Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bantuan Korban Angin Puting Beliung Belum Merata

H
BENCANA: Warga hendak memperbaiki atap rumah yang rusak akibat angin puting beliung di Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang, Selasa (16/12). (AYU LATIFAH/JPRM)
BENCANA: Warga hendak memperbaiki atap rumah yang rusak akibat angin puting beliung di Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Sampang, Selasa (16/12). (AYU LATIFAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang menyalurkan bantuan kepada korban angin puting beliung di Desa Dharma Camplong. Namun, bantuan tersebut ditengarai tidak merata. Sebab, tidak semua korban menerima bantuan tersebut.


Advertisement

Nihayatul Jannah menyampaikan, atap rumahnya rusak karena tersapu angin puting beliung. Kerusakannya cukup parah. Genting dan galvalum rusak. ”Rumah saya ini termasuk yang paling parah, sampai viral saking parahnya, namun tidak dapat bantuan dari pemerintah,” katanya Kamis (18/12).

Perempuan berusia 38 itu menyebutkan, sebanyak 200 genting hancur dan galvalum rumahnya rusak terbawa angin yang terjadi Senin (15/12) sore. Sampai sekarang kerusakan itu belum diperbaiki, bahkan di dalam rumahnya banjir karena atap bocor.

Dia mengaku belum didatangi pemerintah terkait pendataan bantuan korban puting beliung. Padahal, tetangganya yang juga terdampak sudah menerima bantuan. Nihayatul Jannah heran karena hanya dirinya yang belum mendapatkan bantuan. 

Advertisement

”Seharusnya mampu atau tidak kalau korban, ya dibantu. Banyak yang rusak ringan malah dapat, kan itu tidak adil,” ungkapnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang Fajar Arif menyampaikan, bantuan logistik kepada korban angin puting beliung sudah tersalurkan. Yakni, diserahkan kepada 60 korban di Dusun Pesisir Timur dan Dusun Pesisir Barat. Bentuknya berupa terpal, selimut, alat kebersihan, pakaian sandang, perlengkapan bayi, dan sebagainya.

”Sudah tersalur pada Rabu (17/12) dan semuanya mendapatkan bantuan,” klaimnya.

Advertisement

Dirinya memastikan penyaluran sudah sesuai dengan data yang didapat dari perangkat desa. Kalaupun ada yang tidak terdata, kemungkinan akan dimasukkan pada data korban susulan. Sebab, korban data susulan dari perangkat desa terus bertambah.

”Berarti itu masuk yang susulan, karena setelah di-dropping ada susulan data. Bantuan ini juga tidak melihat mampu dan tidak semuanya bencana,” tandasnya. (ay/bil)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Korban Dugaan Penipuan Bertambah, Imam Mahdi Palsu Kembali Dipolisikan

Korban Dugaan Penipuan Bertambah, Imam Mahdi Palsu Kembali Dipolisikan

Mohammad Sahid As’ad selaku penasihat hukum IH menyatakan, modus dugaan penipuan yang dialami kliennya berawal saat FF menyebut IH tidak memiliki ikatan antara murid dengan guru.

Warga Blega Polisikan Teman Karena Melakukan Penganiayaan dan Merusak Rumah

Warga Blega Polisikan Teman Karena Melakukan Penganiayaan dan Merusak Rumah

Irdiana Kusumawati selaku kuasa hukum korban mengatakan, penganiayaan terhadap kliennya itu terjadi pada Kamis (24/9)

Korban Tindak Asusila oleh Oknum Guru SD di Kangean Bertambah

Korban Tindak Asusila oleh Oknum Guru SD di Kangean Bertambah

Ach. Syaifur Rizal selaku penasihat hukum korban menyatakan, sejumlah korban mengaku mengalami dugaan perlakuan tersebut lebih dari sekali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer