Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tiga Pemotor Tewas di Tempat, Diduga Korban Tabrak Lari

H
TEWAS: Korban kecelakaan saat menjalani perawatan medis di Puskesmas Omben, Selasa (11/11) malam. (HUMAS POLRES UNTUK JPRM)
TEWAS: Korban kecelakaan saat menjalani perawatan medis di Puskesmas Omben, Selasa (11/11) malam. (HUMAS POLRES UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Suasana Desa Angsokah, Kecamatan Omben, Sampang, pada Selasa (11/11) sekitar pukul 22.44 geger. Pasalnya, tiga pengendara sepeda motor Honda Beat nomor polisi (nopol) M 6612 GH tergeletak. Mereka diduga menjadi korban tabrak lari.


Advertisement

Kasatlantas Polres Sampang AKP Sigit Ekan Sahudi membenarkan insiden tersebut. Kejadiannya pada Selasa (11/11) malam sekitar pukul 22.44 dan tempat kejadian perkara (TKP) di jalan raya Desa Angsokah, Kecamatan Omben.

”Iya benar, kejadian yang diduga tabrak lari dengan tipe tabrakan adu depan,” katanya.

Menurutnya, kendaraan yang terlibat yakni sepeda motor Honda Beat nopol M 6612 GH kontra fuso. Sepeda motor itu dikendarai tiga orang. Yakni, penumpang bernama Yasin Nawawi, 61, warga Desa Paseyan, Kecamatan Kota Sampang.

Advertisement

Sementara yang membonceng adalah Rofiih, 35, warga Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, serta Udi, 40, warga Desa Tambak, Kecamatan Omben. ”Identitas fuso belum diketahui,” ujarnya.

Sebelum kejadian, sepeda motor yang dikendarai Yasin Nawawi membonceng Rofiih dan Udi melaju dari arah selatan ke arah utara. Setiba di TKP, dari arah berlawanan muncul fuso nopol XXX yang dikemudikan Mr X.

”Truk tersebut diduga oleng ke kanan jalan dengan kecepatan tinggi,” ujarnya.

Advertisement

Karena jarak fuso dengan sepeda motor terlalu dekat, kecelakaan pun tak terhindarkan. Akibatnya, Yasin Nawawi mengalami luka berat dan meninggal di TKP. Rofiih juga mengalami luka berat dan meninggal.

”Sementara satu pembonceng lainnya atas nama Udi mengalami luka berat dan dirawat di Puskesmas Omben,” bebernya.

Pama dengan tiga balok emas di pundaknya itu menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus tersebut. ”Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan melakukan pengejaran terhadap sopir fuso,” bebernya.

Sigit mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, baik masyarakat di wilayah Kabupaten Sampang atau yang melintasi wilayah Sampang agar lebih berhati-hati. Pengguna jalan hendaknya mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk petugas di lapangan.

”Jangan lupa istirahat pada tempat-tempat yang aman apabila kecapekan, lelah atau mengantuk,” bebernya.

Kepala Puskesmas Omben Yuanita Purnamawati membenarkan, tiga korban dibawa ke puskesmas sekitar pukul 23.25. Dua orang meninggal saat tiba di Puskesmas Omben.

”Korban meninggal mengalami patah tulang, perdarahan aktif, dan terdapat beberapa luka robek terbuka di area kaki dan kepala,” ujarnya.

Sementara untuk pembonceng lainnya, Udi, mengalami luka robek pada kepala bagian belakang. Korban tersebut sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Omben, tapi nyawanya tidak tertolong. ”Udi meninggal sekitar pukul 01.05 di UGD,” tandasnya. (bai/yan)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Polisi Selidiki Penyebab Sepeda Motor Warga di Kelurahan Mlajah Terbakar

Polisi Selidiki Penyebab Sepeda Motor Warga di Kelurahan Mlajah Terbakar

Devita Ariani, 33, warga Kampung Bungsan, Kelurahan Mlajah, itu menyampaikan, tidak hanya sepeda motor, satu unit sepeda Polygon miliknya juga hilang. Penyebab dan pelaku dari insiden tersebut belum diketahui.

Ratusan Sepeda Motor Terparkir di Mapolres Pamekasan 

Ratusan Sepeda Motor Terparkir di Mapolres Pamekasan 

total ada 582 unit sepeda motor yang berhasil diamankan institusinya dari berbagai titik rawan bali di wilayah hukum Pamekasan.

Terkena Serangan Jantung, Napi Rutan Kelas II-B Sampang Meninggal di Rumah Sakit

Terkena Serangan Jantung, Napi Rutan Kelas II-B Sampang Meninggal di Rumah Sakit

Amin Jakfar Sidik menerangkan, setiba di RSMZ, pasien sudah dalam kondisi kritis. Tenaga kesehatan kemudian melakukan perawatan di ruang intensif. Pasien dinyatakan meninggal sekitar pukul 09.00.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer