alexametrics
21.2 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Program Listrik Gratis Sampang 2018

SAMPANG – Program listrik gratis yang digagas Pemkab Sampang melalui dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) tak sepenuhnya cuma-cuma. Pasalnya, ada pengakuan penerima yang harus mengeluarkan uang hingga Rp 360 ribu.

Dugaan pungutan liar (pungli) sejumlah oknum baru terkuak setelah tim investigasi dari Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) turun langsung ke lapangan. Kesimpulannya, program listrik gratis tak gratis.

Hadi P Misriyeh, 54, warga Desa Sejati, Kecamatan Camplong, mengaku dimintai sejumlah uang pada saat instalasi listrik akan dipasang di rumahnya. Pertama dimintai uang Rp 200 ribu oleh oknum desa. Uang itu diminta pada saat kali pertama akan dipasang instalasi listrik seperti pemasangan kabel dan kelengkapan lainnya.

Kemudian, setelah mau dipasang KWH meter, ada oknum instalatur yang meminta lagi Rp 160 ribu. ”Saya bayar karena saat itu ada ucapan kalau tidak bayar tidak akan dipasang,” paparnya.

Menurut dia, tetangganya juga membayar. Waktu itu dia cari pinjaman uang karena takut tidak terpasang.

Baca Juga :  Janji Tuntaskan Pengadaan Videotron

Sekjen Jaka Jatim Tamsul mengatakan, pihaknya bersama tim terus melakukan investigasi mengenai pelaksanaan program. Utamanya, program yang baru dilaksanakan pada 2018. Menurut dia, setiap kecamatan mengambil sampel sebagai contoh dari pelaksanaan program tersebut.

Tujuannya, mengecek secara langsung apakah program listrik gratis yang menghabiskan anggaran Rp 1,7 miliar dari APBD Sampang terlaksana dengan baik atau tidak. Hasilnya beragam. ”Sejak awal program ini sudah menampakkan kejanggalan. Mulai pelaksana, kualitas pekerjaan di instalasi listrik serta pemasangan KWH meternya,” ungkapnya kemarin (23/6).

Pihaknya menemukan fakta bahwa ada pungli dalam pelaksanaan program listrik gratis. Pungutan itu berdasar pengakuan salah satu penerima program bantuan listrik gratis yang dipaksa membayar. Yaitu di Desa Sejati, Kecamatan Camplong. Nominalnya sampai Rp 360 ribu. ”Ada dua oknum yang melakukan pungli, oknum aparatur desa dan oknum instalatur,” ujarnya.

Pungli tidak hanya dilakukan terhadap satu orang penerima. Tetapi, hampir merata ke seluruh penerima di desa tersebut. ”Ini sampel saja. Saya yakin di desa dan kecamatan lain juga terjadi hal yang demikian,” papar Tamsul.

Baca Juga :  Desak Pemkab Prioritaskan Pengembangan Destinasi Wisata

Maka dari itu, pihaknya akan terus melakukan investigasi sampai tuntas. Selanjutnya, temuan tersebut nanti akan dilaporkan kepada aparat penegak hukum (APH). ”Pungli sekecil apa pun dalam program listrik gratis ini jelas pelanggaran dan ada pidananya,” tegasnya.

Dikonfirmasi, Kepala DPMD Sampang Malik Amrullah berjanji akan mengusut tuntas siapa yang melakukan pungli. Menurut dia, program tersebut memang gratis dan tidak dipungut biaya. ”Jika ada pungutan, yang memungut itu pelanggaran dan salah,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku tidak bisa berkomentar banyak sebelum ada kepastian dari semua pihak mengenai temuan dugaan pungli tersebut. Namun demikian, pihaknya menegaskan lagi bahwa pungli atas program tersebut pelanggaran. ”Pelanggaran, kami akan cari pelakunya karena itu sudah tidak sesuai aturan,” janjinya.

SAMPANG – Program listrik gratis yang digagas Pemkab Sampang melalui dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) tak sepenuhnya cuma-cuma. Pasalnya, ada pengakuan penerima yang harus mengeluarkan uang hingga Rp 360 ribu.

Dugaan pungutan liar (pungli) sejumlah oknum baru terkuak setelah tim investigasi dari Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) turun langsung ke lapangan. Kesimpulannya, program listrik gratis tak gratis.

Hadi P Misriyeh, 54, warga Desa Sejati, Kecamatan Camplong, mengaku dimintai sejumlah uang pada saat instalasi listrik akan dipasang di rumahnya. Pertama dimintai uang Rp 200 ribu oleh oknum desa. Uang itu diminta pada saat kali pertama akan dipasang instalasi listrik seperti pemasangan kabel dan kelengkapan lainnya.


Kemudian, setelah mau dipasang KWH meter, ada oknum instalatur yang meminta lagi Rp 160 ribu. ”Saya bayar karena saat itu ada ucapan kalau tidak bayar tidak akan dipasang,” paparnya.

Menurut dia, tetangganya juga membayar. Waktu itu dia cari pinjaman uang karena takut tidak terpasang.

Baca Juga :  Berharap Sampang Kian Hebat dan Bermartabat

Sekjen Jaka Jatim Tamsul mengatakan, pihaknya bersama tim terus melakukan investigasi mengenai pelaksanaan program. Utamanya, program yang baru dilaksanakan pada 2018. Menurut dia, setiap kecamatan mengambil sampel sebagai contoh dari pelaksanaan program tersebut.

Tujuannya, mengecek secara langsung apakah program listrik gratis yang menghabiskan anggaran Rp 1,7 miliar dari APBD Sampang terlaksana dengan baik atau tidak. Hasilnya beragam. ”Sejak awal program ini sudah menampakkan kejanggalan. Mulai pelaksana, kualitas pekerjaan di instalasi listrik serta pemasangan KWH meternya,” ungkapnya kemarin (23/6).

Pihaknya menemukan fakta bahwa ada pungli dalam pelaksanaan program listrik gratis. Pungutan itu berdasar pengakuan salah satu penerima program bantuan listrik gratis yang dipaksa membayar. Yaitu di Desa Sejati, Kecamatan Camplong. Nominalnya sampai Rp 360 ribu. ”Ada dua oknum yang melakukan pungli, oknum aparatur desa dan oknum instalatur,” ujarnya.

Pungli tidak hanya dilakukan terhadap satu orang penerima. Tetapi, hampir merata ke seluruh penerima di desa tersebut. ”Ini sampel saja. Saya yakin di desa dan kecamatan lain juga terjadi hal yang demikian,” papar Tamsul.

Baca Juga :  Bupati Sampang Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha

Maka dari itu, pihaknya akan terus melakukan investigasi sampai tuntas. Selanjutnya, temuan tersebut nanti akan dilaporkan kepada aparat penegak hukum (APH). ”Pungli sekecil apa pun dalam program listrik gratis ini jelas pelanggaran dan ada pidananya,” tegasnya.

Dikonfirmasi, Kepala DPMD Sampang Malik Amrullah berjanji akan mengusut tuntas siapa yang melakukan pungli. Menurut dia, program tersebut memang gratis dan tidak dipungut biaya. ”Jika ada pungutan, yang memungut itu pelanggaran dan salah,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku tidak bisa berkomentar banyak sebelum ada kepastian dari semua pihak mengenai temuan dugaan pungli tersebut. Namun demikian, pihaknya menegaskan lagi bahwa pungli atas program tersebut pelanggaran. ”Pelanggaran, kami akan cari pelakunya karena itu sudah tidak sesuai aturan,” janjinya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/