alexametrics
21.6 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Hanya Tersedia 27 Ribu Blangko

SAMPANG – Tahun ini bayi yang baru lahir sudah bisa memiliki kartu identitas anak (KIA).  Namun, persediaan blangko KIA tidak seimbang dengan jumlah anak di Kabupaten Sampang.

Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sampang menunjukkan bahwa jumlah anak di atas 200 ribu. Sementara tahun ini dispendukcapil hanya menyediakan 27 ribu blangko.

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data (PIAK dan PD) Dispendukcapil Sampang Edi Subinto mengatakan, tahun ini pihaknya mulai melayani pembuatan KIA. Namun, persediaan blangko untuk mencetak KIA terbatas. Alasannya, anggarannya dibebankan kepada daerah.

Untuk realisasi tahun ini, kemampuan daerah hanya bisa menyediakan 27 ribu blangko. Anggaran realisasi KIA tersebut masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019.

Baca Juga :  Bupati Sampang Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha

”Sayangnya, blangko KIA ditanggung daerah sehingga harus disesuaikan dengan kemampuan APBD. Sementara ini kami menyediakan 27 ribu blangko,” katanya kemarin (23/6).

Menurut Edi, semua anak-anak yang usianya di bawah 17 tahun berhak untuk mendapatkan KIA. Terhitung sejak bayi baru lahir sudah bisa memiliki KIA.

”Jadi, kita siap walaupun tidak semua jumlah usia di bawah 17 tahun ter-back up. Setidaknya kita bisa memberikan pelayanan kepada anak yang membutuhkan KIA. Kalau mengikuti jumlah anak-anak, sulit terealisasi,” paparnya.

Ke depan, KIA dibutuhkan untuk kepentingan berbagai persyaratan administrasi anak. Di dalam KIA sudah dilengkapi dengan nomor akta kelahiran, KK, serta nama orang tua. Dengan adanya KIA, cukup untuk memberikan informasi kepada pengguna data yang bersangkutan.

Baca Juga :  Target Penerbitan KIA Hanya Lima Ribu

Dalam percetakan, KIA terbagi dalam dua tahap. Pertama, usia nol hingga lima tahun. Pada usia tersebut, KIA tanpa disertai foto. Sementara, usia lima tahun dan seterusnya akan disertakan foto anak.

”Kalau syaratnya tidak ada perbedaan. Yakni harus melampirkan akta kelahiran, kartu KK, dan KTP orang tua,” terangnya.

Pihaknya sudah menerbitkan 200 KIA. Mayoritas untuk kepentingan administrasi sekolah.

”Kebetulan di sekolahnya mewajibkan KIA sebagai persyaratan di sekolah. Tapi yang mengurus KIA sekolah di luar Sampang seperti Surabaya, Mojokerto, dan beberapa daerah lainnya,” tandasnya. (bil)

SAMPANG – Tahun ini bayi yang baru lahir sudah bisa memiliki kartu identitas anak (KIA).  Namun, persediaan blangko KIA tidak seimbang dengan jumlah anak di Kabupaten Sampang.

Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sampang menunjukkan bahwa jumlah anak di atas 200 ribu. Sementara tahun ini dispendukcapil hanya menyediakan 27 ribu blangko.

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data (PIAK dan PD) Dispendukcapil Sampang Edi Subinto mengatakan, tahun ini pihaknya mulai melayani pembuatan KIA. Namun, persediaan blangko untuk mencetak KIA terbatas. Alasannya, anggarannya dibebankan kepada daerah.


Untuk realisasi tahun ini, kemampuan daerah hanya bisa menyediakan 27 ribu blangko. Anggaran realisasi KIA tersebut masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019.

Baca Juga :  Bupati Sampang Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha

”Sayangnya, blangko KIA ditanggung daerah sehingga harus disesuaikan dengan kemampuan APBD. Sementara ini kami menyediakan 27 ribu blangko,” katanya kemarin (23/6).

Menurut Edi, semua anak-anak yang usianya di bawah 17 tahun berhak untuk mendapatkan KIA. Terhitung sejak bayi baru lahir sudah bisa memiliki KIA.

”Jadi, kita siap walaupun tidak semua jumlah usia di bawah 17 tahun ter-back up. Setidaknya kita bisa memberikan pelayanan kepada anak yang membutuhkan KIA. Kalau mengikuti jumlah anak-anak, sulit terealisasi,” paparnya.

Ke depan, KIA dibutuhkan untuk kepentingan berbagai persyaratan administrasi anak. Di dalam KIA sudah dilengkapi dengan nomor akta kelahiran, KK, serta nama orang tua. Dengan adanya KIA, cukup untuk memberikan informasi kepada pengguna data yang bersangkutan.

Baca Juga :  Dispendukcapil Belum Jalankan Amanat Permendagri

Dalam percetakan, KIA terbagi dalam dua tahap. Pertama, usia nol hingga lima tahun. Pada usia tersebut, KIA tanpa disertai foto. Sementara, usia lima tahun dan seterusnya akan disertakan foto anak.

”Kalau syaratnya tidak ada perbedaan. Yakni harus melampirkan akta kelahiran, kartu KK, dan KTP orang tua,” terangnya.

Pihaknya sudah menerbitkan 200 KIA. Mayoritas untuk kepentingan administrasi sekolah.

”Kebetulan di sekolahnya mewajibkan KIA sebagai persyaratan di sekolah. Tapi yang mengurus KIA sekolah di luar Sampang seperti Surabaya, Mojokerto, dan beberapa daerah lainnya,” tandasnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/