alexametrics
21.6 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Pembebasan Lahan Pasar Hewan Telan APBD Rp 10 Miliar

SAMPANG – Masa sewa lahan pasar hewan di Jalan Syamsul Arifin, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang, berakhir 31 Desember 2018. Meski demikian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagprin) Sampang tidak akan memperpanjang kontrak sewa lahan tersebut.

”Kontrak sewa lahan pasar hewan di lokasi itu segera habis. Tapi, kami tidak akan memperpanjang kontraknya,” ungkap Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono kemarin (23/11).

Sebab, lanjut Wahyu, pada 2019 pasar hewan akan dipindah ke Desa Aeng Sareh, Kecamatan Sampang. Pembangunan pasar hewan yang baru sudah selesai. Namun, sarana-prasarana (sarpras) belum lengkap.

”Anggaran sewa lahan itu Rp 125 juta setahun. Daripada dibayar untuk sewa lahan lebih baik dananya digunakan untuk membangun sarpras pasar hewan yang baru,” katanya.

Baca Juga :  Bupati dan Wabup Bahas Infrastruktur dan Air Bersih

Desa Aeng Sareh sengaja dipilih oleh pemkab sebagai pasar hewan dengan pertimbangan lahan yang ditempati merupakan hak milik pemerintah. Pasar tersebut akan ditempati pedagang sapi, kambing, dan unggas.

Secara bertahap, pihaknya akan melengkapi semua sarpras yang dibutuhkan di pasar tersebut. ”Kalau lahannya sudah ada, program pengembangan pasar akan lebih mudah. Apalagi selama ini pendapatan retribusi pasar hewan selalu mencapai target pendapatan asli daerah (PAD),” ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin mengatakan, pembebasan lahan untuk pasar hewan di Desa Aeng Sareh menelan anggaran Rp 10 miliar. Lahan yang dibebaskan 2 hektrare lebih luas dari lahan pasar yang sebelumnya.

”Pasar itu bisa menampung pedagang dengan jumlah banyak. Lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Pulang Ziarah, Pak Haji Dapat Bayi

Sementara itu, anggaran untuk pengembangan pasar hewan tahun ini mencapai Rp 2.004.400.000. Politikus Hanura itu meminta dinas terkait lebih maksimal mengelola pasar tersebut. Mulai manajemen pasar, penataan pedagang, hingga penarikan karcis yang sesuai dengan peraturan daerah (perda).

”Anggaran yang dikeluarkan pemkab untuk pembebasan lahan dan pengembangan pasar hewan sangat besar. Jadi, pengelolaan pasar harus berjalan baik supaya bisa berdampak terhadap peningkatan PAD,” tukasnya. 

 

- Advertisement -

SAMPANG – Masa sewa lahan pasar hewan di Jalan Syamsul Arifin, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang, berakhir 31 Desember 2018. Meski demikian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagprin) Sampang tidak akan memperpanjang kontrak sewa lahan tersebut.

”Kontrak sewa lahan pasar hewan di lokasi itu segera habis. Tapi, kami tidak akan memperpanjang kontraknya,” ungkap Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono kemarin (23/11).

Sebab, lanjut Wahyu, pada 2019 pasar hewan akan dipindah ke Desa Aeng Sareh, Kecamatan Sampang. Pembangunan pasar hewan yang baru sudah selesai. Namun, sarana-prasarana (sarpras) belum lengkap.


”Anggaran sewa lahan itu Rp 125 juta setahun. Daripada dibayar untuk sewa lahan lebih baik dananya digunakan untuk membangun sarpras pasar hewan yang baru,” katanya.

Baca Juga :  Bupati dan Wabup Bahas Infrastruktur dan Air Bersih

Desa Aeng Sareh sengaja dipilih oleh pemkab sebagai pasar hewan dengan pertimbangan lahan yang ditempati merupakan hak milik pemerintah. Pasar tersebut akan ditempati pedagang sapi, kambing, dan unggas.

Secara bertahap, pihaknya akan melengkapi semua sarpras yang dibutuhkan di pasar tersebut. ”Kalau lahannya sudah ada, program pengembangan pasar akan lebih mudah. Apalagi selama ini pendapatan retribusi pasar hewan selalu mencapai target pendapatan asli daerah (PAD),” ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin mengatakan, pembebasan lahan untuk pasar hewan di Desa Aeng Sareh menelan anggaran Rp 10 miliar. Lahan yang dibebaskan 2 hektrare lebih luas dari lahan pasar yang sebelumnya.

”Pasar itu bisa menampung pedagang dengan jumlah banyak. Lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Pulang Ziarah, Pak Haji Dapat Bayi

Sementara itu, anggaran untuk pengembangan pasar hewan tahun ini mencapai Rp 2.004.400.000. Politikus Hanura itu meminta dinas terkait lebih maksimal mengelola pasar tersebut. Mulai manajemen pasar, penataan pedagang, hingga penarikan karcis yang sesuai dengan peraturan daerah (perda).

”Anggaran yang dikeluarkan pemkab untuk pembebasan lahan dan pengembangan pasar hewan sangat besar. Jadi, pengelolaan pasar harus berjalan baik supaya bisa berdampak terhadap peningkatan PAD,” tukasnya. 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/