alexametrics
27.1 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

DPRD Ingatkan Hak Nelayan Terdampak

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Kegiatan eksplorasi Petronas Carigali North Madura II Ltd membuahkan hasil. Pengeboran di Sumur Hidayah-1 tersebut menemukan sumber minyak. DPRD Sampang mengingatkan agar hak nelayan terdampak tidak dilupakan.

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee A. Suardin menyampaikan, pihaknya melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Hal itu sesuai Perpres RI 9/2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Termasuk pengeboran Sumur Eksplorasi Hidayah-1 yang dilakukan PC North Madura II Ltd.

”Lembaga ini dimaksudkan supaya pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi milik negara dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara untuk kemakmuran rakyat,” katanya dalam rilis yang dikeluarkan Selasa (23/2).

Eksplorasi mulai dikerjakan 7 Januari 2021. Aktivitas pengeboran tersebut ditengarai berhasil menemukan cadangan minyak. Target dari aktivitas tersebut menyentuh Formasi Ngimbang carbonate dengan besaran sumber daya inplace sebesar 158 juta barel minyak.

Kedalaman keseluruhan Sumur Hidayah-1 berada pada 2.739 meter. SKK Migas dan Petronas Carigali North Madura II Ltd melakukan 1 interval uji uap bor (drill stem test) setelah kegiatan pengeboran berjalan 57 hari. Hal itu untuk mengetahui laju alir serta data reservoir pada Formasi Ngimbang. ”Ini kabar baik bagi kita karena berhasil menemukan hidrokarbon berupa minyak dengan lajur alir awal sekitar 2.100 barel minyak per hari,” jelasnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Pantau Pelaksanaan Pilkada

Pihaknya masih melakukan analisis akhir untuk menentukan jumlah sumber daya yang terkandung dari hasil eksplorasi. Keberhasilan eksplorasi tersebut akan memotivasi hulu migas untuk menemukan potensi migas di berbagai wilayah kerja di Indonesia.

Selain itu, penemuan sumber minyak tersebut akan menjadi fondasi yang kukuh dalam mencari potensi migas lainnya. s, pada 2030 disebutkan pemerintah dan semua pemangku kepentingan memiliki visi produksi 1 juta barel minyak dan 12 BSCFD gas.

”Penemuan minyak ini tentu ke depannya akan memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat setelah potensi minyak tersebut dapat diproduksi,” ungkap Jaffee.

Ketua DPRD Sampang Fadol mengingatkan Petronas untuk memperhatikan kewajiban yang harus diberikan kepada masyarakat. Utamanya nelayan terdampak kegiatan eksplorasi yang akan dilanjutkan ke eksploitasi tersebut.

Baca Juga :  Dulsiam Terancam Gagal Jadi Ketua DPRD

Delapan desa dianggap terdampak. Dua desa di Kecamatan Ketapang, tiga desa di Kecamatan Sokobanah, dan tiga lainnya di Kecamatan Banyuates. Pemetaan wilayah tersebut berdampak pada penyaluran CSR. Nelayan yang tidak masuk dalam delapan desa tidak bisa ikut menikmati dana tanggung jawab sosial yang disalurkan Petronas.

Menurut Fadol, masyarakat yang memiliki latar belakang nelayan bukan hanya dari delapan desa. ”Kita harapkan ke depan agar penyaluran CSR itu langsung ke personal nelayan. Artinya, CSR ini bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan nelayan,” ungkapnya.

Selama ini belum ada masyarakat dari tiga kecamatan terdampak yang bekerja di Petronas. Karena itu, pihaknya meminta perusahaan ini memperhitungkan pemperdayaan masyarakat. ”Kalau masalah kemampuan bisa dilatih dulu,” ujarnya.

Politikus PKB itu meminta kegiatan di Sumur Hidayah-1 dilengkapi izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). ”Kalau sudah diyakini ada minyak, maka harus ada amdal,” tandasnya. (bil)

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Kegiatan eksplorasi Petronas Carigali North Madura II Ltd membuahkan hasil. Pengeboran di Sumur Hidayah-1 tersebut menemukan sumber minyak. DPRD Sampang mengingatkan agar hak nelayan terdampak tidak dilupakan.

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee A. Suardin menyampaikan, pihaknya melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Hal itu sesuai Perpres RI 9/2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Termasuk pengeboran Sumur Eksplorasi Hidayah-1 yang dilakukan PC North Madura II Ltd.

”Lembaga ini dimaksudkan supaya pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi milik negara dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara untuk kemakmuran rakyat,” katanya dalam rilis yang dikeluarkan Selasa (23/2).


Eksplorasi mulai dikerjakan 7 Januari 2021. Aktivitas pengeboran tersebut ditengarai berhasil menemukan cadangan minyak. Target dari aktivitas tersebut menyentuh Formasi Ngimbang carbonate dengan besaran sumber daya inplace sebesar 158 juta barel minyak.

Kedalaman keseluruhan Sumur Hidayah-1 berada pada 2.739 meter. SKK Migas dan Petronas Carigali North Madura II Ltd melakukan 1 interval uji uap bor (drill stem test) setelah kegiatan pengeboran berjalan 57 hari. Hal itu untuk mengetahui laju alir serta data reservoir pada Formasi Ngimbang. ”Ini kabar baik bagi kita karena berhasil menemukan hidrokarbon berupa minyak dengan lajur alir awal sekitar 2.100 barel minyak per hari,” jelasnya.

Baca Juga :  Gubernur Ingatkan Potensi La Nina

Pihaknya masih melakukan analisis akhir untuk menentukan jumlah sumber daya yang terkandung dari hasil eksplorasi. Keberhasilan eksplorasi tersebut akan memotivasi hulu migas untuk menemukan potensi migas di berbagai wilayah kerja di Indonesia.

Selain itu, penemuan sumber minyak tersebut akan menjadi fondasi yang kukuh dalam mencari potensi migas lainnya. s, pada 2030 disebutkan pemerintah dan semua pemangku kepentingan memiliki visi produksi 1 juta barel minyak dan 12 BSCFD gas.

”Penemuan minyak ini tentu ke depannya akan memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat setelah potensi minyak tersebut dapat diproduksi,” ungkap Jaffee.

Ketua DPRD Sampang Fadol mengingatkan Petronas untuk memperhatikan kewajiban yang harus diberikan kepada masyarakat. Utamanya nelayan terdampak kegiatan eksplorasi yang akan dilanjutkan ke eksploitasi tersebut.

Baca Juga :  Tidak Kuorum, Paripurna DPRD Tetap Digelar di Bangkalan

Delapan desa dianggap terdampak. Dua desa di Kecamatan Ketapang, tiga desa di Kecamatan Sokobanah, dan tiga lainnya di Kecamatan Banyuates. Pemetaan wilayah tersebut berdampak pada penyaluran CSR. Nelayan yang tidak masuk dalam delapan desa tidak bisa ikut menikmati dana tanggung jawab sosial yang disalurkan Petronas.

Menurut Fadol, masyarakat yang memiliki latar belakang nelayan bukan hanya dari delapan desa. ”Kita harapkan ke depan agar penyaluran CSR itu langsung ke personal nelayan. Artinya, CSR ini bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan nelayan,” ungkapnya.

Selama ini belum ada masyarakat dari tiga kecamatan terdampak yang bekerja di Petronas. Karena itu, pihaknya meminta perusahaan ini memperhitungkan pemperdayaan masyarakat. ”Kalau masalah kemampuan bisa dilatih dulu,” ujarnya.

Politikus PKB itu meminta kegiatan di Sumur Hidayah-1 dilengkapi izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). ”Kalau sudah diyakini ada minyak, maka harus ada amdal,” tandasnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/