alexametrics
24.6 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Tangkap Maling Motor, Dua Polisi Alami Luka-Luka

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Upaya Polsek Pangarengan mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kemarin (24/10) makan korban. Buktinya, salah satu anggota Unit Reskrim Polsek Pangarengan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sebab, terjatuh saat kejar-kejaran dengan terduga pelaku curanmor.

Ceritanya, Hori, 30, warga Desa Gulbung melaporkan kasus curanmor ke Polsek Pangarengan. Dalam laporan yang dibuat sekitar pukul 07.00 tersebut, korban mengetahui motornya raib sekitar pukul 03.00. Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP).

Saat menyelidiki kasus tersebut, polisi mendapatkan petunjuk dari warga sekitar. Berdasar keterangan warga, salah seorang warga berinisial F terlihat membuka nomor polisi (nopol) sepeda motor di belakang rumahnya. Sekitar pukul 09.00, F ke luar rumah menuju arah barat. Setelah ditelusuri, polisi kembali menerima informasi bahwa F menuju ke Kecamatan Kota Sampang.

Baca Juga :  Klinik Qona'ah dan JPRM Komitmen Bantu Warga Kurang Mampu

Setelah melakukan patroli, Brigpol Widodo dan Brigpol Abdul Mukti melihat F membonceng W. Aksi kejar-kejaran polisi dengan target pun tidak terelakkan. Pengejaran terhadap F dan W bahkan sampai ke jalan raya Desa Tanggumong, Kecamatan Kota Sampang. Hasilnya, polisi berhasil menarik jaket F. Tapi, F melawan. Akibatnya, Widodo dan Abdul Mukti terjatuh.

Meski mengalami luka-luka, Widodo dan Abdul Mukti tetap mengejar F dan W hingga ke jalan Desa Kamoning, Kecamatan Kota Sampang. Karena jalan yang dilalui F dan W rusak dan menanjak, keduanya lalu terjatuh. Selanjutnya, kedua polisi tersebut berhasil mengamankan W. Sedangkan F kabur meninggalkan rekannya yang sudah dicokok polisi.

Setelah mengamankan W, Widodo dan Abdul Mukti kembali melanjutkan perburuan terhadap F. Setelah dibantu warga Desa Kamoning, polisi akhirnya berhasil meringkus F yang bersembunyi di semak-semak sekitar pukul 11.00. Selanjutnya, Widodo dan Abdul Mukti membawa F serta W ke Mapolsek Pangarengan untuk menjalani penyidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  Razia Rumah Kos Nihil Tangkapan

Kapolsek Pangarengan Ipda Sujiono mengucapkan terima kasih atas bantuan masyarakat dalam pengungkapan kasus curanmor tersebut. Dia mengakui jika kedua anggotanya terjatuh saat memburu terduga pelaku curanmor hingga mengalami luka-luka. ”Anggota kami sudah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Pangarengan. Pak Widodo dan Pak Abdul Mukti mengalami luka lecet di tangan dan kaki,” tuturnya.

Dijelaskan, kasus tersebut kini dilimpahkan ke Satreskrim Polres Sampang. F tercatat sebagai warga Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan. Sementara Wijaya, tercatat sebagai warga Jalan Rajawali, Kecamatan Kota Sampang. ”Setelah mencuri sepeda motor, F mampir ke rumah W dan mengajak jalan-jalan. W tidak tahu kalau sepeda motor yang dikendarai F merupakan hasil tindak kejahatan,” tandasnya.

- Advertisement -

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Upaya Polsek Pangarengan mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kemarin (24/10) makan korban. Buktinya, salah satu anggota Unit Reskrim Polsek Pangarengan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sebab, terjatuh saat kejar-kejaran dengan terduga pelaku curanmor.

Ceritanya, Hori, 30, warga Desa Gulbung melaporkan kasus curanmor ke Polsek Pangarengan. Dalam laporan yang dibuat sekitar pukul 07.00 tersebut, korban mengetahui motornya raib sekitar pukul 03.00. Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP).

Saat menyelidiki kasus tersebut, polisi mendapatkan petunjuk dari warga sekitar. Berdasar keterangan warga, salah seorang warga berinisial F terlihat membuka nomor polisi (nopol) sepeda motor di belakang rumahnya. Sekitar pukul 09.00, F ke luar rumah menuju arah barat. Setelah ditelusuri, polisi kembali menerima informasi bahwa F menuju ke Kecamatan Kota Sampang.

Baca Juga :  Puluhan Narapidana Rekam E-KTP

Setelah melakukan patroli, Brigpol Widodo dan Brigpol Abdul Mukti melihat F membonceng W. Aksi kejar-kejaran polisi dengan target pun tidak terelakkan. Pengejaran terhadap F dan W bahkan sampai ke jalan raya Desa Tanggumong, Kecamatan Kota Sampang. Hasilnya, polisi berhasil menarik jaket F. Tapi, F melawan. Akibatnya, Widodo dan Abdul Mukti terjatuh.

Meski mengalami luka-luka, Widodo dan Abdul Mukti tetap mengejar F dan W hingga ke jalan Desa Kamoning, Kecamatan Kota Sampang. Karena jalan yang dilalui F dan W rusak dan menanjak, keduanya lalu terjatuh. Selanjutnya, kedua polisi tersebut berhasil mengamankan W. Sedangkan F kabur meninggalkan rekannya yang sudah dicokok polisi.

Setelah mengamankan W, Widodo dan Abdul Mukti kembali melanjutkan perburuan terhadap F. Setelah dibantu warga Desa Kamoning, polisi akhirnya berhasil meringkus F yang bersembunyi di semak-semak sekitar pukul 11.00. Selanjutnya, Widodo dan Abdul Mukti membawa F serta W ke Mapolsek Pangarengan untuk menjalani penyidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  Klinik Qona'ah dan JPRM Komitmen Bantu Warga Kurang Mampu

Kapolsek Pangarengan Ipda Sujiono mengucapkan terima kasih atas bantuan masyarakat dalam pengungkapan kasus curanmor tersebut. Dia mengakui jika kedua anggotanya terjatuh saat memburu terduga pelaku curanmor hingga mengalami luka-luka. ”Anggota kami sudah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Pangarengan. Pak Widodo dan Pak Abdul Mukti mengalami luka lecet di tangan dan kaki,” tuturnya.

Dijelaskan, kasus tersebut kini dilimpahkan ke Satreskrim Polres Sampang. F tercatat sebagai warga Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan. Sementara Wijaya, tercatat sebagai warga Jalan Rajawali, Kecamatan Kota Sampang. ”Setelah mencuri sepeda motor, F mampir ke rumah W dan mengajak jalan-jalan. W tidak tahu kalau sepeda motor yang dikendarai F merupakan hasil tindak kejahatan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/