alexametrics
25.8 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Kejari Sampang Kuak Jual Beli Kios Pasar Srimangunan

SAMPANG – Dugaan jual beli kios di Pasar Srimangunan, Sampang, terkuak. Senin (22/10) tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang yang dipimpin Kasipidsus mengamankan kepala pasar saat diduga melakukan transaksi jual beli kios.

Kasipidsus Kejari Sampang Edi Sutomo mengatakan, pihaknya menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai jual beli kios di Pasar Srimangunan. Kejari menerjunkan tim khusus yang menyamar pembeli kios.

Selama seminggu tim melakukan pengumpulan data di Pasar Srimangunan. Hasilnya, banyak kios yang akan dijual dengan harga bervariasi. Harga paling tinggi Rp 500 juta dan paling rendah Rp 100 juta.

Dipilihlah salah satu kios di blok A1 untuk dibeli tim kejari yang menyamar. Pemilik kios berinisial MN, 40, warga Desa Gunung Maddah, Kota Sampang. Kios itu akan dijual Rp 250 juta. Sebab, lokasinya cukup strategis, yaitu di barisan paling depan.

Setelah ada kesepakatan harga, antara penjual dan pembeli melakukan transaksi di kantor Pasar Srimangunan pada Senin (22/10) sekitar pukul 12.00 untuk membayar uang muka terlebih dulu Rp 10 juta. Transaksi uang muka tersebut dilengkapi penandatangan akta jual beli.

Baca Juga :  Kejari Tahan Mantan Kepala Disdik Sampang, Ini Alasannya

Di dalam surat tersebut, tertera jelas tanda tangan kepala pasar lengkap dengan stempel yang sifatnya mengetahui. Saat transaksi berlangsung, hanya ada tiga orang. Yaitu, penjual, pembeli, dan kepala pasar.

Selanjutnya, tim Kejari Sampang mengamankan kepala pasar beserta penjual kios tersebut. Mereka dibawa ke kantor kejari untuk diselidik lebih lanjut. Hasilnya, penjual mengakui bahwa kios yang ditempatinya juga hasil membeli dengan harga Rp 100 juta dari tangan kedua.

Menurut dia, tangan pertama dulu membeli kios Rp 30 juta dan dijual ke tangan kedua Rp 70 juta. Dari tangan kedua tersebut, dijual lagi ke tangan ketiga Rp 100 juta. ”Kami tidak menahan, hanya mengamankan kepala pasar sejak pukul 12 siang sampai pukul 7 malam,” ujar Edi Sutomo. ”Kepala pasar hanya wajib lapor satu minggu sekali mulai Senin,” imbuh dia.

Dia menegaskan, jual beli kios berlangsung sejak lama. Penjual yang sempat diamankan menjadi tangan ketiga yang menempati kios yang saat ini hendak dijual tersebut. ”Kami mendalami aliran fee tiap kali ada transaksi jual beli kios tersebut. Permasalahan di Pasar Srimangunan ini cukup kompleks,” urainya.

Baca Juga :  Kejari Sampang Tangkap Buronan Pesangon Jilid II

Kejari meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang membuat pengumuman. Isinya menyatakan bahwa kios dan los di Pasar Srimangunan milik pemerintah dan tidak boleh diperjualbelikan.

Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono membenarkan kepala Pasar Srimangunan sempat diamankan kejari. Namun, dia enggan memberikan penjelasan. ”Sudahlah, jangan dibahas itu. Sudah kami tangani dan kami lakukan penindakan tegas,” ungkapnya.

Pihaknya melakukan pergeseran kepala Pasar Srimangunan. Menurut dia, kepala Pasar Srimangunan ditarik ke disperdagprin untuk dilakukan pembinaan. ”Kepala Pasar Srimangunan langsung diganti,” ujarnya.

Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto memerintahkan kepala Pasar Srimangunan diganti. ”Kepala Pasar Srimangunan akan diganti ke yang lebih berintegritas,” katanya. ”Jelas ini pukulan. Harus dijadikan acuan untuk bekerja lebih baik. Saya kecewa dan malu,” tandasnya

SAMPANG – Dugaan jual beli kios di Pasar Srimangunan, Sampang, terkuak. Senin (22/10) tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang yang dipimpin Kasipidsus mengamankan kepala pasar saat diduga melakukan transaksi jual beli kios.

Kasipidsus Kejari Sampang Edi Sutomo mengatakan, pihaknya menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai jual beli kios di Pasar Srimangunan. Kejari menerjunkan tim khusus yang menyamar pembeli kios.

Selama seminggu tim melakukan pengumpulan data di Pasar Srimangunan. Hasilnya, banyak kios yang akan dijual dengan harga bervariasi. Harga paling tinggi Rp 500 juta dan paling rendah Rp 100 juta.


Dipilihlah salah satu kios di blok A1 untuk dibeli tim kejari yang menyamar. Pemilik kios berinisial MN, 40, warga Desa Gunung Maddah, Kota Sampang. Kios itu akan dijual Rp 250 juta. Sebab, lokasinya cukup strategis, yaitu di barisan paling depan.

Setelah ada kesepakatan harga, antara penjual dan pembeli melakukan transaksi di kantor Pasar Srimangunan pada Senin (22/10) sekitar pukul 12.00 untuk membayar uang muka terlebih dulu Rp 10 juta. Transaksi uang muka tersebut dilengkapi penandatangan akta jual beli.

Baca Juga :  Kejari Tahan Mantan Kepala Disdik Sampang, Ini Alasannya

Di dalam surat tersebut, tertera jelas tanda tangan kepala pasar lengkap dengan stempel yang sifatnya mengetahui. Saat transaksi berlangsung, hanya ada tiga orang. Yaitu, penjual, pembeli, dan kepala pasar.

Selanjutnya, tim Kejari Sampang mengamankan kepala pasar beserta penjual kios tersebut. Mereka dibawa ke kantor kejari untuk diselidik lebih lanjut. Hasilnya, penjual mengakui bahwa kios yang ditempatinya juga hasil membeli dengan harga Rp 100 juta dari tangan kedua.

Menurut dia, tangan pertama dulu membeli kios Rp 30 juta dan dijual ke tangan kedua Rp 70 juta. Dari tangan kedua tersebut, dijual lagi ke tangan ketiga Rp 100 juta. ”Kami tidak menahan, hanya mengamankan kepala pasar sejak pukul 12 siang sampai pukul 7 malam,” ujar Edi Sutomo. ”Kepala pasar hanya wajib lapor satu minggu sekali mulai Senin,” imbuh dia.

Dia menegaskan, jual beli kios berlangsung sejak lama. Penjual yang sempat diamankan menjadi tangan ketiga yang menempati kios yang saat ini hendak dijual tersebut. ”Kami mendalami aliran fee tiap kali ada transaksi jual beli kios tersebut. Permasalahan di Pasar Srimangunan ini cukup kompleks,” urainya.

Baca Juga :  Disdik Enggan Ganti Rugi SDN Asemjaran 1 

Kejari meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang membuat pengumuman. Isinya menyatakan bahwa kios dan los di Pasar Srimangunan milik pemerintah dan tidak boleh diperjualbelikan.

Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono membenarkan kepala Pasar Srimangunan sempat diamankan kejari. Namun, dia enggan memberikan penjelasan. ”Sudahlah, jangan dibahas itu. Sudah kami tangani dan kami lakukan penindakan tegas,” ungkapnya.

Pihaknya melakukan pergeseran kepala Pasar Srimangunan. Menurut dia, kepala Pasar Srimangunan ditarik ke disperdagprin untuk dilakukan pembinaan. ”Kepala Pasar Srimangunan langsung diganti,” ujarnya.

Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto memerintahkan kepala Pasar Srimangunan diganti. ”Kepala Pasar Srimangunan akan diganti ke yang lebih berintegritas,” katanya. ”Jelas ini pukulan. Harus dijadikan acuan untuk bekerja lebih baik. Saya kecewa dan malu,” tandasnya

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/