alexametrics
20.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Akui Fasilitas Pendidikan Belum Merata

SAMPANG – Taman Anak-Anak Muslim (TAAM) Permata Hati di Dusun Glisgis, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, bukan satu-satunya gedung PAUD yang mengalami kerusakan. Kondisi gedung PAUD Tut Wuri Handayani di Desa/Kecamatan Jrengik juga tidak jauh berbeda. Bangunan yang berlokasi di pinggir jalan nasional itu mengalami rusak sedang. Pengelola PAUD Tut Wuri Handayani Dina Ferawati mengatakan, kerusakan gedung tersebut memang berlangsung lama. Atap gedung banyak mengelupas. Bahkan, sudah banyak yang bolong-bolong. ”Kalau musim hujan begini, sudah pasti ruangan untuk belajar bocor. Siswa jadi tidak bisa menyerap pembelajaran dengan baik,” ucapnya Kamis (23/11).

            Selain itu, toilet di sekolah itu tidak berfungsi. Dina mengaku, toilet tersebut sudah lama tak diperbaiki. Meskipun mendapat BOP, dana itu hanya untuk operasional sekolah, bukan untuk memperbaiki gedung. ”Jadi, pembelajaran selama ini memang tidak efektif. Sebab, gedung yang ada kurang memadai,” jelasnya.

Baca Juga :  Gelar Pelatihan E-Commerce, Disperindag Akan Gagas Marketplace

            Pihaknya tidak mengetahui apakah tahun depan bakal mendapat bantuan rehabilitasi gedung dari Disdik Sampang. Intinya, kata Dina, gedung tersebut perlu segera direhabilitasi agar kerusakan tidak semakin parah.

            Sementara itu, Kasi Sarana-Prasarana Bidang PAUD-PNFI Disdik Sampang Dewi Hainunatul Farah menyampaikan, setiap tahun memang ada anggaran untuk fasilitas pendidikan berupa kegiatan fisik. Namun, diambil prioritas atau yang benar-benar membutuhkan.

            ”Untuk tahun depan, kami upayakan PAUD Tut Wuri Handayani dan TAAM Permata Hati mendapat bantuan. Yang jelas, sudah kami usulkan untuk tahun depan. Ada 20 lembaga PAUD yang diusulkan. Semoga tidak ada perubahan,” janjinya.

            Pihaknya akan menindaklanjuti dengan mengirim proposal pengajuan dana untuk melakukan pembangunan gedung PAUD, rehabilitasi gedung sekolah, RKB, dan pembuatan pagar. Dengan begitu, pembangunan fasilitas pendidikan lebih maksimal.

”Selama ini kami memang belum pernah mengajukan proposal ke Kemendikbud. Jadi, saya akan coba usulkan juga sehingga fasilitas pendidikan bisa merata,” janjinya.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Sampang Minta Jangan Sepelekan PAUD, Ini Alasannya

            Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Kemendikbud Harris Iskandar menyampaikan, dari awal memang diharapkan pengajuan pendirian lembaga PAUD lebih selektif. ”Semoga saja ke depan kami bisa membantu. Semoga BOP-nya juga diperbesar,” ucap Harris saat dihubungi Rabu (22/11).

 Menurut Harris, bantuan fisik berupa pembangunan gedung memang ada. Hanya, sedikit kompetitif. Pihaknya akan mengutamakan daerah yang benar-benar membutuhkan. ”Jadi, kami ambil yang prioritas. Biasanya, kami utamakan yang paling miskin,” katanya.

            Dia mengakui di Sampang juga merupakan daerah miskin. Karena itu, pihaknya akan berupaya membantu setelah ada pengajuan proposal dari dinas pendidikan setempat. ”Mudah-mudahan dapat prioritas. Kami minta pengajuan proposal kalau memang membutuhkan. Kami siap memfasilitasi sesuai kekuatan anggaran yang ada,” pungkasnya.

SAMPANG – Taman Anak-Anak Muslim (TAAM) Permata Hati di Dusun Glisgis, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, bukan satu-satunya gedung PAUD yang mengalami kerusakan. Kondisi gedung PAUD Tut Wuri Handayani di Desa/Kecamatan Jrengik juga tidak jauh berbeda. Bangunan yang berlokasi di pinggir jalan nasional itu mengalami rusak sedang. Pengelola PAUD Tut Wuri Handayani Dina Ferawati mengatakan, kerusakan gedung tersebut memang berlangsung lama. Atap gedung banyak mengelupas. Bahkan, sudah banyak yang bolong-bolong. ”Kalau musim hujan begini, sudah pasti ruangan untuk belajar bocor. Siswa jadi tidak bisa menyerap pembelajaran dengan baik,” ucapnya Kamis (23/11).

            Selain itu, toilet di sekolah itu tidak berfungsi. Dina mengaku, toilet tersebut sudah lama tak diperbaiki. Meskipun mendapat BOP, dana itu hanya untuk operasional sekolah, bukan untuk memperbaiki gedung. ”Jadi, pembelajaran selama ini memang tidak efektif. Sebab, gedung yang ada kurang memadai,” jelasnya.

Baca Juga :  Menyoroti Proyek Pengendali Banjir Sampang

            Pihaknya tidak mengetahui apakah tahun depan bakal mendapat bantuan rehabilitasi gedung dari Disdik Sampang. Intinya, kata Dina, gedung tersebut perlu segera direhabilitasi agar kerusakan tidak semakin parah.


            Sementara itu, Kasi Sarana-Prasarana Bidang PAUD-PNFI Disdik Sampang Dewi Hainunatul Farah menyampaikan, setiap tahun memang ada anggaran untuk fasilitas pendidikan berupa kegiatan fisik. Namun, diambil prioritas atau yang benar-benar membutuhkan.

            ”Untuk tahun depan, kami upayakan PAUD Tut Wuri Handayani dan TAAM Permata Hati mendapat bantuan. Yang jelas, sudah kami usulkan untuk tahun depan. Ada 20 lembaga PAUD yang diusulkan. Semoga tidak ada perubahan,” janjinya.

            Pihaknya akan menindaklanjuti dengan mengirim proposal pengajuan dana untuk melakukan pembangunan gedung PAUD, rehabilitasi gedung sekolah, RKB, dan pembuatan pagar. Dengan begitu, pembangunan fasilitas pendidikan lebih maksimal.

”Selama ini kami memang belum pernah mengajukan proposal ke Kemendikbud. Jadi, saya akan coba usulkan juga sehingga fasilitas pendidikan bisa merata,” janjinya.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Sampang Minta Jangan Sepelekan PAUD, Ini Alasannya
- Advertisement -

            Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Kemendikbud Harris Iskandar menyampaikan, dari awal memang diharapkan pengajuan pendirian lembaga PAUD lebih selektif. ”Semoga saja ke depan kami bisa membantu. Semoga BOP-nya juga diperbesar,” ucap Harris saat dihubungi Rabu (22/11).

 Menurut Harris, bantuan fisik berupa pembangunan gedung memang ada. Hanya, sedikit kompetitif. Pihaknya akan mengutamakan daerah yang benar-benar membutuhkan. ”Jadi, kami ambil yang prioritas. Biasanya, kami utamakan yang paling miskin,” katanya.

            Dia mengakui di Sampang juga merupakan daerah miskin. Karena itu, pihaknya akan berupaya membantu setelah ada pengajuan proposal dari dinas pendidikan setempat. ”Mudah-mudahan dapat prioritas. Kami minta pengajuan proposal kalau memang membutuhkan. Kami siap memfasilitasi sesuai kekuatan anggaran yang ada,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/