alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Pengoperasian TPI Terkendala Peralatan

SAMPANG – Pangkalan pendaratan ikan (PPI) Camplong belum berfungsi secara optimal. Buktinya, sampai di tempat tersebut minim aktivitas. Padahal, berdasarkan catatan RadarMadura.id, fasilitas tersebut dibangun dengan biaya lebih dari Rp 30 miliar.

Salah seorang nelayan asal Kecamatan Camplong Abdul Mufid, 41, mengatakan, di PPI sampai sekarang belum ada kegiatan pelelangan ikan. Padahal, idealnya tempat tersebut bisa menjadi tempat pelelangan ikan (TPI). Tetapi, faktanya tempat ini sering sepi. ”Kalau pelelangan ikan belum ada. Di sini sepi,” kata Mufid kemarin (23/10).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan Sampang Umi Hanik Laila mengakui bahwa pengelolaan PPI memang belum optimal. Fasilitas tersebut bukan kewenangan pemerintah kabupaten, melainkan sudah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga :  20 Hari Sakit, Musafir Meninggal di Gardu

Meski demikian, pemkab punya wewenang untuk mengelola TPI di PPI Camplong. Tetapi, pengelolaan TPI tidak bisa terwujud karena terkendala fasilitas. Di antaranya di tempat tersebut belum tersedia alat timbang. ”Jadi PPI itu menjadi kewenangan provinsi. Di dalam PPI itu ada TPI. TPI itu menjadi kewenangannya kabupaten,” jelasnya.

Pihaknya masih berkoordinasi dengan provinsi dalam melakukan operasional. Sebab, pihaknya belum memiliki peralatan. Dinas Perikanan Sampang mengklaim sudah mengajukan proposal sesuai petunjuk provinsi. Namun, sampai sekarang belum terealisasi.

Untuk aktivitas lainnya, sebagian sudah jalan, tapi belum optimal. Misalnya, PPI Camplong saat ini juga berfungsi sebagai tempat bersandarnya kapal nelayan berkapasitas besar. Yang menjadi masalah, kolam labuh masih dangkal. ”Untuk kegiatan pelabuhannya, sekarang sedang dilakukan pembenahan, pendalaman kolam labuh, dan sebagainya,” tukasnya.

Baca Juga :  Sebelas Ribu Nelayan Belum Tersentuh Asuransi

SAMPANG – Pangkalan pendaratan ikan (PPI) Camplong belum berfungsi secara optimal. Buktinya, sampai di tempat tersebut minim aktivitas. Padahal, berdasarkan catatan RadarMadura.id, fasilitas tersebut dibangun dengan biaya lebih dari Rp 30 miliar.

Salah seorang nelayan asal Kecamatan Camplong Abdul Mufid, 41, mengatakan, di PPI sampai sekarang belum ada kegiatan pelelangan ikan. Padahal, idealnya tempat tersebut bisa menjadi tempat pelelangan ikan (TPI). Tetapi, faktanya tempat ini sering sepi. ”Kalau pelelangan ikan belum ada. Di sini sepi,” kata Mufid kemarin (23/10).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan Sampang Umi Hanik Laila mengakui bahwa pengelolaan PPI memang belum optimal. Fasilitas tersebut bukan kewenangan pemerintah kabupaten, melainkan sudah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga :  Rp 14,7 Miliar Bebaskan 33 Bidang Lahan

Meski demikian, pemkab punya wewenang untuk mengelola TPI di PPI Camplong. Tetapi, pengelolaan TPI tidak bisa terwujud karena terkendala fasilitas. Di antaranya di tempat tersebut belum tersedia alat timbang. ”Jadi PPI itu menjadi kewenangan provinsi. Di dalam PPI itu ada TPI. TPI itu menjadi kewenangannya kabupaten,” jelasnya.

Pihaknya masih berkoordinasi dengan provinsi dalam melakukan operasional. Sebab, pihaknya belum memiliki peralatan. Dinas Perikanan Sampang mengklaim sudah mengajukan proposal sesuai petunjuk provinsi. Namun, sampai sekarang belum terealisasi.

Untuk aktivitas lainnya, sebagian sudah jalan, tapi belum optimal. Misalnya, PPI Camplong saat ini juga berfungsi sebagai tempat bersandarnya kapal nelayan berkapasitas besar. Yang menjadi masalah, kolam labuh masih dangkal. ”Untuk kegiatan pelabuhannya, sekarang sedang dilakukan pembenahan, pendalaman kolam labuh, dan sebagainya,” tukasnya.

Baca Juga :  Fasilitas Pengunjung Pantai Camplong Banyak Rusak, Ini Kata Pengelola

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/