Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Kios Tutup, Disperta KP Sampang Usulkan Poktan Diangkat PPTS

H
KETAHANAN PANGAN: Petani saat menabur pupuk di Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik, Sabtu (13/12). (AYU LATIFAH/JPRM)
KETAHANAN PANGAN: Petani saat menabur pupuk di Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik, Sabtu (13/12). (AYU LATIFAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Tahun ini, jumlah kios di Kabupaten Sampang menyusut. Sebab, ada dua kios di Kecamatan Banyuates yang mengundurkan diri sehingga gerainya ditutup. Disperta KP Sampang mengusulkan sejumlah poktan agar diangkat PPTS.


Advertisement

Account Executive (AE) PT Pupuk Indonesia Wilayah Madura Sigit Cahyono menyampaikan, jumlah kios atau penerima pada titik serah (PPTS) yang berkomitmen menyalurkan pupuk subsidi tersebar di 79 titik. Namun, kini berkurang menjadi 77 PPTS. Sebab, dua kios lain menutup gerainya.

”Jumlah kios berkurang dua. Mereka memilih mengundurkan diri,” ujarnya kepada JPRM Minggu (14/12).

Dia mengungkapkan, kios yang mundur beralamat di Kecamatan Banyuates. Alasannya, tidak mampu membuat laporan administrasi dengan sistem digitalisasi.

Advertisement

”Mereka tidak sanggup dalam pelaporannya yang berbeda dengan yang manual. Bukan karena bermasalah,” ungkapnya.

Pria asal Bangkalan itu menyampaikan, semua PPTS harus berkomitmen dalam melaporkan penyaluran pupuk. Jika administrasi bermasalah, maka PPTS wajib menganti.

”Jika hasil audit PPTS tidak sesuai, maka harus mengganti besaran pupuk subsidi. Sebab, dalam penyalurannya petani harus difoto beserta jumlah pupuk yang diterima,” tuturnya.

Advertisement

Sigit menegaskan, distribusi pupuk tetap maksimal meski jumlah kios berkurang. Sebab, penyaluran pupuk dialihkan ke kios terdekat sesuai wilayah PPTS. ”Jika mengangkat (kios baru), tidak mudah, harus lengkap persyaratannya,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang Suyono menyampaikan, hampir setiap tahun jumlah PPTS berkurang. Namun, pihaknya belum mengetahui jika tahun ini ada kios yang mundur.

”Ketika ada pemberhentian atau pengurangan kios, biasanya kami hanya koordinasi dengan distributor. Tahun ini kami belum dapat informasi mengenai pencopotan (kios),” tuturnya.

Dia berharap, ada PPTS baru untuk memaksimalkan penyaluran dan serapan pupuk subsidi. Menurutnya, sejumlah kelompok tani (poktan) sudah mengajukan menjadi PPTS.

”Ada sekitar empat hingga lima poktan yang mendaftar PPTS, mungkin bisa diakomodasi. Sehingga, penyaluran ke petani bisa maksimal,” tandasnya. (ay/bil)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Petani Tembakau Tak Di-Cover Pupuk Subsidi

Petani Tembakau Tak Di-Cover Pupuk Subsidi

hingga saat ini belum ada kebijakan pemerintah yang memasukkan tembakau sebagai komoditas penerima pupuk bersubsidi.

Belanja Mesin Perajang Ratusan Juta Dinilai Sia-Sia

Belanja Mesin Perajang Ratusan Juta Dinilai Sia-Sia

Ketua APTI Sampang Haryono menyampaikan, pendistribusian mesin perajang saat ini dinilai kurang pas, bahkan terbilang telat. Sebab, sejumlah petani telah menuntaskan proses rajang sejak beberapa bulan sebelumnya.

Anggaran Belanja Pupuk NPK Belum Terserap

Anggaran Belanja Pupuk NPK Belum Terserap

Abdi Barri Salam mengatakan, OPD pengampu semestinya tidak memiliki alasan untuk tidak melakukan serapan. Sebab, jika tidak melakukan, maka tahap salur tahap tiga akan tersendat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer