Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Skor SPI Sampang Masuk Peringkat 10 Terbaik

H

PENCEGAHAN: Inspektorat Sampang melakukan sosialisasi dan FGD penyusunan reaksi tindak lanjut SPI 2024 di aula Pemkab Sampang, Jumat (15/5). (INSPEKTORAT UNTUK JPRM)
PENCEGAHAN: Inspektorat Sampang melakukan sosialisasi dan FGD penyusunan reaksi tindak lanjut SPI 2024 di aula Pemkab Sampang, Jumat (15/5). (INSPEKTORAT UNTUK JPRM)
 


Advertisement

SAMPANG, RadarMadura.id – Pencegahan korupsi yang dilakukan Pemkab Sampang semakin baik. Hal itu diketahui dari hasil survei penilaian integritas (SPI) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Tahun ini, skor SPI Kabupaten Sampang masuk peringkat 10 terbaik.

Inspektur Inspektorat Sampang Ariwibowo Sulistyo mengatakan, setiap tahun KPK melakukan SPI. Tujuannya, untuk menilai pencegahan korupsi di daerah. ”Melalui SPI ini, KPK menilai seberapa efektif pencegahan korupsi di Sampang,” katanya.

Menurutnya, tahun ini Pemkab Sampang berada di peringkat 10 terbaik hasil SPI. Skor SPI 2025 diumukan KPK saat melaksanakan peringatan hari antikorupsi sedunia (Hakordia) 2025 di Museum Benteng Vredeburg, Kota Jogjakarta, Selasa (9/12).

Advertisement

”Pemkab Sampang mencatat skor SPI 78,87, meningkat dari tahun sebelumnya dengan skor 76,65,” ujarnya.

Ari menyatakan, SPI di Kabupaten Sampang melibatkan tiga responden. Meliputi ASN di lingkungan pemerintah, pengguna layanan pemerintah, dan expert atau ahli.  ”Responden yang ketiga ini di antaranya ada perwakilan media massa atau jurnalis, LSM, dunia usaha, pengacara, APH, dan sebagainya,” paparnya.

Dijelaskan, hasil SPI KPK dipetakan menjadi tiga kategori. Kategori rentan (paling bawah), waspada (menengah) dan terjaga (paling baik). Dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim, ada 11 Kabupaten/Kota yang masuk pada kategori terjaga. Sampang masuk pada peringkat ke 11 dengan skor 78.87.

Advertisement

Inspektorat Sampang merasa belum puas dengan capaian tersebut. Ari mengaku masih memiliki pekerjaan rumah (PR) dalam pencegahan korupsi, termasuk di tingkat desa. ”Kami menginginkan kasus dugaan korupsi di OPD maupun rumah sakit (RS) tidak terjadi,” harapnya. (bai/bil)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dua Paket RTLH di Sampang Belum Dikerjakan

Dua Paket RTLH di Sampang Belum Dikerjakan

Abdul Rokib mengatakan, paket pembangunan RTLH ditarget tuntas sebelum Desember. Karena itu, pihaknya akan mempercepat pembangunan dua rumah yang tertunda untuk pembuatan SK Penetapan Lokasi.

Perbaikan Jalan Utama Desa Tuntas, Pemdes Sokobanah Daya Lakukan Pengaspalan di Tiga Lokasi

Perbaikan Jalan Utama Desa Tuntas, Pemdes Sokobanah Daya Lakukan Pengaspalan di Tiga Lokasi

Pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang, sudah tuntas. Tahun ini, ada tiga lokasi yang dibangun.

Krisis Air Bersih Dirasakan Setiap Tahun

Krisis Air Bersih Dirasakan Setiap Tahun

Musleh, warga Desa Baruh, mengatakan, meski air tidak mengalir, warga tetap menerima tagihan dari PDAM Trunojoyo. Besaran tagihan setiap bulan bervariasi, tetapi warga tetap diminta melakukan pembayaran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer