alexametrics
19.1 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Peras Mantan Pacar, Polisi Tangkap Warga Sampang

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Mulai Senin malam (21/6), Mudasir mendekam di sel tahanan Satreskrim Polres Sampang. Warga Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, itu dilaporkan ke polisi karena berniat menyebarkan video mesum mantan pacarnya.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), tersangka merajut hubungan asmara dengan salah seorang warga Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, berinisial A, 25. Singkat cerita, pada awal bulan Juni, mereka berkomunikasi lewat layanan video call.

Di sela-sela percakapan itu, tersangka meminta A telanjang dan menunjukkan bagian sensitifnya. Tanpa pikir panjang, A pun menuruti kemauan tersangka. Tanpa sepengetahuan A, komunikasi secara face to face tersebut direkam oleh lelaki berusia 27 tahun itu.

Baca Juga :  DPMD Ikut Andil Cegah Peredaran Rokok Ilegal

Beberapa saat kemudian, tersangka tepergok menjalin hubungan dengan wanita lain. Karena dikhianati, A pun memutuskan hubungan asmaranya dengan tersangka. Tidak terima, tersangka lalu minta uang kepada A sebesar Rp 3 juta. Jika permintaannya tidak dituruti, video mesum A akan disebar melalui media sosial.

Karena sudah menyangkut citra diri, A pun ketakutan dengan ancaman tersangka. Jika video asusila tersebut tersebar, akan membuat malu keluarga besar dan A terancam kehilangan pekerjaannya. Beberapa saat kemudian, A melaporkan kasus itu ke Polres Sampang.

Kasubbaghumas Polres Sampang Iptu Sunarno mengatakan, setelah menerima laporan dugaan pemerasan, institusinya lalu melakukan penyelidikan. Buktinya, polisi meminta keterangan pelapor dan mengumpulkan bukti dugaan pengancaman yang dilakukan Mudasir.

Baca Juga :  Warga Sampang Banyak Idap Diabetes

Setelah mengantongi bukti-bukti, polisi kemudian menangkap tersangka di area stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang terletak di Desa Ketapang Barat pada Senin (21/6) sekitar pukul 20.00. ”Kami amankan tersangka usai menerima uang,” katanya.

Setelah diamankan, tersangka langsung dibawa ke Mapolres Sampang untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa uang tunai sebesar Rp 3 juta dan satu unit handphone. ”Tersangka diancam hukuman maksimal 4 tahun penjara,” tutup Sunarno. (iqb)

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Mulai Senin malam (21/6), Mudasir mendekam di sel tahanan Satreskrim Polres Sampang. Warga Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, itu dilaporkan ke polisi karena berniat menyebarkan video mesum mantan pacarnya.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), tersangka merajut hubungan asmara dengan salah seorang warga Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, berinisial A, 25. Singkat cerita, pada awal bulan Juni, mereka berkomunikasi lewat layanan video call.

Di sela-sela percakapan itu, tersangka meminta A telanjang dan menunjukkan bagian sensitifnya. Tanpa pikir panjang, A pun menuruti kemauan tersangka. Tanpa sepengetahuan A, komunikasi secara face to face tersebut direkam oleh lelaki berusia 27 tahun itu.

Baca Juga :  Pasar Kumuh Hambat Penghargaan Adipura

Beberapa saat kemudian, tersangka tepergok menjalin hubungan dengan wanita lain. Karena dikhianati, A pun memutuskan hubungan asmaranya dengan tersangka. Tidak terima, tersangka lalu minta uang kepada A sebesar Rp 3 juta. Jika permintaannya tidak dituruti, video mesum A akan disebar melalui media sosial.

Karena sudah menyangkut citra diri, A pun ketakutan dengan ancaman tersangka. Jika video asusila tersebut tersebar, akan membuat malu keluarga besar dan A terancam kehilangan pekerjaannya. Beberapa saat kemudian, A melaporkan kasus itu ke Polres Sampang.

Kasubbaghumas Polres Sampang Iptu Sunarno mengatakan, setelah menerima laporan dugaan pemerasan, institusinya lalu melakukan penyelidikan. Buktinya, polisi meminta keterangan pelapor dan mengumpulkan bukti dugaan pengancaman yang dilakukan Mudasir.

Baca Juga :  Polisi Pura-Pura Jadi Pembeli di Medsos

Setelah mengantongi bukti-bukti, polisi kemudian menangkap tersangka di area stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang terletak di Desa Ketapang Barat pada Senin (21/6) sekitar pukul 20.00. ”Kami amankan tersangka usai menerima uang,” katanya.

Setelah diamankan, tersangka langsung dibawa ke Mapolres Sampang untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa uang tunai sebesar Rp 3 juta dan satu unit handphone. ”Tersangka diancam hukuman maksimal 4 tahun penjara,” tutup Sunarno. (iqb)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Rp 26 M untuk Empat Puskesmas

Berpotensi Tetap Satu Gerbong Lagi

Bunda-Bunda Guru Harus Berperan Aktif

Artikel Terbaru

/