alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Fenomenal, Fadhilah Tiga Kali Jadi Bupati

SAMPANG – Sosok kepemimpinan Alfalah mempunyai warna tersendiri dalam menjalankan roda pemerintahan. Sosok pemimpin dari kalangan kiai yaitu almarhun KH Fannan Hasib. Hal itu kemudian dilanjutkan Fadhilah Budiono selaku wakilnya saat dipercaya menggantikan Fannan karena wafat.

Fadhilah bukan sosok anyar bagi masyarakat Sampang. Perawakannya yang sudah tidak muda lagi tetap disenangi masyarakat. Fadhilah sangat merakyat. Setiap turun ke desa atau ke pasar pasti ditunggu warga. Bahkan dikerumuni.

Sosoknya humoris. Bisa berteman dengan siapa pun. Baik dengan birokrasi, politisi, ulama, maupun tokoh blater. Fadhilah menjadi bupati fenomenal. Dia dilantik tiga kali sebagai bupati. Padahal dalam aturan, ada pembatasan pengangkatan bupati, yakni hanya dua kali periode.

Fadhilah mengakui tidak sempurna. Masih ada misi yang belum tuntas. Salah satunya adalah peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) dan program lain yang belum maksimal. Pihaknya berharap pada kepemimpinan bupati yang akan datang bisa membuat Kota Sampang lebih maju lagi.

Baca Juga :  Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Belum Ideal

Menurut dia, masyarkat Sampang sangat unik. Perlu cara khusus untuk memimpinnya. Pendekatan yang dilakukan Fadhilah dinilai mampu mendekatkan diri dengan masyarakat. ”Saya memosisikan diri bukan sebagai pimpinan. Tapi, sebagai khadamul ummah atau pelayan masyarakat,” terangnya.

Karena itu, Fadhilah menjadi sosok yang begitu dikagumi karena dekat dengan masyarakatnya. Dia juga mengakui apa yang dilakukan tokcer untuk merangkul dan menyerap aspirasi masyarakat.

Pasangan Alfalah dilantik pada 26 Februari 2013. Fadhilah Budiono dilantik menjadi bupati Sampang, menggantikan almarhum KH A. Fannan Hasib sejak 6 Juli 2017. Selama delapan bulan Fadhilah menjabat bupati kali ketiga.

Sebelumnya Fadhilah menjabat bupati Sampang selama dua periode. Yakni, pada periode 1995–2001. Periode kedua 2001–2006. Dia merupakan satu-satunya bupati yang menjabat lebih dari dua periode sejak Sampang dibentuk kabupaten.

Baca Juga :  Banyak Lahan Tidak Tergarap

Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah mengatakan, suksesnya kepemimpinan Alfalah bisa diukur dari realisasi visi misinya. Dia tidak berkomentar banyak soal kesuksesan Alfalah. Sebab, masyarakat yang bisa menilai sendiri.

”Dari visi misi sudah bisa diukur kesuksesannya. Apakah sudah benar menata kota dan membangun desa. Termasuk, menjadikan Kota Sampang bersih, sehat, dan bermartabat,” katanya.

SAMPANG – Sosok kepemimpinan Alfalah mempunyai warna tersendiri dalam menjalankan roda pemerintahan. Sosok pemimpin dari kalangan kiai yaitu almarhun KH Fannan Hasib. Hal itu kemudian dilanjutkan Fadhilah Budiono selaku wakilnya saat dipercaya menggantikan Fannan karena wafat.

Fadhilah bukan sosok anyar bagi masyarakat Sampang. Perawakannya yang sudah tidak muda lagi tetap disenangi masyarakat. Fadhilah sangat merakyat. Setiap turun ke desa atau ke pasar pasti ditunggu warga. Bahkan dikerumuni.

Sosoknya humoris. Bisa berteman dengan siapa pun. Baik dengan birokrasi, politisi, ulama, maupun tokoh blater. Fadhilah menjadi bupati fenomenal. Dia dilantik tiga kali sebagai bupati. Padahal dalam aturan, ada pembatasan pengangkatan bupati, yakni hanya dua kali periode.


Fadhilah mengakui tidak sempurna. Masih ada misi yang belum tuntas. Salah satunya adalah peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) dan program lain yang belum maksimal. Pihaknya berharap pada kepemimpinan bupati yang akan datang bisa membuat Kota Sampang lebih maju lagi.

Baca Juga :  Wacanakan Mandangin Jadi Destinasi Wisata Baru

Menurut dia, masyarkat Sampang sangat unik. Perlu cara khusus untuk memimpinnya. Pendekatan yang dilakukan Fadhilah dinilai mampu mendekatkan diri dengan masyarakat. ”Saya memosisikan diri bukan sebagai pimpinan. Tapi, sebagai khadamul ummah atau pelayan masyarakat,” terangnya.

Karena itu, Fadhilah menjadi sosok yang begitu dikagumi karena dekat dengan masyarakatnya. Dia juga mengakui apa yang dilakukan tokcer untuk merangkul dan menyerap aspirasi masyarakat.

Pasangan Alfalah dilantik pada 26 Februari 2013. Fadhilah Budiono dilantik menjadi bupati Sampang, menggantikan almarhum KH A. Fannan Hasib sejak 6 Juli 2017. Selama delapan bulan Fadhilah menjabat bupati kali ketiga.

Sebelumnya Fadhilah menjabat bupati Sampang selama dua periode. Yakni, pada periode 1995–2001. Periode kedua 2001–2006. Dia merupakan satu-satunya bupati yang menjabat lebih dari dua periode sejak Sampang dibentuk kabupaten.

Baca Juga :  Warga Robatal Keluhkan Pelayanan J&T

Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah mengatakan, suksesnya kepemimpinan Alfalah bisa diukur dari realisasi visi misinya. Dia tidak berkomentar banyak soal kesuksesan Alfalah. Sebab, masyarakat yang bisa menilai sendiri.

”Dari visi misi sudah bisa diukur kesuksesannya. Apakah sudah benar menata kota dan membangun desa. Termasuk, menjadikan Kota Sampang bersih, sehat, dan bermartabat,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/