27.9 C
Madura
Monday, June 5, 2023

90 Persen Siswa Baru dalam Radius Sekolah

SAMPANG – PPDB tingkat SD tahun pelajaran 2018–2019 sudah dibuka. Pendaftaran bisa dilakukan secara online dan offline. Calon peserta didik baru yang ingin mendaftar melalui online bisa mengakses laman http://ppdbsampang.net. Sedangkan pendaftaran offline bisa dilakukan di sekolah yang dituju.

Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardi mengatakan, PPDB SD tahun ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Pemendikbud) Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat. Juga berdasar Perbup Nomor 12 Tahun 2018 tentang PPDB SD–SMP di Sampang.

Dalam perbup tersebut diatur pendaftaran calon peserta didik baru dimulai 25–30 Juni 2018. Tanggal 2–6 Juli dilakukan verifikasi dan validasi data dari seluruh siswa yang mendaftar. Pengumuman hasil 7 Juli dan daftar ulang 9–11 Juli. Hari pertama masuk sekolah 16 Juli 2018.

Pendaftaran offline yaitu siswa datang ke sekolah yang diinginkan. Persyaratan pendaftaran yang harus dipenuhi calon peserta didik baru sama dengan mendaftar secara online. Meliputi, kartu keluarga (KK), foto, dan sertifikat prestasi akademik maupun nonakademik.

Baca Juga :  Wow, 4.400 Aparat Keamanan Jaga PSU Pilkada Sampang

”Bedanya, siswa yang mendaftar melalui online, semua persyaratan harus di-scanner terlebih dahulu,” ucap Mawardi kemarin (25/6).

PPDB SD menggunakan sistem radius. Sekolah diharuskan menerima siswa yang bertempat tinggal tidak jauh dari sekolah. Sekolah hanya bisa menerima 28 siswa per kelas atau per rombongan belajar (rombel). Itu berlaku untuk seluruh SD negeri dan swasta di Sampang.

”Dalam sistem online, kami bekerja sama dengan pihak ketiga dalam melakukan pengawasan. Jika kuota pendaftar terpenuhi, otomatis calon peserta didik yang lain akan tertolak. Begitu juga dengan sistem offline,” jelasnya.

Sekolah tidak boleh menerima siswa melebihi pagu rombel. Tujuannya, menghindari penumpukan siswa di satu sekolah. Sekolah yang menerima siswa lebih dari ketentuan tidak bisa masuk dapodik.

Mawardi menyatakan, setiap sekolah harus mengedepankan penerimaan siswa yang jarak rumahnya tidak jauh dari sekolah. Artinya, 90 persen siswa baru yang diterima harus berada dalam radius sekolah.

Meski demikian, ada kuota 10 persen bagi siswa yang memiliki prestasi di bidang akademik dan nonakademik. Prestasi yang diraih minimal di tingkat kabupaten. Menurut dia, penerapan sistem radius merupakan upaya untuk mewujudkan pendidikan di Sampang yang merata dan berkualitas.

Baca Juga :  Proyek Ruang Kelas SDN Karang Anyar 1 Disorot

”Juga untuk menghilangkan dikotomi sekolah favorit dan unggulan. Dengan begitu, siswa terdekat mempunyai kesempatan yang lebih untuk bisa diterima di sekolah tersebut,” ujarnya.

Sosialisasi dan rapat koordiansi (rakor) bersama seluruh sokolah sudah dilakukan. Masing-masing sekolah mempunyai petugas operator yang akan melayani pendaftaran PPDB online. Operator juga bertanggung jawab memberikan pemahaman dan pendampingan kepada wali murid dan siswa terkait pendaftaran.

”Kami akan memasang banner yang berisi semua informasi PPDB di tiap kecamatan,” tutur Mawardi. Sekolah diminta berkoordinasi dengan kepala desa (Kades) dan tokoh masyarakat dalam melakukan sosialisasi PPDB kepada masyarakat. Dia mengingatkan, sekolah fokus dan maksimal menerapkan sistem PPDB.

Jangan sampai ada pungutan liar (pungli) kepada calon peserta didik baru dengan alasan sebagai biaya pendaftaran ulang dan semacamnya. Sebab, PPDB gratis, semua biaya ditanggung pemerintah.

”Warga harus aktif berkoordinasi dengan sekolah agar bisa mendapatkan informasi yang jelas. Jika ada sekolah yang menarik biaya, laporkan ke disdik,” tandas Mawardi.

SAMPANG – PPDB tingkat SD tahun pelajaran 2018–2019 sudah dibuka. Pendaftaran bisa dilakukan secara online dan offline. Calon peserta didik baru yang ingin mendaftar melalui online bisa mengakses laman http://ppdbsampang.net. Sedangkan pendaftaran offline bisa dilakukan di sekolah yang dituju.

Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardi mengatakan, PPDB SD tahun ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Pemendikbud) Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat. Juga berdasar Perbup Nomor 12 Tahun 2018 tentang PPDB SD–SMP di Sampang.

Dalam perbup tersebut diatur pendaftaran calon peserta didik baru dimulai 25–30 Juni 2018. Tanggal 2–6 Juli dilakukan verifikasi dan validasi data dari seluruh siswa yang mendaftar. Pengumuman hasil 7 Juli dan daftar ulang 9–11 Juli. Hari pertama masuk sekolah 16 Juli 2018.


Pendaftaran offline yaitu siswa datang ke sekolah yang diinginkan. Persyaratan pendaftaran yang harus dipenuhi calon peserta didik baru sama dengan mendaftar secara online. Meliputi, kartu keluarga (KK), foto, dan sertifikat prestasi akademik maupun nonakademik.

Baca Juga :  Wow, 4.400 Aparat Keamanan Jaga PSU Pilkada Sampang

”Bedanya, siswa yang mendaftar melalui online, semua persyaratan harus di-scanner terlebih dahulu,” ucap Mawardi kemarin (25/6).

PPDB SD menggunakan sistem radius. Sekolah diharuskan menerima siswa yang bertempat tinggal tidak jauh dari sekolah. Sekolah hanya bisa menerima 28 siswa per kelas atau per rombongan belajar (rombel). Itu berlaku untuk seluruh SD negeri dan swasta di Sampang.

”Dalam sistem online, kami bekerja sama dengan pihak ketiga dalam melakukan pengawasan. Jika kuota pendaftar terpenuhi, otomatis calon peserta didik yang lain akan tertolak. Begitu juga dengan sistem offline,” jelasnya.

- Advertisement -

Sekolah tidak boleh menerima siswa melebihi pagu rombel. Tujuannya, menghindari penumpukan siswa di satu sekolah. Sekolah yang menerima siswa lebih dari ketentuan tidak bisa masuk dapodik.

Mawardi menyatakan, setiap sekolah harus mengedepankan penerimaan siswa yang jarak rumahnya tidak jauh dari sekolah. Artinya, 90 persen siswa baru yang diterima harus berada dalam radius sekolah.

Meski demikian, ada kuota 10 persen bagi siswa yang memiliki prestasi di bidang akademik dan nonakademik. Prestasi yang diraih minimal di tingkat kabupaten. Menurut dia, penerapan sistem radius merupakan upaya untuk mewujudkan pendidikan di Sampang yang merata dan berkualitas.

Baca Juga :  Proyek Ruang Kelas SDN Karang Anyar 1 Disorot

”Juga untuk menghilangkan dikotomi sekolah favorit dan unggulan. Dengan begitu, siswa terdekat mempunyai kesempatan yang lebih untuk bisa diterima di sekolah tersebut,” ujarnya.

Sosialisasi dan rapat koordiansi (rakor) bersama seluruh sokolah sudah dilakukan. Masing-masing sekolah mempunyai petugas operator yang akan melayani pendaftaran PPDB online. Operator juga bertanggung jawab memberikan pemahaman dan pendampingan kepada wali murid dan siswa terkait pendaftaran.

”Kami akan memasang banner yang berisi semua informasi PPDB di tiap kecamatan,” tutur Mawardi. Sekolah diminta berkoordinasi dengan kepala desa (Kades) dan tokoh masyarakat dalam melakukan sosialisasi PPDB kepada masyarakat. Dia mengingatkan, sekolah fokus dan maksimal menerapkan sistem PPDB.

Jangan sampai ada pungutan liar (pungli) kepada calon peserta didik baru dengan alasan sebagai biaya pendaftaran ulang dan semacamnya. Sebab, PPDB gratis, semua biaya ditanggung pemerintah.

”Warga harus aktif berkoordinasi dengan sekolah agar bisa mendapatkan informasi yang jelas. Jika ada sekolah yang menarik biaya, laporkan ke disdik,” tandas Mawardi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/