alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Disengat Lebah, 7 Anggota Satpol PP Dirujuk ke RS

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Sebanyak tujuh anggota pemadam kebakaran (damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sampang terpaksa dilarikan ke Puskesmas Kamoning dan RSUD Mohammad Zyn Sampang, Rabu (22/12). Sebab, mereka tersengat lebah saat menjalankan tugas di salah satu rumah warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Kota Sampang.

Kasi Operasional Damkar Satpol PP Sampang Moh. Maftuh menceritakan, Rabu siang (22/12) institusinya menerima laporan dari warga Jalan Imam Bonjol. Intinya, warga mengeluhkan keberadaan sarang tawon yang ada sekitar rumahnya. Menerima laporan itu, institusinya lalu mengutus sebelas anggota.

”Saat itu, saya mengira yang menyengat adalah lebah madu. Namun, saat dicek ke lokasi, ternyata jenis vespa affinis yang dikenal cukup berbahaya. Bahkan, terdapat warga yang meninggal akibat tersengat lebah tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Bawaslu dan Satpol PP Tertibkan APK Yang Melanggar

Maftuh mengungkapkan, saat itu anggotanya membuat peralatan seadanya agar bisa mengusir lebah yang bersarang di bawah atap rumah warga. Alat yang digunakan berupa jebakan yang terbuat dari bahan plastik. Selain itu, anggota satpol juga melakukan pengasapan.

”Sebenarnya ada peralatan khusus berbentuk baju. Tapi, kami belum punya. Makanya buat sendiri dari plastik,” ucap Maftuh.

Dijelaskan, saat mencoba menghalau lebah, tiba-tiba plastik jebakan robek. Akibatnya, lebah berhamburan dan menyengat anggota satpol. Meski sudah berusaha menyelamatkan diri, Namun lebah tetap berhasil menggigit anggota satpol. Empat orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan tujuh lainnya tersengat lebah. ”Termasuk saya juga kena gigit,” terang Maftuh.

Setelah tersengat lebah, Maftuh merasa demam. Dua anggota satpol terpaksa dilarikan ke RSUD Mohammad Zyn Sampang karena gejala yang dialami cukup parah. Sementara lima orang sisanya (termasuk Maftuh) dibawa ke Puskesmas Kamoning. ”Ada yang pingsan. Makanya harus diinfus di UGD. Alhamdulillah, Rabu malam (22/12) sudah keluar semua dari rumah sakit,” ucapnya. 

Baca Juga :  Setelah Deddy Corbuzier, Kepala BPBD Sampang Kini Resmi Jadi Mualaf
- Advertisement -

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Sebanyak tujuh anggota pemadam kebakaran (damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sampang terpaksa dilarikan ke Puskesmas Kamoning dan RSUD Mohammad Zyn Sampang, Rabu (22/12). Sebab, mereka tersengat lebah saat menjalankan tugas di salah satu rumah warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Kota Sampang.

Kasi Operasional Damkar Satpol PP Sampang Moh. Maftuh menceritakan, Rabu siang (22/12) institusinya menerima laporan dari warga Jalan Imam Bonjol. Intinya, warga mengeluhkan keberadaan sarang tawon yang ada sekitar rumahnya. Menerima laporan itu, institusinya lalu mengutus sebelas anggota.

”Saat itu, saya mengira yang menyengat adalah lebah madu. Namun, saat dicek ke lokasi, ternyata jenis vespa affinis yang dikenal cukup berbahaya. Bahkan, terdapat warga yang meninggal akibat tersengat lebah tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Razia Pasangan di Luar Nikah Nihil Temuan

Maftuh mengungkapkan, saat itu anggotanya membuat peralatan seadanya agar bisa mengusir lebah yang bersarang di bawah atap rumah warga. Alat yang digunakan berupa jebakan yang terbuat dari bahan plastik. Selain itu, anggota satpol juga melakukan pengasapan.

”Sebenarnya ada peralatan khusus berbentuk baju. Tapi, kami belum punya. Makanya buat sendiri dari plastik,” ucap Maftuh.

Dijelaskan, saat mencoba menghalau lebah, tiba-tiba plastik jebakan robek. Akibatnya, lebah berhamburan dan menyengat anggota satpol. Meski sudah berusaha menyelamatkan diri, Namun lebah tetap berhasil menggigit anggota satpol. Empat orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan tujuh lainnya tersengat lebah. ”Termasuk saya juga kena gigit,” terang Maftuh.

Setelah tersengat lebah, Maftuh merasa demam. Dua anggota satpol terpaksa dilarikan ke RSUD Mohammad Zyn Sampang karena gejala yang dialami cukup parah. Sementara lima orang sisanya (termasuk Maftuh) dibawa ke Puskesmas Kamoning. ”Ada yang pingsan. Makanya harus diinfus di UGD. Alhamdulillah, Rabu malam (22/12) sudah keluar semua dari rumah sakit,” ucapnya. 

Baca Juga :  Bupati Serahkan KM Trunojoyo III untuk Desa
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/