alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

2018, Jumlah Janda di Sampang Capai 1.238 Orang

SAMPANG – Sejak tahun 2016, angka perceraian di Sampang cenderung meningkat. Hal ini, dilihat dari jumlah perkara yang divonis majelis hakim pengadilan agama (PA) Sampang.

Meningkatnya jumlah kasus perceraian ini, mengakibatkan jumlah janda kian bertambah. Tahun 2018 saja, jumlah wanita yang menyandang status janda mencapai 1.238 orang.

Berdasar data yang dihimpun RadarMadura.id, pada tahun 2016 sebanyak 965 perkara inkrach. Selanjutnya tahun 2017, ada 1.192 perkara yang sudah diketok palu. Khusus tahun 2018 meningkat menjadi 1.238 perkara yang diputus.

Fa’iq, Panitera PA Sampang mengatakan, salah satu pemicu perceraian adalah masalah ekonomi.

“Tapi, alasan yang paling banyak membuat pasangan suami istri mengajukan perceraian adalah perselisihan dan pertengkaran terus menerus,” katanya.

Baca Juga :  1.052 Warga Gerbang Salam Menjanda

Menurut Fa’iq, angka perceraian terbagi dua. Rinciannya perceraian yang diajukan pihak istri atau cerai gugat dan perceraian yang diajukan pihak laki-laki atau cerai talak.

“Khusus tahun 2018, cerai gugat yang diputus mencapai 797 perkara dan cerai talak sebanyak 441 kasus,” tuturnya.

Dijelaskan, PA Sampang terus berusaha menekan angka perceraian. Salah satunya, dengan cara mengoptimalkan tahapan mediasi sebelum memutus suatu perkara.

“Harapannya, pasangan suami istri yang mengajukan permohonan bisa kembali rukun,” paparnya. (Moh. Iqbal)

SAMPANG – Sejak tahun 2016, angka perceraian di Sampang cenderung meningkat. Hal ini, dilihat dari jumlah perkara yang divonis majelis hakim pengadilan agama (PA) Sampang.

Meningkatnya jumlah kasus perceraian ini, mengakibatkan jumlah janda kian bertambah. Tahun 2018 saja, jumlah wanita yang menyandang status janda mencapai 1.238 orang.

Berdasar data yang dihimpun RadarMadura.id, pada tahun 2016 sebanyak 965 perkara inkrach. Selanjutnya tahun 2017, ada 1.192 perkara yang sudah diketok palu. Khusus tahun 2018 meningkat menjadi 1.238 perkara yang diputus.


Fa’iq, Panitera PA Sampang mengatakan, salah satu pemicu perceraian adalah masalah ekonomi.

“Tapi, alasan yang paling banyak membuat pasangan suami istri mengajukan perceraian adalah perselisihan dan pertengkaran terus menerus,” katanya.

Baca Juga :  Pantura Hujan, Sampang Kota Tergenang

Menurut Fa’iq, angka perceraian terbagi dua. Rinciannya perceraian yang diajukan pihak istri atau cerai gugat dan perceraian yang diajukan pihak laki-laki atau cerai talak.

“Khusus tahun 2018, cerai gugat yang diputus mencapai 797 perkara dan cerai talak sebanyak 441 kasus,” tuturnya.

Dijelaskan, PA Sampang terus berusaha menekan angka perceraian. Salah satunya, dengan cara mengoptimalkan tahapan mediasi sebelum memutus suatu perkara.

“Harapannya, pasangan suami istri yang mengajukan permohonan bisa kembali rukun,” paparnya. (Moh. Iqbal)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/