertutup rapat kemarin. Pintu masuk pelabuhan ditutup dan dijaga ketat. Masyarakat setempat tidak bisa keluar-masuk areal pelabuhan seperti sebelumnya.

Baca Juga :  Anggarkan Rp 900 Juta untuk Rehabilitasi PJU

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas III Branta Pamekasan Edi Kuswanto mengaku, pihaknya sudah berusaha agar pelabuhan segera beroperasi. ”Kami juga menginginkan pelabuhan segera beroperasi. Kami sudah lakukan upaya untuk itu,” katanya.

Dijelaskan, saat ini yang berwenang mengeluarkan izin operasi adalah Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Dengan demikian, pihaknya masih menunggu keluarnya izin tersebut.

Edi Kuswanto menambahkan, pihaknya akan menjemput bola. Yakni, berusaha mendapatkan surat izin operasi sementara dari kementerian. Dengan demikian, pelabuhan segera dioperasikan. Hanya, hal tersebut masih dalam proses.

Jika izin operasi sudah turun, direncanakan pelabuhan akan fokus pada pelayanan shorebase. Sejumlah kapal akan dialihkan ke Pelabuhan Taddan. Saat ini sebagian masih bersandar di Pelabuhan Branta Pamekasan.

Baca Juga :  DPRD Gelar Sidang Paripurna LKPj Bupati

 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/