alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Penyuluh: Usulan 2017 dan 2018 Sebagian Tercetak

SAMPANG – Realisasi program kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (Kusuka) di Sampang Tak jelas. Pemohon belum menerima kartu dari program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut.

Salah seorang nelayan di Kecamatan Camplong Abdus Syukur mengaku sudah lama mendaftar Kusuka. Tapi, sampai sekarang kartu itu tidak kunjung diterima. Dia tidak tahu pasti harus berapa lama menunggu.

”Saya sudah lama mendaftar. Tapi, sampai sekarang belum terbit. Katanya suruh nunggu dulu,” ujar Syukur kemarin (24/11).

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Perikanan Sampang Ahmad Furqon menyatakan, pembuatan Kusuka memang butuh waktu lama. Sebab, pencetakan kartu itu tidak dilakukan di tingkat daerah, tetapi di kementerian.

Baca Juga :  PKS Sampang Gelar Pendidikan Politik dan Pembekalan Caleg

”Ada yang sudah cetak. Tapi, itu usulan untuk tahun 2017 dan 2018. Untuk usulan 2019 belum selesai,” jelasnya.

Kusuka bukan hanya untuk nelayan, melainkan untuk seluruh pelaku usaha kelautan dan perikanan. Mencakup nelayan kecil, nelayan tradisional, nelayan buruh, dan nelayan pemilik. Kemudian, pembudi daya ikan kecil, penggarap lahan, dan pemilik lahan. Selain itu, petambak garam, pemasar perikanan, serta penyedia jasa pengiriman produk kelautan dan perikanan juga menjadi objek sasaran.

Karena itulah target yang harus terdata oleh KKP cukup besar. Tetapi, upaya mendata pelaku usaha perikanan dan kelautan itu dilakukan secara bertahap. Untuk tahun ini, di Sampang target yang dipatok 1.900 orang.

Baca Juga :  Nelayan Tunggu Janji Bupati Sampang

Target tersebut disesuaikan dengan jumlah penyuluh. Di Sampang total penyuluh perikanan 19 orang. Tiap penyuluh diberi target melakukan pendataan dan updating Kusuka kepada 100 orang.

”Target penyuluh kabupaten untuk 2019 ini sebanyak 1.900 orang. Tapi, capaiannya hingga hari ini 1.971 orang atau sekitar 103,74 persen,” tandasnya.

SAMPANG – Realisasi program kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (Kusuka) di Sampang Tak jelas. Pemohon belum menerima kartu dari program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut.

Salah seorang nelayan di Kecamatan Camplong Abdus Syukur mengaku sudah lama mendaftar Kusuka. Tapi, sampai sekarang kartu itu tidak kunjung diterima. Dia tidak tahu pasti harus berapa lama menunggu.

”Saya sudah lama mendaftar. Tapi, sampai sekarang belum terbit. Katanya suruh nunggu dulu,” ujar Syukur kemarin (24/11).


Sementara itu, Koordinator Penyuluh Perikanan Sampang Ahmad Furqon menyatakan, pembuatan Kusuka memang butuh waktu lama. Sebab, pencetakan kartu itu tidak dilakukan di tingkat daerah, tetapi di kementerian.

Baca Juga :  STAI-Akper Nata Mewisuda 99 Mahasiswa

”Ada yang sudah cetak. Tapi, itu usulan untuk tahun 2017 dan 2018. Untuk usulan 2019 belum selesai,” jelasnya.

Kusuka bukan hanya untuk nelayan, melainkan untuk seluruh pelaku usaha kelautan dan perikanan. Mencakup nelayan kecil, nelayan tradisional, nelayan buruh, dan nelayan pemilik. Kemudian, pembudi daya ikan kecil, penggarap lahan, dan pemilik lahan. Selain itu, petambak garam, pemasar perikanan, serta penyedia jasa pengiriman produk kelautan dan perikanan juga menjadi objek sasaran.

Karena itulah target yang harus terdata oleh KKP cukup besar. Tetapi, upaya mendata pelaku usaha perikanan dan kelautan itu dilakukan secara bertahap. Untuk tahun ini, di Sampang target yang dipatok 1.900 orang.

Baca Juga :  Dinkes Komitmen Kota Bahari Bebas Pasung

Target tersebut disesuaikan dengan jumlah penyuluh. Di Sampang total penyuluh perikanan 19 orang. Tiap penyuluh diberi target melakukan pendataan dan updating Kusuka kepada 100 orang.

”Target penyuluh kabupaten untuk 2019 ini sebanyak 1.900 orang. Tapi, capaiannya hingga hari ini 1.971 orang atau sekitar 103,74 persen,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/