alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Penerima Kusuka Baru 5 Persen

SAMPANG – Di Sampang ada 15.597 nelayan. Namun, baru 5 persen atau 780 nelayan yang terdata sebagai penerima program kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (Kusuka). Sisanya, 95 persen, belum terdata.

Dinas Perikanan (Diskan) Sampang menyebut total penerima Kusuka 18.544 orang. Perinciannya, 15.597 nelayan, 167 pembudi daya ikan, 2.000 petambak garam, dan 780 pengolah atau penjual ikan. Namun, sejak 2017–2018 pendataan masih fokus terhadap nelayan.

 ”Sampai sekarang baru 780 nelayan yang sudah didata dan dikirim ke pusat,” tutur Kasi Pelayanan Data dan Informasi Diskan Sampang Cholil kemarin (23/1).

Dia mengklaim aktif melakukan pendataan terhadap seluruh nelayan di Kota Bahari dengan meminta kepada penyuluh. Tetapi, hingga kini progres pendataan warga penerima manfaat kartu tersebut relatif minim.

Kasi Pelayanan Data dan Informasi Diskan Sampang Cholil menyatakan, mendata calon penerima Kusuka berbeda dengan biasanya. Selain mendata calon penerima Kusuka, instansinya harus mendata nama orang tua dari warga penerima kartu tersebut.

Baca Juga :  Diskan Akan Data Ulang Jumlah Nelayan dan Pembudi Daya Ikan

 ”Ini memang agak sulit. Harus melakukan pendataan secara menyeluruh,” ujarnya. ”Kami hanya mendata jumlah keseluruhan nelayan dan pelaku usaha perikanan. Untuk penginputan data menjadi tanggung jawab penyuluh,” kata dia.

 Penyuluh yang bertugas ke lapangan merupakan pegawai pemerintah pusat. Sebab, program Kusuka menyangkut kebijakan pusat. Penyuluh yang bertugas melakukan pendataan berjumlah 11 orang.

 Penyuluh bertugas di sejumlah wilayah potensial perikanan di Kota Bahari. Sementara penerima kartu tersebut adalah nelayan, petambak garam, pembudi daya ikan, dan pelaku usaha pengolah ikan. Pihaknya menargetkan semua nelayan bisa ter-cover program itu.

Kartu tersebut merupakan pengganti kartu nelayan yang sebelumya dipegang warga. ”Tahapan Kusuka ini masih panjang. Setiap tahun program capaiannya terus meningkat,” terangnya.

Baca Juga :  Pemdes Tamberu Daya Prioritaskan Infrastruktur dan Polindes

Dia menjelaskan, manfaat kartu tersebut cukup banyak. Antara lain, sebagai identitas, perlindungan bagi pelaku usaha kelautan dan perikanan, serta syarat mendapatkan bantuan pemerintah. Baik berupa alat tangkap, alat produksi, dan modal usaha. Juga mempermudah pemerintah melakukan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap pengembangan usaha bidang kelautan.

”Kartu ini akan mempermudah dan memperkecil salah sasaran dari program pengembangan dan peningkatan usaha perikanan,” jelasnya.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin meminta diskan serius merespons program Kusuka. ”Semua bantuan dari pusat untuk pelaku usaha perikanan disalurkan melalui kartu itu. Jadi, diskan harus serius mendata agar bantuan terserap maksimal dan tepat sasaran,” desaknya. 

SAMPANG – Di Sampang ada 15.597 nelayan. Namun, baru 5 persen atau 780 nelayan yang terdata sebagai penerima program kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (Kusuka). Sisanya, 95 persen, belum terdata.

Dinas Perikanan (Diskan) Sampang menyebut total penerima Kusuka 18.544 orang. Perinciannya, 15.597 nelayan, 167 pembudi daya ikan, 2.000 petambak garam, dan 780 pengolah atau penjual ikan. Namun, sejak 2017–2018 pendataan masih fokus terhadap nelayan.

 ”Sampai sekarang baru 780 nelayan yang sudah didata dan dikirim ke pusat,” tutur Kasi Pelayanan Data dan Informasi Diskan Sampang Cholil kemarin (23/1).


Dia mengklaim aktif melakukan pendataan terhadap seluruh nelayan di Kota Bahari dengan meminta kepada penyuluh. Tetapi, hingga kini progres pendataan warga penerima manfaat kartu tersebut relatif minim.

Kasi Pelayanan Data dan Informasi Diskan Sampang Cholil menyatakan, mendata calon penerima Kusuka berbeda dengan biasanya. Selain mendata calon penerima Kusuka, instansinya harus mendata nama orang tua dari warga penerima kartu tersebut.

Baca Juga :  Akses Menuju Puskesmas Banyuanyar Belum Memadai

 ”Ini memang agak sulit. Harus melakukan pendataan secara menyeluruh,” ujarnya. ”Kami hanya mendata jumlah keseluruhan nelayan dan pelaku usaha perikanan. Untuk penginputan data menjadi tanggung jawab penyuluh,” kata dia.

 Penyuluh yang bertugas ke lapangan merupakan pegawai pemerintah pusat. Sebab, program Kusuka menyangkut kebijakan pusat. Penyuluh yang bertugas melakukan pendataan berjumlah 11 orang.

 Penyuluh bertugas di sejumlah wilayah potensial perikanan di Kota Bahari. Sementara penerima kartu tersebut adalah nelayan, petambak garam, pembudi daya ikan, dan pelaku usaha pengolah ikan. Pihaknya menargetkan semua nelayan bisa ter-cover program itu.

Kartu tersebut merupakan pengganti kartu nelayan yang sebelumya dipegang warga. ”Tahapan Kusuka ini masih panjang. Setiap tahun program capaiannya terus meningkat,” terangnya.

Baca Juga :  Perawat Layani Pasien TBC

Dia menjelaskan, manfaat kartu tersebut cukup banyak. Antara lain, sebagai identitas, perlindungan bagi pelaku usaha kelautan dan perikanan, serta syarat mendapatkan bantuan pemerintah. Baik berupa alat tangkap, alat produksi, dan modal usaha. Juga mempermudah pemerintah melakukan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap pengembangan usaha bidang kelautan.

”Kartu ini akan mempermudah dan memperkecil salah sasaran dari program pengembangan dan peningkatan usaha perikanan,” jelasnya.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin meminta diskan serius merespons program Kusuka. ”Semua bantuan dari pusat untuk pelaku usaha perikanan disalurkan melalui kartu itu. Jadi, diskan harus serius mendata agar bantuan terserap maksimal dan tepat sasaran,” desaknya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/