alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Sampang Dapat Jatah 290 Formasi CPNS

SAMPANG — Tahapan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) segera dimulai. Pekan lalu Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) memberikan jatah formasi kepada setiap daerah yang akan menggelar rekrutmen. Jatah yang diterima Sampang tidak sesuai usulan.

Jatah formasi untuk setiap daerah diberikan Kamis (17/10). Pemkab Sampang mendapatkan jatah 290. Formasi itu terdiri atas bidang pendidikan, kesehatan, dan teknis lainnya. ”Ya, formasinya sudah ada, tinggal menunggu pelaksanaan rekrutmen. Untuk teknis pelaksanaannya, kami masih menunggu dari Kemen PAN-RB,” kata Bupati Sampang Slamet Junaidi kemarin (23/10).

 Meski tidak sesuai dengan yang diusulkan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, hal itu sudah keputusan dari pemerintah pusat. Sebelumnya Pemkab Sampang mengusulkan 400 formasi. Bidang pendidikan 197, kesehatan 101, dana teknis lainnya 102 orang.

Baca Juga :  Cara Pemkab Sampang Tanggulangi Banjir

”Pastinya kami lebih memprioritaskan pada bidang pendidikan dan kesehatan. Sebab, dua bidang ini sangat dibutuhkan di daerah. Misalnya, tenaga guru di sekolah dan dokter atau perawat,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat agar memanfaatkan semaksimal mungkin seleksi CPNS. Apalagi seleksi CPNS jarang dilakukan oleh pemerintah pusat. Meski setiap tahun terdapat PNS yang pensiun, belum tentu ada rekrutmen untuk menggantinya.

”Tentunya kami akan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat, utamanya yang dari Sampang. Ini peluang emas yang harus disambut baik,” ungkapnya.

Sekretaris Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman menyampaikan, jatah yang diberikan pemerintah pusat sangat minim. Padahal, kebutuhan ASN di bidang pendidikan dan kesehatan cukup banyak. Apalagi setiap tahun jumlah ASN yang masuk masa pensiun bertambah.

Menurut dia, jumlah formasi yang diusulkan bupati terlalu sedikit. Seharusnya, usulan formasi dari pemerintah daerah lebih banyak sehingga potensi pengurangan dari pemerintah pusat sedikit. Sebab, Kemen PAN-RB memberikan jatah sesuai dengan usulan dari pemerintah daerah.

Baca Juga :  23 Peserta SKD CPNS Pasti Gugur

”Jumlah jatah yang diberikan pemerintah pusat tidak seimbang dengan kekurangan ASN di daerah. Ini juga harus diperhatikan agar kinerja eksekutif maksimal. Bagaimanapun kekurangan ASN itu akan berpengaruh pada kinerja pemerintah,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya meminta bupati untuk mengusulkan kembali kekurangan ASN yang ada di Kota Bahari. Dengan begitu, pemerintah pusat bisa membaca kekurangan ASN yang ada di daerah. ”Meski tidak mendapatkan tambahan jatah tahun ini, tidak apa-apa. Yang penting, ada usulan dari daerah. Sambil lalu kami koordinasi dengan Kemen PAN-RB. Setidaknya kekurangan ASN di Sampang teratasi,” tukasnya. (bil)

- Advertisement -

SAMPANG — Tahapan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) segera dimulai. Pekan lalu Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) memberikan jatah formasi kepada setiap daerah yang akan menggelar rekrutmen. Jatah yang diterima Sampang tidak sesuai usulan.

Jatah formasi untuk setiap daerah diberikan Kamis (17/10). Pemkab Sampang mendapatkan jatah 290. Formasi itu terdiri atas bidang pendidikan, kesehatan, dan teknis lainnya. ”Ya, formasinya sudah ada, tinggal menunggu pelaksanaan rekrutmen. Untuk teknis pelaksanaannya, kami masih menunggu dari Kemen PAN-RB,” kata Bupati Sampang Slamet Junaidi kemarin (23/10).

 Meski tidak sesuai dengan yang diusulkan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, hal itu sudah keputusan dari pemerintah pusat. Sebelumnya Pemkab Sampang mengusulkan 400 formasi. Bidang pendidikan 197, kesehatan 101, dana teknis lainnya 102 orang.

Baca Juga :  Pj Bupati Kecewa Pasar Margalela Sepi

”Pastinya kami lebih memprioritaskan pada bidang pendidikan dan kesehatan. Sebab, dua bidang ini sangat dibutuhkan di daerah. Misalnya, tenaga guru di sekolah dan dokter atau perawat,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat agar memanfaatkan semaksimal mungkin seleksi CPNS. Apalagi seleksi CPNS jarang dilakukan oleh pemerintah pusat. Meski setiap tahun terdapat PNS yang pensiun, belum tentu ada rekrutmen untuk menggantinya.

”Tentunya kami akan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat, utamanya yang dari Sampang. Ini peluang emas yang harus disambut baik,” ungkapnya.

Sekretaris Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman menyampaikan, jatah yang diberikan pemerintah pusat sangat minim. Padahal, kebutuhan ASN di bidang pendidikan dan kesehatan cukup banyak. Apalagi setiap tahun jumlah ASN yang masuk masa pensiun bertambah.

Menurut dia, jumlah formasi yang diusulkan bupati terlalu sedikit. Seharusnya, usulan formasi dari pemerintah daerah lebih banyak sehingga potensi pengurangan dari pemerintah pusat sedikit. Sebab, Kemen PAN-RB memberikan jatah sesuai dengan usulan dari pemerintah daerah.

Baca Juga :  Cara Pemkab Sampang Tanggulangi Banjir

”Jumlah jatah yang diberikan pemerintah pusat tidak seimbang dengan kekurangan ASN di daerah. Ini juga harus diperhatikan agar kinerja eksekutif maksimal. Bagaimanapun kekurangan ASN itu akan berpengaruh pada kinerja pemerintah,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya meminta bupati untuk mengusulkan kembali kekurangan ASN yang ada di Kota Bahari. Dengan begitu, pemerintah pusat bisa membaca kekurangan ASN yang ada di daerah. ”Meski tidak mendapatkan tambahan jatah tahun ini, tidak apa-apa. Yang penting, ada usulan dari daerah. Sambil lalu kami koordinasi dengan Kemen PAN-RB. Setidaknya kekurangan ASN di Sampang teratasi,” tukasnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/