alexametrics
30.2 C
Madura
Monday, July 4, 2022

Pendaftar Pengawas TPS Tak Penuhi Kuota

SAMPANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sampang membuka pendaftaran pengawas tempat pemungutan suara (TPS). Ada 3.692 petugas yang dibutuhklan. Namun yang mendaftar hanya 2.234 orang.

Pengumuman pendaftaran dari Bawaslu pada 4–10 Februari. Penerimaan berkas, penelitian berkas, serta wawancara dijadwalkan 11–21 Februari. Pada 22–24 Februari pengumuman perpanjangan pendaftaran. Lalu, pada 25–27 Februari perpanjangan waktu pendaftaran (penerimaan berkas, penelitian berkas, serta wawancara).

Selanjutnya, 27 Februari hingga 1 Maret pengumuman calon pengawas TPS oleh pokja dan tanggapan atau masukan dari masyarakat. Kemudian ada klarifikasi atas tanggapan masyarakat dan pleno penetapan pada 4–6 Maret. Tanggal 8–12 Maret pengumuman pengawas terpilih.

Laporan tahapan penjaringan sekaligus penyampaian berkas seleksi dari panwas kecamatan ke Bawaslu dijadwalkan 9–13 Maret. Terakhir pelantikan pengawas TPS dan bimtek pada 25 Maret mendatang.

Baca Juga :  Catat! Bawaslu Sampang Tegaskan Kampanye di Media Massa Hanya 21 Hari

Koordinasi Divisi (Kordiv) Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Sampang Luddin mengungkapkan, pendaftar pengawas TPS yang sudah dijadwalkan kurang dari target. Pihaknya kembali membuka pendaftaran putaran kedua. Apabila masih belum terpenuhi, penerimaan pendaftaran akan diperpanjang.

”Pemberitahuan itu mulai 22–24. Perpanjangannya mulai 25–27. Jadi kami masih punya waktu lima hari,” ujarnya kemarin (23/2).

Luddin menambahkan, jumlah pendaftar pengawas TPS hingga 21 Februari sebanyak 2.234. Sementara lembaganya membutuhkan pengawas TPS sebanyak 3.692. Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah TPS se-Kabupaten Sampang.

Bawaslu juga berkonsultasi dengan Bawaslu Jawa Timur (Jatim). ”Jadi kalau patokannya umur 25 tahun, meskipun sarjana tidak bisa. Sekarang sarjana ada yang berumur 24 tahun. Makanya kami konsultasikan,” terangnya.

Baca Juga :  Salahi Aturan, Bawaslu Sampang Tertibkan 208 APK dan 20 Bendera

”Kebutuhan penyelenggara banyak. Tidak hanya di tingkatan pengawas TPS. Tapi penyelenggara teknis juga butuh,” imbuhnya.

Sementara kriteria pendaftar pengawas TPS usia minimal 25 tahun, berintegritas, berkepribadian kuat, jujur, dan adil. Pendidikan minimal SMA/sederajat. Diutamakan domisili di TPS/desa setempat. Terakhir sehat jasmani, rohani, dan bebas penyalahgunaan narkoba. 

SAMPANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sampang membuka pendaftaran pengawas tempat pemungutan suara (TPS). Ada 3.692 petugas yang dibutuhklan. Namun yang mendaftar hanya 2.234 orang.

Pengumuman pendaftaran dari Bawaslu pada 4–10 Februari. Penerimaan berkas, penelitian berkas, serta wawancara dijadwalkan 11–21 Februari. Pada 22–24 Februari pengumuman perpanjangan pendaftaran. Lalu, pada 25–27 Februari perpanjangan waktu pendaftaran (penerimaan berkas, penelitian berkas, serta wawancara).

Selanjutnya, 27 Februari hingga 1 Maret pengumuman calon pengawas TPS oleh pokja dan tanggapan atau masukan dari masyarakat. Kemudian ada klarifikasi atas tanggapan masyarakat dan pleno penetapan pada 4–6 Maret. Tanggal 8–12 Maret pengumuman pengawas terpilih.


Laporan tahapan penjaringan sekaligus penyampaian berkas seleksi dari panwas kecamatan ke Bawaslu dijadwalkan 9–13 Maret. Terakhir pelantikan pengawas TPS dan bimtek pada 25 Maret mendatang.

Baca Juga :  Kantor Baru PDAM Belum Ditempati

Koordinasi Divisi (Kordiv) Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Sampang Luddin mengungkapkan, pendaftar pengawas TPS yang sudah dijadwalkan kurang dari target. Pihaknya kembali membuka pendaftaran putaran kedua. Apabila masih belum terpenuhi, penerimaan pendaftaran akan diperpanjang.

”Pemberitahuan itu mulai 22–24. Perpanjangannya mulai 25–27. Jadi kami masih punya waktu lima hari,” ujarnya kemarin (23/2).

Luddin menambahkan, jumlah pendaftar pengawas TPS hingga 21 Februari sebanyak 2.234. Sementara lembaganya membutuhkan pengawas TPS sebanyak 3.692. Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah TPS se-Kabupaten Sampang.

Bawaslu juga berkonsultasi dengan Bawaslu Jawa Timur (Jatim). ”Jadi kalau patokannya umur 25 tahun, meskipun sarjana tidak bisa. Sekarang sarjana ada yang berumur 24 tahun. Makanya kami konsultasikan,” terangnya.

Baca Juga :  Videotron Ratusan Juta Mangkrak

”Kebutuhan penyelenggara banyak. Tidak hanya di tingkatan pengawas TPS. Tapi penyelenggara teknis juga butuh,” imbuhnya.

Sementara kriteria pendaftar pengawas TPS usia minimal 25 tahun, berintegritas, berkepribadian kuat, jujur, dan adil. Pendidikan minimal SMA/sederajat. Diutamakan domisili di TPS/desa setempat. Terakhir sehat jasmani, rohani, dan bebas penyalahgunaan narkoba. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/