alexametrics
21.6 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Puluhan Ribu Kartu KPM Terblokir

SAMPANG – Realisasi program bantuan pangan nontunai (BPNT) di Sampang belum berjalan maksimal. Salah satu kendalanya, kartu keluarga penerima manfaat (KPM) program tersebut terblokir. Jumlahnya mencapai puluhan ribu.

Bahkan, hingga saat ini sebagian kartu KPM belum disalurkan. Sejak awal, ada kendala dalam program pengganti beras sejahtera (rastra) itu. Mulai penolakan dari kepala desa (Kades) dan sebagainya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sampang Moh. Amiruddin mengutarakan, pendistribusian kartu BPNT belum seratus persen. Pada minggu pertama bulan ini, pihaknya mendapatkan laporan sudah 43 persen.

Pendistribusian kartu dan e-warung merupakan tanggung jawab BRI. ”Kalau tugas kami memberikan sosialisasi, monev, dan menyiapkan penerima,” kata dia kepada RadarMadura.id kemarin (24/1).

Amir mengaku belum menerima laporan dari tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) tentang daerah mana saja yang sudah dan belum mencairkan. Di samping itu, pihaknya terjun ke lapangan ketika realisasi dan penyaluran kartu. ”Saat ini masih sibuk membantu pendistribusian kartu yang dari BRI,” imbuhnya.

Baca Juga :  Gunakan Dana BLUD untuk Bangun Tempat Parkir

Mantan kepala DPMD Sampang itu menambahkan, kendala terbaru di lapangan, data penerima terblokir. Sejak awal, belum dilakukan validasi data. Jumlah penerima yang terblokir cukup banyak. ”Ada sekitar sepuluh ribu dua ratus yang terblokir oleh sistem,” ungkap Amir.

Dinsos menargetkan, pendistribusian kartu dan realisasi bagi penerima akhir Januari harus selesai. Jika tidak, kartu tersebut akan dikembalikan ke kas negara. Penerima BPNT berjumlah 134.080 KPM.

”PKH yang menerima BPNT 73.414. Sedangkan penerima non-PKH berjumlah 60.666,” jelasnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Sampang Bari Indro Pratomo mengatakan, saat ini sudah tahap pencairan. Kartu penerima telah dicetak secara keseluruhan. ”Kartu sudah selesai semua, tinggal dibagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Periksa Lima Saksi terkait Dugaan Penganiayaan Terlapor Anggota Dewan

”Pembagian kartu lancar. Yang menjadi masalah pencairan. Kalau pencairan tidak di BRI,” imbuhnya.

Pria asal Solo itu menegaskan, keberadaan e-warung juga sudah selesai. Permintaan dari Pemkab Sampang 189 e-warung telah disediakan berhubungan dengan kepala desa. Di luar itu, kata Bari, sudah ada 220 e-warung yang juga siap menyalurkan. Itu tersebar di seluruh desa. ”Kalau penyaluran, kami tidak tahu. Kami hanya menyediakan mesin EDC,” terangnya.

Untuk diketahui, tiap penerima mendapat Rp 110 ribu pe bulan. Total anggaran yang dikucurkan per bulan Rp 13 miliar. Penerima berjumlah 134.080 KPM. Bantuan seharusnya disalurkan pada 25 November. Namun hingga saat ini, BPNT banyak yang belum tersalurkan.

 

SAMPANG – Realisasi program bantuan pangan nontunai (BPNT) di Sampang belum berjalan maksimal. Salah satu kendalanya, kartu keluarga penerima manfaat (KPM) program tersebut terblokir. Jumlahnya mencapai puluhan ribu.

Bahkan, hingga saat ini sebagian kartu KPM belum disalurkan. Sejak awal, ada kendala dalam program pengganti beras sejahtera (rastra) itu. Mulai penolakan dari kepala desa (Kades) dan sebagainya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sampang Moh. Amiruddin mengutarakan, pendistribusian kartu BPNT belum seratus persen. Pada minggu pertama bulan ini, pihaknya mendapatkan laporan sudah 43 persen.


Pendistribusian kartu dan e-warung merupakan tanggung jawab BRI. ”Kalau tugas kami memberikan sosialisasi, monev, dan menyiapkan penerima,” kata dia kepada RadarMadura.id kemarin (24/1).

Amir mengaku belum menerima laporan dari tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) tentang daerah mana saja yang sudah dan belum mencairkan. Di samping itu, pihaknya terjun ke lapangan ketika realisasi dan penyaluran kartu. ”Saat ini masih sibuk membantu pendistribusian kartu yang dari BRI,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bupati Sampang Slamet Junaidi Tegaskan Kemitraan dengan JPRM Baik

Mantan kepala DPMD Sampang itu menambahkan, kendala terbaru di lapangan, data penerima terblokir. Sejak awal, belum dilakukan validasi data. Jumlah penerima yang terblokir cukup banyak. ”Ada sekitar sepuluh ribu dua ratus yang terblokir oleh sistem,” ungkap Amir.

Dinsos menargetkan, pendistribusian kartu dan realisasi bagi penerima akhir Januari harus selesai. Jika tidak, kartu tersebut akan dikembalikan ke kas negara. Penerima BPNT berjumlah 134.080 KPM.

- Advertisement -

”PKH yang menerima BPNT 73.414. Sedangkan penerima non-PKH berjumlah 60.666,” jelasnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Sampang Bari Indro Pratomo mengatakan, saat ini sudah tahap pencairan. Kartu penerima telah dicetak secara keseluruhan. ”Kartu sudah selesai semua, tinggal dibagi,” ujarnya.

Baca Juga :  1.476 Penerima PKH Dicoret

”Pembagian kartu lancar. Yang menjadi masalah pencairan. Kalau pencairan tidak di BRI,” imbuhnya.

Pria asal Solo itu menegaskan, keberadaan e-warung juga sudah selesai. Permintaan dari Pemkab Sampang 189 e-warung telah disediakan berhubungan dengan kepala desa. Di luar itu, kata Bari, sudah ada 220 e-warung yang juga siap menyalurkan. Itu tersebar di seluruh desa. ”Kalau penyaluran, kami tidak tahu. Kami hanya menyediakan mesin EDC,” terangnya.

Untuk diketahui, tiap penerima mendapat Rp 110 ribu pe bulan. Total anggaran yang dikucurkan per bulan Rp 13 miliar. Penerima berjumlah 134.080 KPM. Bantuan seharusnya disalurkan pada 25 November. Namun hingga saat ini, BPNT banyak yang belum tersalurkan.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/