Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dishub Sampang: Retribusi Parkir Tepi Jalan Masih Rendah

H
PENERTIBAN: Jukir saat membantu pengendara motor menyeberang di Jalan Panglima Sudirman Kamis (20/11). (AYU LATIFAH/JPRM)
PENERTIBAN: Jukir saat membantu pengendara motor menyeberang di Jalan Panglima Sudirman Kamis (20/11). (AYU LATIFAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir di Kota Bahari masih belum maksimal. Hingga memasuki triwulan keempat, capaian retribusi parkir tepi jalan umum (TJU) baru menyentuh 71 persen.


Advertisement

Kabid Hubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Khotibul Umam menjelaskan bahwa potensi parkir yang dikelola dishub terbagi menjadi dua sektor, yakni parkir tepi jalan umum dan parkir khusus. Saat ini keduanya masih berjalan. ”Untuk parkir TJU, kami memiliki 22 titik potensi parkir,” ujarnya Kamis (20/11).

Potensi tersebut tersebar di sejumlah ruas jalan utama Kota Sampang. Tahun ini, target retribusi parkir ditetapkan sebesar Rp 3,5 miliar. Namun, hingga kini realisasinya baru mencapai Rp 2,4 miliar atau sekitar 71 persen.

Retribusi tersebut diperoleh melalui sistem parkir berlangganan yang dibayarkan bersamaan dengan kewajiban pajak kendaraan bermotor di samsat. ”Namun, di lapangan masih banyak masyarakat yang tidak taat pajak. Ini sangat memengaruhi capaian retribusi parkir berlangganan,” tambahnya.

Advertisement

Berbagai upaya sudah dilakukan dishub bersama UPT Pengelola Pendapatan Provinsi Jatim, mulai dari penagihan door-to-door hingga operasi gabungan bagi wajib pajak yang menunggak. Meski begitu, Umam mengaku pesimistis target 100 persen bisa tercapai. Dia memperkirakan realisasi maksimal hanya berada di kisaran 80 persen.

”Kami tetap berupaya meningkatkan pendapatan, meski setiap bulan rata-rata hanya sekitar Rp 250 juta,” tegasnya.

Sementara itu, Pengelola Data Pelayanan Perpajakan (PDPP) Kantor Bersama Samsat Sampang Wildan Mahbuby mengungkapkan, potensi pajak kendaraan di Kota Sampang merupakan yang terkecil di Jawa Timur. Banyak warga Sampang yang menggunakan kendaraan berpelat luar daerah, sehingga kontribusi terhadap retribusi parkir berlangganan pun rendah.

Advertisement

Potensi lebih besar sebenarnya ada pada penarikan langsung di tepi jalan. Namun, kami tetap melakukan sosialisasi melalui kecamatan dan kelurahan untuk mengingatkan masyarakat agar taat pajak,” pungkasnya. (ay/han)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Komisi III DPRD Sampang Tegaskan Pelaksanaan Tender Harus Sesuai Juknis

Komisi III DPRD Sampang Tegaskan Pelaksanaan Tender Harus Sesuai Juknis

Ketua Komisi III DPRD Sampang Baihaqi menjelaskan, pokja harus komitmen melaksanakan tender yang transparan dan fair. Dia tidak menginginkan muncul persoalan di kemudian hari.

Dewan Nilai Perencanaan Dinkes KB Sampang Tak Matang

Dewan Nilai Perencanaan Dinkes KB Sampang Tak Matang

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud berharap proyek pembangunan labkesmas tetap dilanjutkan tanpa harus membatalkan kontrak.

Dishub Sampang Kesulitan Penuhi Target PAD, Dari Pengelolaan Pelabuhan Tanglok

Dishub Sampang Kesulitan Penuhi Target PAD, Dari Pengelolaan Pelabuhan Tanglok

Iwan Heri Susanto mengaku kesulitan untuk mendongkrak perolehan pendapatan. Potensi pendapatan yang dikelola cenderung stagnan. Sebab, sewa lahan di Pelabuhan Tanglok makin sepi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer