alexametrics
21.3 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Setahun, Pemohon Isbat Nikah di Sampang Bisa Capai 659 Orang

SAMPANG – Sampai saat ini, warga Sampang yang menikah secara siri masih tergolong tinggi. Hal ini, bisa dilihat dari jumlah permohonan penetapan atau isbat nikah yang diajukan ke Pengadilan Agama (PA).

Fa’iq, Panitera PA Sampang mengakui jika isbat nikah masih tinggi. “Tahun 2017 ada 532 pemohon isbat nikah. Sementara pada tahun 2018, jumlah pemohon isbat nikah meningkat menjadi 659 orang,” katanya.

Dijelaskan, jumlah permohonan isbat nikah mulai Januari-Pebruari 2019 sebanyak 24 berkas. “Kami sudah memutus sebanyak 21 perkara. Sisanya masih dalam proses,” lanjut Fa’iq.

Mengurus isbat nikah, kata Fa’iq, sebenarnya mudah. Cukup datang dan mendaftarkan diri ke kantor PA mengajukan permohonan. “Nanti akan kami cek sesuai ketentuan dan persyaratan yang ada,” jelasnya.

Baca Juga :  Ribuan Pasutri Tak Punya Buku Nikah

Fa’iq menuturkan, hakim bisa saja menolak permohonan isbat nikah. “Misalnya karena pemohon tidak memenuhi syarat rukun nikah. Contohnya, tidak ada saksi dan wali dalam pernikahan,” tuturnya.

Setelah hakim memutus, sambung Fa’iq, pemohon lalu ke Kantor Urusan Agama (KUA) untuk mendapatkan akte nikah. Itu penting untuk dimiliki sebagai syarat mengurus berbagai hal. “Kami (PA, Red) hanya memutus, KUA yang menerbitkan akte nikah,” paparnya.

Fai’iq menyarankan agar tidak menikah siri. Sebab, merugikan pihak perempuan. “Bisa saja suami tiba-tiba meninggalkan istri. Kalau sudah begitu, istri tidak bisa mengurus akte kelahirannya,” tandasnya. (Moh. Iqbal)

- Advertisement -

SAMPANG – Sampai saat ini, warga Sampang yang menikah secara siri masih tergolong tinggi. Hal ini, bisa dilihat dari jumlah permohonan penetapan atau isbat nikah yang diajukan ke Pengadilan Agama (PA).

Fa’iq, Panitera PA Sampang mengakui jika isbat nikah masih tinggi. “Tahun 2017 ada 532 pemohon isbat nikah. Sementara pada tahun 2018, jumlah pemohon isbat nikah meningkat menjadi 659 orang,” katanya.

Dijelaskan, jumlah permohonan isbat nikah mulai Januari-Pebruari 2019 sebanyak 24 berkas. “Kami sudah memutus sebanyak 21 perkara. Sisanya masih dalam proses,” lanjut Fa’iq.


Mengurus isbat nikah, kata Fa’iq, sebenarnya mudah. Cukup datang dan mendaftarkan diri ke kantor PA mengajukan permohonan. “Nanti akan kami cek sesuai ketentuan dan persyaratan yang ada,” jelasnya.

Baca Juga :  Proyek SSC Rp 5,9 Miliar Molor

Fa’iq menuturkan, hakim bisa saja menolak permohonan isbat nikah. “Misalnya karena pemohon tidak memenuhi syarat rukun nikah. Contohnya, tidak ada saksi dan wali dalam pernikahan,” tuturnya.

Setelah hakim memutus, sambung Fa’iq, pemohon lalu ke Kantor Urusan Agama (KUA) untuk mendapatkan akte nikah. Itu penting untuk dimiliki sebagai syarat mengurus berbagai hal. “Kami (PA, Red) hanya memutus, KUA yang menerbitkan akte nikah,” paparnya.

Fai’iq menyarankan agar tidak menikah siri. Sebab, merugikan pihak perempuan. “Bisa saja suami tiba-tiba meninggalkan istri. Kalau sudah begitu, istri tidak bisa mengurus akte kelahirannya,” tandasnya. (Moh. Iqbal)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/