alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Target Kunjungan Wisatawan Dinaikkan 10 Persen

SAMPANG – Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudyaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang menargetkan kunjungan ke objek wisata tahun ini mencapai 2. 543.675 wisatawan nusantara (wisnus) dan 675 wisatawan mancanegara (wisman). Target itu meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya.

Data Disporabudpar menyebutkan, destinasi wisata di Sampang berjumlah 16 lokasi. Terdiri atas wisata alam, budaya, dan religi. Antara lain, Pantai Camplong; Air Terjun Toroan, Kecamatan Ketapang; Hutan Kera Nepa, Kecamatan Banyuates; serta Gua Lebar dan Makam Rato Ebu di Kampung Madegan, Kecamatan Sampang.

 Wisata alam paling banyak dikunjungi masyarakat. Baik oleh wisnus maupun wisman. Misalnya, Pantai Camplong, Air Terjun Toroan, dan Hutan Kera Nepa.

Baca Juga :  Kejari Pupuk Pelajar Jadi Insan Berintegritas

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo mengatakan, naiknya target kunjungan tersebut sesuai dengan upaya pengembangan tempat wisata yang selama ini telah dilakukan. Mulai pelayanan, sarana prasarana (sarpras), dan faktor keamanan di lingkungan wisata.

”Setiap tahun kami menjalankan program pengembangan wisata. Terutama, wisata alam yang selama ini kami andalkan. Tujuannya, meningkatkan jumlah kunjungan,” paparnya kemarin (25/1).

Program pengembangan destinasi wisata tahun ini dianggarkan Rp 1.116.748.000. Dana tersebut fokus untuk pengembangan sarana prasarana (sarpras) di tempat wisata. Ada juga dana untuk pengembangan pemasaran pariwisata Rp 446.231.000 dan pengembangan kemitraan Rp 31.147.000.

”Kami memaksimalkan promosi wisata. Baik melalaui website, kalender wisata, dan pemasangan iklan. Agar tempat wisata di Kota Bahari lebih dikenal masyarakat luas,” tuturnya.

Baca Juga :  BPR El Baghraf Madura Berdikari Siap Layani Masyarakat

Menurut Aji Waluyo, pengembangan objek wisata perlu dilakukan dan dimasukkan dalam rencana pembangunan daerah. Tujuannya, agar tempat wisata semakin diminati. Banyak daerah di Jawa Timur yang memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) besar dari sektor pengelolaan wisata.

Sejak 2017–2019, ada lima tempat wisata alam yang sudah dan diprioritaskan untuk dikembangkan. Yakni, Hutan Kera Nepa, Kecamatan Banyuates; Air Terjun Toroan, Ketapang; Waduk Nepah, Banyuates; Waduk Klampis, Kedungdung; dan Pantai Lon Malang, Sokobanah.

Grand pengembangan wisata sudah ada. Juga ada MoU dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam mengembangkan Waduk Nepah dan Waduk Klampis menjadi tempat wisata. 

SAMPANG – Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudyaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang menargetkan kunjungan ke objek wisata tahun ini mencapai 2. 543.675 wisatawan nusantara (wisnus) dan 675 wisatawan mancanegara (wisman). Target itu meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya.

Data Disporabudpar menyebutkan, destinasi wisata di Sampang berjumlah 16 lokasi. Terdiri atas wisata alam, budaya, dan religi. Antara lain, Pantai Camplong; Air Terjun Toroan, Kecamatan Ketapang; Hutan Kera Nepa, Kecamatan Banyuates; serta Gua Lebar dan Makam Rato Ebu di Kampung Madegan, Kecamatan Sampang.

 Wisata alam paling banyak dikunjungi masyarakat. Baik oleh wisnus maupun wisman. Misalnya, Pantai Camplong, Air Terjun Toroan, dan Hutan Kera Nepa.

Baca Juga :  Kejari Pupuk Pelajar Jadi Insan Berintegritas

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo mengatakan, naiknya target kunjungan tersebut sesuai dengan upaya pengembangan tempat wisata yang selama ini telah dilakukan. Mulai pelayanan, sarana prasarana (sarpras), dan faktor keamanan di lingkungan wisata.

”Setiap tahun kami menjalankan program pengembangan wisata. Terutama, wisata alam yang selama ini kami andalkan. Tujuannya, meningkatkan jumlah kunjungan,” paparnya kemarin (25/1).

Program pengembangan destinasi wisata tahun ini dianggarkan Rp 1.116.748.000. Dana tersebut fokus untuk pengembangan sarana prasarana (sarpras) di tempat wisata. Ada juga dana untuk pengembangan pemasaran pariwisata Rp 446.231.000 dan pengembangan kemitraan Rp 31.147.000.

”Kami memaksimalkan promosi wisata. Baik melalaui website, kalender wisata, dan pemasangan iklan. Agar tempat wisata di Kota Bahari lebih dikenal masyarakat luas,” tuturnya.

Baca Juga :  Awal Tahun, Diskumnaker Sampang Panen Pemohon Kartu Kuning

Menurut Aji Waluyo, pengembangan objek wisata perlu dilakukan dan dimasukkan dalam rencana pembangunan daerah. Tujuannya, agar tempat wisata semakin diminati. Banyak daerah di Jawa Timur yang memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) besar dari sektor pengelolaan wisata.

Sejak 2017–2019, ada lima tempat wisata alam yang sudah dan diprioritaskan untuk dikembangkan. Yakni, Hutan Kera Nepa, Kecamatan Banyuates; Air Terjun Toroan, Ketapang; Waduk Nepah, Banyuates; Waduk Klampis, Kedungdung; dan Pantai Lon Malang, Sokobanah.

Grand pengembangan wisata sudah ada. Juga ada MoU dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam mengembangkan Waduk Nepah dan Waduk Klampis menjadi tempat wisata. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/