alexametrics
20.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Tewas 2 Bulan Lalu, TKI asal Sampang Baru Dipulangkan

SAMPANG – Memprihatinkan nasib tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Sampang yang ditembak polisi diraja Malaysia. Sejak penembakan dua bulan lalu, jenazah korban baru dipulangkan Sabtu (24/2). Tidak ada kejelasan motif penembakan TKI tersebut.

Dua TKI korban penembakan tersebut disambut tangis pihak keluarga. Yaitu Mohammad Hoddin, 35, warga Dusun Ragung Laok, Desa Karang Anyar, Kecamatan Ketapang dan Moh. Syamsul Bahri, 36, warga Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang. Keduanya dikabarkan meninggal ditembak polisi Malaysia.

Jenazah dua TKI itu tiba di rumah duka pukul 13.00. Jenazah diterima keluarga di Bandara Juanda Surabaya. Dua jenazah diterbangkan sejak dua hari lalu dari Malaysia. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka masing-masing.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, jenazah tiba di rumah duka disambut ratusan warga. Pihak keluarga tidak kuasa melihat kedatangan jenazah yang selama dua bulan dibiarkan di Malaysia. Begitu tiba di rumah duka, jenazah langsung dikubur.

Ibu kandung Mohammad Hoddin pingsan saat jenazah tiba. Kematian korban sudah didengar sejak dua bulan lalu namun baru dipulangkan dua hari lalu dari Malaysia. Dua jenazah TKI dibawa dua mobil ambulans berbeda.

Baca Juga :  Hendak Bikin KIA di Kantor Dispendukcapil Sampang, Ini Syaratnya

Dari Surabaya dua jenazah dibawa beriringan. Namun langsung diantar ke rumah duka masing-masing setelah sampai di Sampang. Sejumlah pihak kecewa dengan sikap pemerintah yang terkesan tidak melakukan pembelaan terhadap kasus penembakan yang menewaskan dua warga Sampang itu.

Kepala Desa (Kades) Karang Anyar Ach. Sabra’i mengatakan, TKI itu sudah dua bulan enam hari meninggal di Malaysia. Pihaknya berusaha berkomunikasi dengan sejumlah pihak. Namun korban tidak kunjung dipulangkan. ”Pemerintah Indonesia diam,” tudingnya.

Sabra’i mewakili pihak keluarga mengaku kecewa dengan sikap pemerintah. Sebab, jenazah dua bulan tidak segera dipulangkan. Sementara pihak keluarga sangat menunggu. Direncanakan sebelumnya, jika jenazah tidak segera dipulangkan, warga setempat akan berusaha menjemput ke Malaysia.

Soal kematian dua TKI itu, Ach. Sabra’i mengaku mendapatkan informasi bahwa mereka ditembak polisi Malaysia. Dua korban bersamaan jadi korban penembakan dengan tuduhan dua TKI melakukan aksi perampokan. Namun, hal tersebut tidak jelas.

Baca Juga :  Amankan Pengunjung Pantai Camplong, Pemkab Sampang Siagakan Tiga Kapal

”Masih simpang siur. Sebab menurut teman-teman di Malaysia, korban diajak orang keluar, lalu terbunuh. Saat diajak keluar, korban tidak diperbolehkan membawa handphone. Ini mencurigakan apakah benar perampokan itu,” ujarnya.

Pihaknya berharap pemerintah Indonesia menindaklanjuti kasus tersebut. Hal itu karena kematian korban tidak wajar. Bahkan pemulangan jenazah korban dinilai mengecewakan. Sebab jenazah tidak segera dipulangkan.

Selain itu, pihak keluarga kecewa terhadap pemerintah. Dalam kasus ini pemerintah tidak berperan. Malah setelah jenazah tiba di rumah duka, pemerintah menyalahkan Ikma (Ikatan Keluarga Madura) yang berada di Malaysia.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Diskumnaker Sampang Bisrul Hafi malah mengaku tidak mengetahui adanya pemulangan dua jenazah TKI tersebut. Pihaknya mengatakan belum mendapatkan informasi. ”Kami komunikasikan dulu dengan pihak yang menangani,” ucapnya. 

SAMPANG – Memprihatinkan nasib tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Sampang yang ditembak polisi diraja Malaysia. Sejak penembakan dua bulan lalu, jenazah korban baru dipulangkan Sabtu (24/2). Tidak ada kejelasan motif penembakan TKI tersebut.

Dua TKI korban penembakan tersebut disambut tangis pihak keluarga. Yaitu Mohammad Hoddin, 35, warga Dusun Ragung Laok, Desa Karang Anyar, Kecamatan Ketapang dan Moh. Syamsul Bahri, 36, warga Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang. Keduanya dikabarkan meninggal ditembak polisi Malaysia.

Jenazah dua TKI itu tiba di rumah duka pukul 13.00. Jenazah diterima keluarga di Bandara Juanda Surabaya. Dua jenazah diterbangkan sejak dua hari lalu dari Malaysia. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka masing-masing.


Pantauan Jawa Pos Radar Madura, jenazah tiba di rumah duka disambut ratusan warga. Pihak keluarga tidak kuasa melihat kedatangan jenazah yang selama dua bulan dibiarkan di Malaysia. Begitu tiba di rumah duka, jenazah langsung dikubur.

Ibu kandung Mohammad Hoddin pingsan saat jenazah tiba. Kematian korban sudah didengar sejak dua bulan lalu namun baru dipulangkan dua hari lalu dari Malaysia. Dua jenazah TKI dibawa dua mobil ambulans berbeda.

Baca Juga :  KBRI: Dua TKI Asal Sampang Terlibat Perampokan

Dari Surabaya dua jenazah dibawa beriringan. Namun langsung diantar ke rumah duka masing-masing setelah sampai di Sampang. Sejumlah pihak kecewa dengan sikap pemerintah yang terkesan tidak melakukan pembelaan terhadap kasus penembakan yang menewaskan dua warga Sampang itu.

Kepala Desa (Kades) Karang Anyar Ach. Sabra’i mengatakan, TKI itu sudah dua bulan enam hari meninggal di Malaysia. Pihaknya berusaha berkomunikasi dengan sejumlah pihak. Namun korban tidak kunjung dipulangkan. ”Pemerintah Indonesia diam,” tudingnya.

- Advertisement -

Sabra’i mewakili pihak keluarga mengaku kecewa dengan sikap pemerintah. Sebab, jenazah dua bulan tidak segera dipulangkan. Sementara pihak keluarga sangat menunggu. Direncanakan sebelumnya, jika jenazah tidak segera dipulangkan, warga setempat akan berusaha menjemput ke Malaysia.

Soal kematian dua TKI itu, Ach. Sabra’i mengaku mendapatkan informasi bahwa mereka ditembak polisi Malaysia. Dua korban bersamaan jadi korban penembakan dengan tuduhan dua TKI melakukan aksi perampokan. Namun, hal tersebut tidak jelas.

Baca Juga :  Maryam, TKI Asal Sampang Berjuang Sendirian Melawan Sakit

”Masih simpang siur. Sebab menurut teman-teman di Malaysia, korban diajak orang keluar, lalu terbunuh. Saat diajak keluar, korban tidak diperbolehkan membawa handphone. Ini mencurigakan apakah benar perampokan itu,” ujarnya.

Pihaknya berharap pemerintah Indonesia menindaklanjuti kasus tersebut. Hal itu karena kematian korban tidak wajar. Bahkan pemulangan jenazah korban dinilai mengecewakan. Sebab jenazah tidak segera dipulangkan.

Selain itu, pihak keluarga kecewa terhadap pemerintah. Dalam kasus ini pemerintah tidak berperan. Malah setelah jenazah tiba di rumah duka, pemerintah menyalahkan Ikma (Ikatan Keluarga Madura) yang berada di Malaysia.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Diskumnaker Sampang Bisrul Hafi malah mengaku tidak mengetahui adanya pemulangan dua jenazah TKI tersebut. Pihaknya mengatakan belum mendapatkan informasi. ”Kami komunikasikan dulu dengan pihak yang menangani,” ucapnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/