alexametrics
21.6 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Raperda Seribu Pesantren Urung Diparipurnakan

SAMPANG – Raperda seribu pesantren sebagai ikon baru Sampang belum disahkan. Padahal, raperda tersebut sudah selesai dievaluasi oleh Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Usut punya usut, keberadaan raperda itu ditengarai menimbulkan tumpang tindih ikon di Kota Bahari.

Ketua DPRD Sampang Fadol mengatakan, tadi malam pihaknya menjadwalkan rapat paripurna penetapan raperda. Ada dua raperda yang dijadwalkan ditetapkan. Yakni, raperda tentang perubahan kedua atas Perda nomor 4 tahun 2011 tentang Pajak Daerah dan Raperda tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Bagian Zonasi Wilayah Perkotaan.

”Rencananya, paripurnanya nanti malam (tadi malam, Red). Sesuai jadwal akan dimulai pukul 19.30,” kata Fadol kemarin (23/10).

Ditanya mengapa raperda tentang Sampang seribu pesantren tidak ikut diparipurnakan, menurut Fadol, karena raperda tersebut masih menjadi perdebatan. Sebab, raperda seribu pesantren hanya sebatas ikon bagi Sampang.

Baca Juga :  Santri Jadi Lokomotif Pembangunan

”Kalau seribu pesantren itu semacam ikon. Sementara ikon kita Sampang Gemilang,” tutur politikus PKB itu.

Karena akan memungkinkan terjadi tumpang tindih ikon, penetapan raperda Sampang seribu pesantren belum bisa dilaksanakan. Pembahasan di tingkat bagian hukum tidak tuntas. Karena itulah dia berencana akan melakukan koordinasi ulang dengan Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

”Kalau masalah ikon, Gresik itu ikonnya Kota Pudak, kan bisa menyisipi ikon Kota Seribu Wali,” tegasnya.

”Cuma karena itu raperda inisiatif dari DPRD, kita mau menanyakan ke Biro Hukum Pemprov Jatim. Rabu atau Senin dari biro hukum mau ke Sampang katanya. Kami nanyanya di sana nanti,” imbuhnya.

Lalu, bagaimana dengan raperda madrasah diniyah takmiliyah? Raperda tersebut tidak ada masalah. Paripurnanya akan dibarengkan dengan raperda Sampang seribu pesantren. ”Mungkin satu paket dengan seribu pesantren,” katanya.

Baca Juga :  Kiprah Alumni Pondok Pesantren Al Hikam

SAMPANG – Raperda seribu pesantren sebagai ikon baru Sampang belum disahkan. Padahal, raperda tersebut sudah selesai dievaluasi oleh Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Usut punya usut, keberadaan raperda itu ditengarai menimbulkan tumpang tindih ikon di Kota Bahari.

Ketua DPRD Sampang Fadol mengatakan, tadi malam pihaknya menjadwalkan rapat paripurna penetapan raperda. Ada dua raperda yang dijadwalkan ditetapkan. Yakni, raperda tentang perubahan kedua atas Perda nomor 4 tahun 2011 tentang Pajak Daerah dan Raperda tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Bagian Zonasi Wilayah Perkotaan.

”Rencananya, paripurnanya nanti malam (tadi malam, Red). Sesuai jadwal akan dimulai pukul 19.30,” kata Fadol kemarin (23/10).


Ditanya mengapa raperda tentang Sampang seribu pesantren tidak ikut diparipurnakan, menurut Fadol, karena raperda tersebut masih menjadi perdebatan. Sebab, raperda seribu pesantren hanya sebatas ikon bagi Sampang.

Baca Juga :  Sopir Ngantuk, Dua Pengendara Tewas Diseruduk Truk

”Kalau seribu pesantren itu semacam ikon. Sementara ikon kita Sampang Gemilang,” tutur politikus PKB itu.

Karena akan memungkinkan terjadi tumpang tindih ikon, penetapan raperda Sampang seribu pesantren belum bisa dilaksanakan. Pembahasan di tingkat bagian hukum tidak tuntas. Karena itulah dia berencana akan melakukan koordinasi ulang dengan Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

”Kalau masalah ikon, Gresik itu ikonnya Kota Pudak, kan bisa menyisipi ikon Kota Seribu Wali,” tegasnya.

”Cuma karena itu raperda inisiatif dari DPRD, kita mau menanyakan ke Biro Hukum Pemprov Jatim. Rabu atau Senin dari biro hukum mau ke Sampang katanya. Kami nanyanya di sana nanti,” imbuhnya.

Lalu, bagaimana dengan raperda madrasah diniyah takmiliyah? Raperda tersebut tidak ada masalah. Paripurnanya akan dibarengkan dengan raperda Sampang seribu pesantren. ”Mungkin satu paket dengan seribu pesantren,” katanya.

Baca Juga :  Berharap Pelaksanaan Pemilu Aman dan Damai
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/