alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Sekolah Rusak, Kemendikbud Persilakan Disdik Ajukan Proposal

SAMPANG – Taman Anak-Anak Muslim (TAAM) Permata Hati salah satu contoh lembaga pendidikan yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Kondisi gedung pendidikan anak usia dini (PAUD) di Dusun Glisgis, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, itu mengalami kerusakan.

Dari 842 PAUD di Sampang, terdapat 20 lembaga yang gedungnya rusak sedang dan berat. Ratusan sekolah itu terdiri dari 293 taman kanak-kanak (TK), 400 kelompok bermain, dua tempat penitipan anak (TPA), dan 147 satuan PAUD sejenis (SPS). Sekolah-sekolah itu masih numpang di SD dan SMP serta tidak dilengkapi toilet.

Pengelola TAAM Permata Hati H Moh. Sahir mengatakan, sekolah tersebut berdiri sepuluh tahun yang lalu. Pihaknya sangat membutuhkan bantuan pemerintah. Tanah gedung TAAM Permata Hati itu miliknya. Pihaknya sudah menyiapkan untuk dihibahkan agar mendapat bantuan pembangunan gedung.

”Saya melihat banyak anak-anak di sini banyak yang belum mendapat pendidikan. Saya cukup senang banyak yang bersekolah, meskipun khawatir gedung akan roboh diterjang angin,” jelasnya.

Baca Juga :  Korban Kekerasan Perempuan dan Anak Tak Lapor Polisi, Ini Alasannya

Kabid PNFI Disdik Sampang Subairiyanto mengakui banyak gedung lembaga PAUD rusak berat dan sedang. Pihaknya setiap tahun menyediakan sarana prasarana untuk rehab sedang, berat, maupun penambahan RKB. ”Tidak bisa semua dilakukan dalam setahun. Kekuatan anggaran kami terbatas,” ucapnya.

Tahun depan akan memberikan sekitar 38 unit fasilitas pendidikan kepada lembaga PAUD yang kondisinya sudah kronis. Fasilitas pendidikan itu bisa bertambah apabila mendapat persetujuan DPRD. ”Kami akan berupaya memperjuangkan meskipun tidak bisa seluruhnya,” jelasnya.

Banyaknya gedung PAUD yang rusak disebabkan banyak faktor. Karena itu, beberapa PAUD belajar di sejumlah SD, SMP, atau madrasah diniyah. Pihaknya akan membangun gedung bagi lembaga yang tidak memiliki gedung tahun depan. Banyaknya gedung rusak, termasuk TAAM Permata Hati, Subairi berjanji akan memprioritaskan pada 2018.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Kemendikbud Harris Iskandar menyampaikan, dari awal memang diharapkan pengajuan pendirian lembaga PAUD lebih selektif. Saat ini anggaran BOP sedikit. ”Semoga saja ke depan kami bisa membantu,” ucap Harris saat dihubungi.

Baca Juga :  RSUD Sampang Gelar Survei Akreditasi Pertama

Bantuan fisik berupa pembangunan gedung memang ada. Hanya, memang sedikit kompetitif. Pihaknya akan mengutamakan daerah yang benar-benar membutuhkan.  ”Kami ambil yang prioritas. Biasanya kami utamakan yang paling miskin,” katanya.

Sampang juga merupakan daerah miskin. Pihaknya akan mengupayakan untuk membantu setelah ada pengajuan proposal dari dinas pendidikan (disdik) setempat. ”Mudah-mudahan dapat prioritas. Kami minta pengajuan proposal kalau memang membutuhkan. Kami siap memfasilitasi sesuai kekuatan anggaran yang ada,” tandasnya.

Kendati demikian, pihaknya meminta pemerintah daerah ikut turun tangan. Secara aturan, semua kewenangan, kebijakan, dan tugas pemerintah daerah. Izin pendirian PAUD diperinci atau diperketat. ”Ini salah pemda sendiri mudah memberikan izin tanpa mengecek ulang ke lapangan. Ke depan harus benar-benar selektif,” tegasnya.

SAMPANG – Taman Anak-Anak Muslim (TAAM) Permata Hati salah satu contoh lembaga pendidikan yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Kondisi gedung pendidikan anak usia dini (PAUD) di Dusun Glisgis, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, itu mengalami kerusakan.

Dari 842 PAUD di Sampang, terdapat 20 lembaga yang gedungnya rusak sedang dan berat. Ratusan sekolah itu terdiri dari 293 taman kanak-kanak (TK), 400 kelompok bermain, dua tempat penitipan anak (TPA), dan 147 satuan PAUD sejenis (SPS). Sekolah-sekolah itu masih numpang di SD dan SMP serta tidak dilengkapi toilet.

Pengelola TAAM Permata Hati H Moh. Sahir mengatakan, sekolah tersebut berdiri sepuluh tahun yang lalu. Pihaknya sangat membutuhkan bantuan pemerintah. Tanah gedung TAAM Permata Hati itu miliknya. Pihaknya sudah menyiapkan untuk dihibahkan agar mendapat bantuan pembangunan gedung.


”Saya melihat banyak anak-anak di sini banyak yang belum mendapat pendidikan. Saya cukup senang banyak yang bersekolah, meskipun khawatir gedung akan roboh diterjang angin,” jelasnya.

Baca Juga :  Korban Kekerasan Perempuan dan Anak Tak Lapor Polisi, Ini Alasannya

Kabid PNFI Disdik Sampang Subairiyanto mengakui banyak gedung lembaga PAUD rusak berat dan sedang. Pihaknya setiap tahun menyediakan sarana prasarana untuk rehab sedang, berat, maupun penambahan RKB. ”Tidak bisa semua dilakukan dalam setahun. Kekuatan anggaran kami terbatas,” ucapnya.

Tahun depan akan memberikan sekitar 38 unit fasilitas pendidikan kepada lembaga PAUD yang kondisinya sudah kronis. Fasilitas pendidikan itu bisa bertambah apabila mendapat persetujuan DPRD. ”Kami akan berupaya memperjuangkan meskipun tidak bisa seluruhnya,” jelasnya.

Banyaknya gedung PAUD yang rusak disebabkan banyak faktor. Karena itu, beberapa PAUD belajar di sejumlah SD, SMP, atau madrasah diniyah. Pihaknya akan membangun gedung bagi lembaga yang tidak memiliki gedung tahun depan. Banyaknya gedung rusak, termasuk TAAM Permata Hati, Subairi berjanji akan memprioritaskan pada 2018.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Kemendikbud Harris Iskandar menyampaikan, dari awal memang diharapkan pengajuan pendirian lembaga PAUD lebih selektif. Saat ini anggaran BOP sedikit. ”Semoga saja ke depan kami bisa membantu,” ucap Harris saat dihubungi.

Baca Juga :  405 Jamaah Haji Asal Sampang Diperkirakan Tiba di Rumah Pukul 22.00

Bantuan fisik berupa pembangunan gedung memang ada. Hanya, memang sedikit kompetitif. Pihaknya akan mengutamakan daerah yang benar-benar membutuhkan.  ”Kami ambil yang prioritas. Biasanya kami utamakan yang paling miskin,” katanya.

Sampang juga merupakan daerah miskin. Pihaknya akan mengupayakan untuk membantu setelah ada pengajuan proposal dari dinas pendidikan (disdik) setempat. ”Mudah-mudahan dapat prioritas. Kami minta pengajuan proposal kalau memang membutuhkan. Kami siap memfasilitasi sesuai kekuatan anggaran yang ada,” tandasnya.

Kendati demikian, pihaknya meminta pemerintah daerah ikut turun tangan. Secara aturan, semua kewenangan, kebijakan, dan tugas pemerintah daerah. Izin pendirian PAUD diperinci atau diperketat. ”Ini salah pemda sendiri mudah memberikan izin tanpa mengecek ulang ke lapangan. Ke depan harus benar-benar selektif,” tegasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/