alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Ulama Lurug Kantor Wakil Rakyat Sikapi Ancaman Bahaya Narkoba

SAMPANG – Peredaran naskoba di wilayah Sampang memprihatinkan. Banyak tokoh yang khawatir akan masa depan generasi muda bila penanggulangan serta pencegahannya tidak optimal. Terlebih, narkoba sudah menyebar secara rata, baik di kota maupun di desa-desa.

Keprihatinan itu disampaikan puluhan ulama yang tergabung dalam Majelis Silaturahmi Ulama Sampang (Majsus). Siang kemarin (24/9), Majsus menggelar audiensi dengan DPRD Sampang.

Ketua Majsus KH Ach. Yahya Hamiduddin menyampaikan, pihaknya sengaja datang ke kantor wakil rakyat dilatarbelakangi keprihatinan. ”Keprihatinan pertama adalah meningkatnya peredaran narkotika serta obat-obat terlarang di Sampang menggugah para masyaikh untuk menyampaikan pokok-pokok pikirannya,” paparnya.

Peredaran narkoba menurutnya mengancam generasi bangsa. Di samping itu, narkoba serta kejahatan lainnya tidak sesuai dengan moto Sampang. Sebagaimana sudah masyhur, Sampang punya slogan Kota Bahari, yakni bersih, agamais, harmonis, aman, rapi, dan indah.

Baca Juga :  PPDB SMK Bebas Zonasi, Tes Akademik dan Kesehatan Menentukan

Slogan Bahari itu harus dijaga oleh semua pihak. ”Jangan sampai tingkat narkobanya sangat memprihatinkan, tertinggi di Jawa Timur, bahkan masuk peringkat tertinggi di tingkat nasional,” pesannya.

Selain permasalahan narkoba, Majsus juga menyinggung tema lain. Yakni, pentingnya penertiban-penertiban tempat wisata yang ditengarai kerap dijadikan tempat mesum. Pihaknya setuju ada pengembangan wisata, tetapi harus dijaga dengan ketat agar tidak dijadikan tempat yang melanggar ajaran agama.

”Ketiga, menjaga Sampang agar tidak dimasuki paham-paham atau aliran-aliran baru yang merusak tatanan nilai keagamaan yang sudah kondusif,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sampang Fadol mengatakan sepakat dengan tuntutan dari Majsus. Pihaknya bersedia bersama-sama untuk memberantas narkoba dari Kabupaten Sampang.

Baca Juga :  Pembunuhan Kiai Idris Diduga Terkait Pembebasan Lahan Waduk Nepa

Menurut Fadol, banyak hal yang bisa dilakukan guna mencegah dan menanggulangi narkoba. Salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan pendidikan.

”Tadi itu sempat dibicarakan juga bahwasanya peredaran narkoba itu erat kaitannya dengan pendidikan yang rendah dan kesejahteraan yang lemah,” katanya.

”Tadi dari para kiai sempat menyampaikan, kalau pendidikannya jelas dan kesejahteraan naik, otomatis tidak ada peredaran narkoba,” tandasnya. 

SAMPANG – Peredaran naskoba di wilayah Sampang memprihatinkan. Banyak tokoh yang khawatir akan masa depan generasi muda bila penanggulangan serta pencegahannya tidak optimal. Terlebih, narkoba sudah menyebar secara rata, baik di kota maupun di desa-desa.

Keprihatinan itu disampaikan puluhan ulama yang tergabung dalam Majelis Silaturahmi Ulama Sampang (Majsus). Siang kemarin (24/9), Majsus menggelar audiensi dengan DPRD Sampang.

Ketua Majsus KH Ach. Yahya Hamiduddin menyampaikan, pihaknya sengaja datang ke kantor wakil rakyat dilatarbelakangi keprihatinan. ”Keprihatinan pertama adalah meningkatnya peredaran narkotika serta obat-obat terlarang di Sampang menggugah para masyaikh untuk menyampaikan pokok-pokok pikirannya,” paparnya.

Peredaran narkoba menurutnya mengancam generasi bangsa. Di samping itu, narkoba serta kejahatan lainnya tidak sesuai dengan moto Sampang. Sebagaimana sudah masyhur, Sampang punya slogan Kota Bahari, yakni bersih, agamais, harmonis, aman, rapi, dan indah.

Baca Juga :  Untuk Mempercepat Pengungkapan Kasus Dugaan Pelecehan Ulama

Slogan Bahari itu harus dijaga oleh semua pihak. ”Jangan sampai tingkat narkobanya sangat memprihatinkan, tertinggi di Jawa Timur, bahkan masuk peringkat tertinggi di tingkat nasional,” pesannya.

Selain permasalahan narkoba, Majsus juga menyinggung tema lain. Yakni, pentingnya penertiban-penertiban tempat wisata yang ditengarai kerap dijadikan tempat mesum. Pihaknya setuju ada pengembangan wisata, tetapi harus dijaga dengan ketat agar tidak dijadikan tempat yang melanggar ajaran agama.

”Ketiga, menjaga Sampang agar tidak dimasuki paham-paham atau aliran-aliran baru yang merusak tatanan nilai keagamaan yang sudah kondusif,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sampang Fadol mengatakan sepakat dengan tuntutan dari Majsus. Pihaknya bersedia bersama-sama untuk memberantas narkoba dari Kabupaten Sampang.

Baca Juga :  Kedatangan PMI Diprediksi Hingga Juli

Menurut Fadol, banyak hal yang bisa dilakukan guna mencegah dan menanggulangi narkoba. Salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan pendidikan.

”Tadi itu sempat dibicarakan juga bahwasanya peredaran narkoba itu erat kaitannya dengan pendidikan yang rendah dan kesejahteraan yang lemah,” katanya.

”Tadi dari para kiai sempat menyampaikan, kalau pendidikannya jelas dan kesejahteraan naik, otomatis tidak ada peredaran narkoba,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Ajak Santri Cintai Dunia Tulis-menulis

Asyik Nyabu, PNS Ditangkap

Puisi Madura Ra Mamber*

Artikel Terbaru

/